Padahal, di Indonesia wajib kursi individual.
Piala Dunia U-20 2023 di Argentina sudah memasuki babak 16 besar. Tapi, kontroversi pemindahan venue turnamen masih ramai diperbincangkan. Salah satu yang yang menjadi sorotan adalah keberadaan stadion-stadion di Negeri Tango yang mengakomodasi tribun berdiri. Ini beda dengan kebijakan FIFA di Indonesia.

Saat mengajukan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang kemudian berubah jadi 2023, Indonesia mengajukan 10 stadion. Tapi, FIFA hanya menyetujui 6 stadion di antaranya.

Meski disetujui menyelenggarakan Piala Dunia U-20, FIFA juga memberikan banyak catatan. Pertama, pagar pembatas tribun ke lapangan yang tinggi harus dirobohkan. Kedua, semua stadion harus memiliki kursi tunggal untuk penonton. Ketiga, rumput stadion. Keempat, fasilitas penunjang lainnya.

Untuk mengejar deadline yang diberikan FIFA, Pemerintah Indonesia bekerja keras merenovasi stadion. Stadion Kapten I Wayan Dipta dan Gelora Sriwijaya dipasang kursi tunggal. Sementara stadion lainnya ditambah fasilitasnya.



Namun, semua yang digariskan FIFA untuk Indonesia ternyata tidak terjadi ketika Piala Dunia U-20 2023 berpindah ke Argentina. Tidak ada verifikasi stadion yang detail seperti yang dilakukan terhadap Indonesia. Dalam waktu singkat, FIFA setuju dengan proposal Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA).

Ketika turnamen digelar, banyak penggemar sepakbola Indonesia terkejut melihat empat stadion penyelenggara Piala Dunia U-20 2023. Estadio Unico Diego Armando Maradona, Estadio Unico Madre de Ciudades, Estadio Malvinas Argentinas, dan Estadio San Juan del Bicentenario.

Selain rumput yang jelek dan sudah botak ketika pertandingan terakhir fase grup, fasilitas di stadion ternyata tidak sebaik Indonesia.



Di empat stadion itu, FIFA ternyata mengakomodasi tribun berdiri. Dalam tradisi Amerika Latin, tribun berdiri biasanya ditempatkan di belakang gawang. Hanya terdapat besi berbentuk gawang yang dijadikan pegangan penonton yang berdesak-desakan. Ada lagi tribun tanpa kursi di sisi timur.

Tidak hanya itu, di Estadio San Juan del Bicentenario, terlihat pagar pembatas stadion yang menjulang tinggi layaknya padar penjara.

Gambar-gambar stadion di Argentina saat Piala Dunia U-20 2023 itu viral di media sosial. Banyak netizen +62 yang berkomentar sinis. Mayoritas mempertanyakan standar ganda yang diterapkan FIFA terhadap stadion-stadion di Indonesia dengan Argentina.