Pengaruh CR7 besar untuk timnas Portugal...
Mantan manajer Belgia Roberto Martinez telah mengungkapkan rencananya untuk Cristiano Ronaldo setelah menggantikan Fernando Santos sebagai pelatih kepala Portugal.

Ronaldo menangis setelah Maroko menyingkirkan Portugal dari perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar, dengan masa depan bintang Al Nassr diragukan pada saat itu.

Santos menyingkirkan pemenang Ballon d'Or lima kali itu dari kemenangan 6-1 Portugal atas Swiss di babak 16 besar, dengan Goncalo Ramos mencetak hat-trick saat Ronaldo absen.

Pacara Ronaldo, Georgina Rodriguez mengecam Santos karena tidak memainkan Ronaldo, yang kemudian dipecat setelah Piala Dunia, atas perlakuannya terhadap Ronaldo setelah Maroko menang 1-0 atas Portugal.

Martinez mengundurkan diri sebagai manajer Belgia setelah Piala Dunia 2022, dimana Tim Setan Merah tampil mengecewakan sebelum menggantikan Santos di Portugal.



Mantan bos Belgia, yang menghabiskan enam tahun bersama Setan Merah, sekarang berharap bisa memimpin Portugal ke Euro 2024 di Jerman dan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin (09/01/2023), Martinez bersikeras bahwa Ronaldo pantas mendapatkan "rasa hormat" dan legenda Manchester United serta Real Madrid itu adalah bagian dari rencananya.

“Keputusan sepak bola harus diambil di lapangan permainan,” katanya.

“Saya bukan pelatih pembuat keputusan kantor. Jadi, titik awal saya adalah menjangkau semua pemain dan saya ingin berhubungan dengan mereka."

“Daftar 26 pemain dari Piala Dunia adalah titik awal saya dan Cristiano adalah pemain dalam daftar itu, dia telah bersama tim nasional selama 19 tahun dan dia pantas dihormati karena bisa duduk dan berbicara."

“Dari situlah untuk menciptakan, dalam sepuluh minggu, tim terbaik untuk pertandingan kami, untuk kualifikasi Kejuaraan Eropa. Hari ini adalah hari kepuasan."

"Besok kami akan mulai bekerja, mengenal semua pemain dan Cristiano adalah salah satunya."

Martinez, yang kontraknya di Portugal berakhir pada akhir Piala Dunia 2026, menambahkan bahwa dia harus memastikan bahwa “setiap pemain (memiliki) kesempatan” di bawah kepemimpinannya.

“Dari sini ada 54 pemain di lima liga terbesar yang berusia di bawah 28 tahun, ada Benfica dan FC Porto di Liga Champions,” jelasnya.

“Dengan kata lain, tugas saya adalah memberikan kesempatan kepada setiap pemain dan menghormati semua orang yang sudah berada di tim nasional."

“Sejak saat itu, Cristiano Ronaldo adalah salah satunya. Ini adalah proses alami, pekerjaan dan tanggung jawab serta membuat keputusan penting untuk tim.”