Kiper bermuka garang itu mendapatkan gelar UEFA Fair-Play Award.
Dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah ada, Oliver Kahn hampir menghabiskan waktu bermainnya untuk Bayern Muenchen. Dia mengemas 429 penampilan di kompetisi domestik bersama Die Roten dalam 14 musim serta mengemas 86 caps bersama timnas Jerman.

Tahun 2000 hingga 2002 bisa dikatakan sebagai masa jaya dari pemain yang mendapatkan julukan 'Der Titan' itu. Di antara tahun awal pergantian milenium itu, lebihnya tepatnya di musim 2000/01, selain sukses membantu Die Bayern memenangkan gelar Bundesliga ke-17 mereka, Kahn juga membuat penampilan yang impresif  di laga final Liga Champions 2001 kala berhadapan dengan Valencia, yang kemudian membuatnya mendaptkan penghargaan Man of the Match.

Di tahun yang sama, Kahn juga finis di urutan ketiga dalam perebutan Ballon d'Or dan setahun kemudian, ia kembali finis di posisi yang sama setelah membantu Jerman ke final Piala Dunia 2002. Di Piala Dunia edisi ke- 17 itu juga, Kahn sukses memenangkan FIFA World Cup Golden Ball sebagai pemain terbaik.

Intinya, penjaga gawang yang memulai kariernya bersama Karlsruher Sc itu memiliki karier yang sangat sukses dengan memenangkan banyak trofi dan penghargaan. Namun di antara semua penghargaan prestius yang ia raih, ada satu penghargaan yang menurutnya setara dengan penghargaan lainnya yang ia dapatkan selama bermain, yakni UEFA Fair-Play Award.

Di awal telah disebutkan bahwa pria Jerman itu pernah mendapatkan penghargaan Man of the Match selama final Liga Champions 2001. Pada saat itu Kahn memainkan peran penting dengan melakukan tiga penyelamatan dalam adu penalti untuk memenangkan kompetisi Piala Berkuping Besar itu.

Kemenangan tersebut jelas dirayakan secara emosional karena dua tahun sebelumya anak-anak Die Roten harus kalah secara dramatis dari Manchester United. Meski begitu, Kahn bukanlah pria yang 'dingin' dengan sekitarnya. Jika sebagian besar rekannya langsung bernyanyi dan merayakan kemenangan mereka, Kahn justru langsung menghampiri kiper Valencia, Santiago Canizares. Yap, mantan pemain Real Madrid itu tampak bersedih dan Kahn langsung datang ke sisi tepi gawang untuk menghibur pria Spanyol itu, anda bisa melihat selengkapnya dibawah ini :





Tindakan terpuji tersebut membuatnya mendapatkan UEFA Fair-Play Award dan Kahn menjelaskan mengapa ia merasa hal itu penting untuk dilakukan.

“(Santiago) Canizares berbaring di garis gawang dan mulai menangis,” kenang Kahn.

“Saya bisa merasakannya ketika saya mengalami hal serupa di 1999. Yang tersisa adalah perasaan itu, perasaan telah memenangkan gelar, perasaan setelah penalti yang gagal atau diselamatkan - itu adalah momen yang tidak pernah Anda lupakan.”

Sungguh sikap yang sangat sportif dari penjaga gawang legendaris itu, respect!