Di usia 21 tahun harganya Rp1,2 triliun. Benar-benar pemuda yang menjanjikan.
Alexander Isak tidak lebih terkenal dari Erling Haaland atau Kylian Mbappé. Tapi, penampilan bersama Swedia di Euro 2020  benar-benar mencuri perhatian dengan meloloskan negaranya ke babak 16 besar sebagai juara Grup E.

Swedia yang tampil di Euro 2020 tanpa penyerang legendaris mereka, Zlatan Ibrahimovic, rasanya tidak perlu khawatir karena kini mereka memiliki pemian muda yang bermain gemilang untuk Real Sociedad itu.

Dalam pemberitaan media Eropa, penggemar bahkan pundit sepakbola, Isak digadang-gadang sebagai Ibrahimovic baru dari Swedia. Terbukti, sejauh ini dia telah mencetak lima gol dalam 22 penampilan untuk tim Skandinavia.

Pemuda Swedia itu tampil luar biasa di La Liga musim lalu bersama Sociedad dengan total mencetak 17 gol. Itu membuat Isak diminati beberapa tim besar Eropa. Pada musim yang sama, dia juga menjadi pemain termuda sejak Ronaldo Luis Nazario de Lima yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan berturut-turut di kompetisi paling tinggi di Spanyol itu.

Selama Euro 2020 berlangsung, Isak tampil sangat imperisf dan secara tidak langsung menjadi semacam "jimat" keberuntungan Swedia. Bahkan, dia sempat mendapatkan man of the match saat melawan Slovakia di pertandingan kedua Grup E.

Chelsea adalah salah satu tim yang tertari dengan Isak. Sebab, Thomas Tuchel mengenal striker muda itu dengan baik selama waktunya di Borussia Dortmund.



Tapi, manajemen Sociedad tampaknya telah bersikeras bahwa pemain jebolan AIK itu tidak akan dijual dengan harga kurang dari  60 juta pounds (Rp1,2 triliun). Tapi, The Blues sepertinya tetap bersikeras untuk membawa striker muda itu ke Stamford Bridge berapa pun harganya.

Arsenal adalah klub Liga Premier lainnya yang tertarik mendatangkkan Isak menurut The Athletic. Diklaim bahwa The Gunners akan bisa memiliki Isak jika mampu melepas salah satu pemain depan mereka di musim panas ini, salah satunya Pierre-Emerick Aubameyang.


Lalu siapa Alexander Isak?

Isak adalah striker berusia 21 tahun, lahir di Stockholm. Striker muda itu merupakan pemain nasional Swedia dan masuk dalam skuad 26 pemain Janne Andersson untuk Euro 2020.


Apa yang telah Isak capai sejauh ini ?

Dibesarkan di Stockholm oleh orang tua Eritrea, Isak memulai karier sepak bolanya saat baru berusia enam tahun, bergabung dengan klub masa kecilnya, AIK. Setelah melewati berbagai jenjang usia tim muda Swedia, Isak melakukan debut senior untuk tim utama pada Februari 2016. Dia turun dari bangku cadangan dalam 15 menit terakhir dari kemenangan 6-0 atas Slovakia. Isak langsung nencetak gol senior pertamanya.

Di musim pertamanya di level klub, dalam usia 16 tahun, dia mampu mencetak 11 gol dalam 26 penampilan bersama AIK. Pada Januari 2017, Isak membuat langkah besar dengan bergabung bersama raksasa Jerman, Borussia Dortmund, menandatangani kontrak dengan klub Bundesliga dalam biaya transfer sekitar 9 juta euro. 

Musim 2018/2019 bisa dikatakan sebagai musim yang mengecewakan untuknya di Jerman. Pemain Swedia itu kemudian bergabung dengan klub Belanda, Willem II, dengan status pinjaman pada Januari 2019. Terbukti, selama bermain di Belanda, dia sukses mencetak14 gol dalam 18 pertandingan, serta memberikan tujuh assist. Penampilan tersebut menarik perhatian Sociedad, yang mendatangkannya dengan kontrak lima tahun pada Juni 2019.

Musim pertamanya di Spanyol, dia sukses mencetak 16 gol di semua kompetisi. Tapi, dia hanya mampu mencetak sembilan gol dalam 37 pertandingan La Liga. Musim lalu adalah musim terbaiknya. Dia sukses mencetak 17 gol yang mengesankan dalam 34 penampilan La Liga.