Peminjaman ke klub kecil kadang berdampak bagus. Anak muda ini contohnya..
Charlie Patino awalnya akan bertahan di Emirates Stadium. Tapi, stok pemain melimpah membuat Arsenal terpaksa meminjamkannya ke Blackpool. Uniknya, di Bloomfield Road, dia tampil sangat membanggakan.

Charlie Patino terkenal di kalangan suporter ketika mencetak gol pada debut senior bersama The Gunners dalam kemenangan melawan Sunderland pada Piala Liga Inggris musim lalu. Kemudian, dia diberi kesempatan tampil saat Arsenal menghadapi Nottingham Forest di Piala FA.

setelah dua penampilan yang mengesankan, Charlie Patino menjalani bulan-bulan frustrasi akibat cedera yang datang beberapa kali.

Ketika memasuki musim baru, Charlie Patino sebenarnya sudah berada dalam kondisi fisik yang bagus. Rencana awalnya, dia akan bertahan di Arsenal untuk bermain dengan tim junior di Liga Premer 2 dan sesekali main di Liga Premier atau Liga Europa. Sebab, itulah opsi yang paling masuk akal untuk karier Charlie Patino.

Namun, saat jendela transfer hampir berakhir, tiba-tiba ada perubahan rencana. Charlie Patino ingin pergi dengan status pinjaman. Arsenal setuju, dan mengirim gelandang itu ke tim Divisi Championship, Blackpool.

Tiga bulan berlalu dan pertaruhan itu membuahkan hasil untuk semua pihak. Hanya dalam 12 pertandingan, pemain berusia 19 tahun telah menjadikan dirinya kesayangan baru di Bloomfield Road. Dia menjadi favorit para penggemar Blackpool sebelum Derby Lancashire akhir pekan lalu melawan Preston North End.

Setelah laga, publik semakin sayang. Itu karena Charlie Patino menghasilkan satu gol, satu assist, dan penghargaan Man of the Match dalam kemenangan 4-2. 

"Dia sensasional. Dia pantas mendapatkan semua pujian. Dia masih muda, tapi cara dia bermain luar biasa. Dia akan menjadi pemain top," kata rekan setim Charlie Patino, Jerry Yates, dilansir BBC Sport.



Bakat Charlie Patino memang tidak perlu diragukan lagi. Dia selalu mendapat peringkat tinggi. Bahkan, pencari bakat yang pertama kali membawanya ke Arsenal dari Luton Town menggambarkan Charlie Patino sebagai "anak terbaik yang pernah saya lihat". Mereka meramalkan dirinya bakal moncer di masa depan.

"Dia sejauh ini adalah pemain terbaik di skuad dalam hal kemampuan alami. Tapi, yang paling membuat saya terkesan adalah dia memiliki sisi lain dalam dirinya. Ketika dia mulai di sini, dia baru berusia 18 tahun. Dia tidak terlalu berotot, tinggi atau besar. Tapi, dia bisa menghadapi banyak hal secara fisik," kata Matt Scrafton, seorang jurnalis peliput Blackpool.

Charlie Patino bersinar di lini tengah Blackpool dalam posisi No.8 atau No.6. Entah bertugas menyerang atau bertahan, dia mampu menjalankan semuanya dengan sangat bagus dan terkadang sempurna.

"Keputusan untuk datang dan bermain di Championship adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya. Datang untuk bermain, untuk tiga poin, datang untuk bermain dengan pemain berpengalaman, pemain yang lebih tua dari saya, lebih cepat, lebih kuat. Mampu beradaptasi pada akhirnya adalah apa yang saya butuhkan. Ini adalah langkah ke arah yang benar," ungkap Charlie Patino.

Dapat dimengerti bahwa Arsenal senang dengan kemajuan yang telah dibuat Charlie Patino sejauh ini, khususnya selama waktunya bersama Blackpool. Jadi, kita tunggu saja dalam 2-3 tahun lagi akan ada pemain Arsenal yang memiliki level kebintangan seperti Cesc Fabgregas