Kira-kira apakah Iwan Budianto bakal diganti?
Manajemen Arema FC membentuk satuan tugas tim pemulihan untuk melakukan perombakan tata kelola klub yang lebih profesional dan sekaligus melakukan penataan struktur klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan bahwa tim tersebut bertugas untuk melakukan evaluasi total.

"Tim Pemulihan Arema FC ini semacam gugus tugas untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola klub Arema FC," ujar Tatang seperti dilansir dari Antara.

Tatang menjelaskan, saat ini memang Arema FC masih memprioritaskan program tanggap darurat untuk para korban tragedi Kanjuruhan melalui Posko Crisis Center yang dibuka di Kantor Arema FC.



Selain itu, ia melanjutkan, manajemen Arema FC juga turut memberikan bantuan dan konsultasi hukum kepada para korban, serta memberikan pendampingan untuk masa pemulihan trauma pascatragedi yang menewaskan 135 orang tersebut.

"Karena itu, agar evaluasi berjalan obyektif dan profesional dibutuhkan Tim Pemulihan Arema FC agar pemulihan berlangsung tepat sasaran dan komprehensif," katanya.

Untuk itu, menurut Tatang, dibutuhkan ketua dan anggota Tim Pemulihan Arema FC yang berasal dari tokoh nasional sepak bola. Tokoh tersebut harus memiliki dedikasi tinggi dalam pengelolaan klub sepak bola secara profesional dari berbagai aspek.

"Publik bisa mengusulkan nama-nama tokoh nasional sepak bola. Ini bertujuan untuk jangka panjang, bukan hanya jangka pendek agar ke depan Arema FC menjadi klub yang memiliki tata kelola modern dan sesuai dengan regulasi," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam proses pemulihan tersebut juga bisa direkomendasikan perombakan struktur organisasi Singo Edan. Saat ini, ada sejumlah posisi yang kosong pada jajaran manajemen Arema FC.

"Kini kita mengalami kevakuman posisi Presiden Klub, General Manager, CEO atau posisi strategis lainnya yang menjadi kebutuhan operasional klub," katanya.

Ia berharap, para pendukung Arema FC yang biasa dikenal dengan sebutan Aremania, termasuk kalangan akademisi, pemangku kebijakan di daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk bisa memberikan usulan nama-nama yang akan masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC.

"Kami sangat berharap, November ini, target untuk terbentuknya Tim Pemulihan Arema FC dapat terlaksana. Sebab, federasi juga pemerintah juga melakukan percepatan transformasi sepak bola nasional," katanya.

Sebelumnya, Gilang Widya Pramana memutuskan untuk mundur dari posisi Presiden Klub Arema FC, pascatragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022.

Gilang menjabat sebagai Presiden Klub Arema FC sejak 7 Juni 2022. Direksi Arema FC Iwan Budianto saat itu menyatakan bahwa ditunjuknya Gilang sebagai Presiden Klub menjadi salah satu sejarah bagi tim kebanggaan warga Malang Raya tersebut.

Saat itu Gilang, bersepakat untuk membesarkan tim berjuluk Singo Edan dan memberikan prestasi terbaik di Liga 1 Indonesia. Gilang, akan menjadi Presiden Klub Arema FC selama tiga tahun.