Chelsea, duo Manchester, dll ketar ketir..
Banyak faktor yang bisa menjelaskan mengapa Newcastle United begitu cepat melesat musim ini. Yang paling tidak bisa diabaikan tentu adalah faktor kepemilikan saham di mana sejak November 2021 dipegang oleh Konsorsium yang dipimpin oleh Pangeran Arab Saudi, Mohammad bin Salman.

Selain itu yang terlihat jelas di atas lapangan tentu saja adalah pemain dan pelatih. Kini Miguel Almiron dan rekan-rekan sukses bertengger di posisi runner-up dengan koleksi 33 poin. Membayangi Arsenal di puncak klasemen.

Dan jika melihat konsistensi mereka, Newcastle adalah pesaing utama untuk gelar juara Liga Premier musim ini.

Dan kredit khusus patut diberikan kepada sang pelatih, Eddie Howe.

Juru taktik berkebangsaan Inggris itu baru meracik skuad Newcastle pada penghujung Liga Inggris 2021/22 menggantikan posisi Steve Bruce yang dinilai kurang apik selama dua musim menukangi klub berjuluk The Magpies itu.



Howe tak menyangkal kalau perjalannya untuk menukangi Newcastle tidaklah mudah. Dari tujuh laga terkahir yang dipimpin Howe, Newcastle hanya mampu memetik satu kemenangan.

Mental pemain jelas bermasalah. Dan pada titik itulah Howe bekerja keras untuk mengembalikan segalanya.

Usai pertandingan, Howe menuturkan bahwa skuadnya tengah memiliki rasa percaya diri yang luar biasa. Ia tak menampik jikalau Newcastle akan terus membayangi Arsenal yang berada di pucuk klasemen sementara.

"Kami bisa melakukan apa saja. Apalagi, musim belum berjalan setengahnya. Masih ada kemungkinan bagi kami untuk membuat banyak kejutan," kata Howe usai menekuk Leicester City di pekan ke-16.

Itu bukan kemenangan yang gampang. Main di markas lawan dan bisa menang dengan skor 3-0 adalah sesuatu yang istimewa.

"Saya ingin para penggemar percaya bahwa tim ini bisa melakukan apa saja. Saya akan membiarkan para fan untuk bermimpi," imbuhnya.

Adapun poin sempurna yang direngkuh Newcastle di laga kontra Leicester City menjadi kemenangan keenam The Magpies secara berturut-turut. Catatan tersebut menjadi yang terbaik selama 10 tahun terakhir.



Lantas, apakah Eddie Howe mampu memberikan racikan terbaiknya hingga akhir musim nanti dan mengantarkan Newcastle United menjadi juara, atau yang paling realistis adalah kembali berlaga di pentas Liga Champions? Menarik untuk dinantikan.