Video selama tiga menit itu menggunakan teknologi sangat canggih.
Argentina memulai kampanyenya Copa Amerika melawan Chili pada Senin malam dengan hasil imbang 1-1. Sebelum pertandingan dimulai, ada sebuah tribut yang cukup indah di dalam stadion Nilton Santos untuk mendiang Maradona.

Kita tahu, Diego Maradona adalah salah satu pemain sepak bola terhebat yang pernah ada. Ia meninggal dunia pada November lalu usai berjuang melawan sakitnya. Pria Argentina itu meninggal dunia di rumahnya pada usia 60 tahun.

Video penghormatan yang berdurasi tiga menit, menampilkan holografik Maradona saat melakukan jugling dengan animasi bajunya berubah warna mewakili semua tim yang pernah dia bela.

Dalam tribut itu juga menampilkan beberapa momen ikoniknya di lapangan sepak bola, termasuk mengangkat Piala Dunia 1986 dan gol-golnya melawan Inggris.

Video diakhiri dengan pidato Maradona saat mengucapkan selamat tinggal kepada Boca Juniors pada tahun 2001 di stadion La Bombonera.

"Semoga pesta ini tidak pernah berakhir. Semoga cinta yang Anda miliki untuk saya tidak pernah berakhir," kata Maradona dalam video.

Video itu merupakan penghargaan yang menyentuh untuk pemain yang benar-benar luar biasa. Terlebih untuk sepakbola Argentina.



Lionel Messi, yang akan berusia 34 tahun akhir bulan ini, berharap untuk memenangkan turnamen besar pertamanya bersama tim nasionalnya. Jika juara dia ingin mempersembahkan trofi itu untuk sang mentor, Diego Maradona.

Messi memulai misinya dengan brilian saat dia melepaskan tendangan bebas melengkung yang indah saat melawan Chili di babak pertama.

Tapi pemain Argentina itu gagal mendapatkan tiga poin. Gol Vargas di menit ke-12 paska turun minum memaksa tim Tanggo harus mengakhiri laga dengan hasil imbang 1-1.

Messi kurang puas dengan penampilan Argentina malam itu.

“Kami tidak tenang, kami tidak memiliki kontrol bola,” kata Messi, kepada wartawan National News.

Sementara Lionel Scaloni mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya untuk menang pada malam itu.

“Kami pantas menang tetapi pada akhirnya kami seri. Bagaimanapun, ini hanya awal dari turnamen yang sangat sulit,” kata Scaloni.

"Saya hanya khawatir jika tim tidak menciptakan peluang. Yang penting adalah kami sudah menyusun strategi agar ada banyak pemain di dalam kotak. Dan hanya menunggu waktu untuk menjadikannya sebuah gol."

Sementara ini, dengan hasil imbang melawan Chili, Argentina berada di posisi 2 klasemen Grup A di bawah Paraguay yang berhasil mencuri point dari Bolivia.