Social distancing perlu dilakukan dengan upaya mengurangi penyebaran dan pencegahan virus Corona.
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020. Perpanjangan masa darurat ini, sebagaimana tercantum dalam surat keputusan yang telah diteken sejak 29 Februari 2020.

Wabah virus Corona yang statusnya sudah dinaikkan menjadi pandemi ini juga mengakibatkan kepanikan dan keresahan diberbagai negara. Bahkan beberapa negara sudah melakukan lockdown seperti China, Italia, Denmark, dan Selandia Baru hingga Perancis. Meskipun di Indonesia, Presiden Joko Widodo melarang pemerintah daerah menetapkan status 'lockdown' sebagai langkah pengendalian Corona atau Covid-19. Namun upaya pemerintah sudah terlihat dengan banyaknya daerah yang sudah melakukan social distancing atau menjaga jarak aman antara satu dan lainnya.

Namun hal yang membuat masyarakat resah adalah kurangnya edukasi terkait penyebaran serta pencegahan dari virus Corona ini. Hal ini justru membuat masyarakat melakukan hal-hal yang yang justru tidak membuat penyebaran virus Corona ini terhenti, seperti memborong stok makanan dalam junmlah besar, membeli masker dan handsanitizer secara berlebihan sehingga membuat masyarakat lain tidak mendapatkan jatah.

Stigma Masyarakat Awam Tentang Virus Corona

Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah masyarakat yang mengalami gejala-gejala terindikasi virus Corona seperti batuk, demam, dan pernapasan yang sesak, justru takut atau masih ragu memeriksakan diri kerumah sakit yang menjadi rujukan. Hal ini diakibatkan karena stigma masyarakat yang masih menganggap bahwa mereka yang terindikasi virus Corona harus dijauhi dari lingkungannya. Padahal pasien yang sudah sembuh dari virus Corona juga tidak sedikit jumlahnya. Seperti di Indonesia sendiri pasien yang positif virus Corona dan sudah dinyatakan sembuh sebanyak 7 orang. Stigma masyarakat ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi dan juga edukasi yang diberikan kepada mereka. Untuk itu diperlukan berbagai bantuan dari segala pihak untuk membantu masyarakat memahami apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk menghadapi virus Corona ini.

Cara Bersosialisasi di Tengah Wabah Corona

WHO telah merekomendasikan kepada Indonesia untuk melakukan sosialisasi terkait dengan upaya mengurangi penyebaran dan pencegahan virus Corona secara lebih lanjut. Salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Baik itu dalam pencegahannya, penyebarannya, hingga pengobatan virus Corona.

Upaya yang saat ini sudah diambil oleh pemerintah baik pusat ataupun daerah adalah dengan memberlakukan sistem social distancing. Pemrbelakuan sistem ini diharapkan mampu mencegah penyebaran dari virus Corona. Namun masih banyak masyarakat yang mengaggap remeh hal ini. Banyak yang masih berpergian atau berkumpul dikeramaian. Hal ini diakibatkan kurangnya sosialiasi baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Diberlakukannya social distancing menyebabkan berkurangnya aktifitas masyarakat. Hal ini menyebabkan berkurangnya sosialisasi diantara satu dan lainnya. Namun jangan khawatir, meskipun aktifitas anda lebih banyak dirumah, banyak hal yang dapat dilakukan, diantaranya:

➢ Work From Home



Work from home atau bekerja dari rumah mulai diterapkan diberbagai daerah di Indonesia. Terutama pada daerah dengan tingkat penyebaran virus Corona yang tinggi seperti Jakarta. Meskipun tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan dari rumah, namun upaya ini diharapkan mampu menekan penyebaran virus Corona. Cara bersosialasinya pun dapat melalui media online yang sudah banyak digunakan di Indonesia.

➢ Online Learning



Pembelajaran secara online juga mulai banyak diterapkan diberbagai kampus di Indonesia. Sama seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah pun menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Artinya mahasiswa diminta untuk melakukan segala bentuk pembelajaran secara daring atau online baik dengan menggunakan moodle ataupun media pembelajaran jarak jauh lainnya. Mahasiswa masih dapat tetap bersosialisasi dengan yang lainnya, tentunya dengan syarat tetap dapat menjaga kebersihan diri dan menghindari bertemu dengan orang banyak diluar rumah.

➢ Bersihkan Rumah



Membersihkan rumah menjadi pilihan lain dalam mengisi aktifitas dirumah. Mungkin saat sibuk bekerja diluar atau saat sibuk dengan urusan kampus, rumah menjadi tidak terurus. Inilah kesempatan yang bagus untuk mulai membersihkan rumah dari hal-hal yang paling kecil. Ini juga dapat menjadi salah satu cara agar dapat bersosialisasi dengan anggota keluarga lainnya. Anda dapat saling berbagi tugas, terkait dengan bagian rumah yang mana saja yang harus dibersihkan.

➢ Mencoba menu Masakan Baru



Sama halnya dengan membersihkan rumah, mencoba menu masakan baru juga dapat mengisi waktu luang selama berdiam dirumah. Dengan meningkatkan ketrampilan memasak juga sangat ampuh untuk membunuh waktu yang terasa sangat Panjang dirumah.

➢ Family Time



Nah ini yang akan sangat terlihat saat social distancing diberlakukan. Anda memiliki banyak sekali waktu bersama keluarga anda. Hal yang mungkin terasa agak sulit saat masih harus bekerja dikantor. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dirumah, semakin banyak pula ikatan yang terjalin diantara sesama keluarga. Selain itu penerapan social distancing ini juga dapat membantu keluarga untuk saling mengawasi satu sama lain. Jika dirasa ada anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala virus Corona, maka akan segara dapat dibawa kerumah sakit rujukan terdekat.