Alasan pemutusan hubungan kerja yang baru seumur jagung itu benar-benar lucu.
Bagaimana rasanya mengalami pemutusan kontrak kerja setelah kurang lebih dua pekan membubuhkan tanda tangan? Mantan bek sayap Manchester United asal Belanda, Alexander Buttner, punya kisahnya.

Bagi anda pendukung The Red Devils atau setidaknya penggemar Liga Premier, pasti kenal pemain yang satu ini. Buttler secara pribadi pernah dijamin oleh Sir Alex Ferguson untuk menjadi anggota skuad inti. Saat itu, Buttner sebenarnya  akan bergabung dengan Southampton yang baru dipromosikan pada musim panas 2012.

Tapi, ketika kesepakatan itu gagal, MU mengontraknya sebagai pelapis Patrice Evra yang mulai menua. Kepindahan senilai 4 juta pounds (Rp79 miliar) dari Vitesse Arnhem bahkan cukup mengejutkan bagi para pencari bakat MU sendiri. 

Ed van Stijn, yang mengepalai departemen rekrutmen Setan Merah di Belanda, sangat terkejut karena dia tidak berpikir bahwa Buttner hampir menjadi bek kiri terbaik di Eredivisie. "Setiap musim, MU meminta semua scout talent di Eropa untuk merilis daftar pemain temuannya," kata Van Stijn kepada Algemeen Dagblad. 

"Mereka meminta anda untuk membuat daftar lima pemain terbaik di liga untuk setiap posisi. Saya memilih Buttner di (posisi) tiga atau empat dalam daftar saya. Itu artinya saya tidak terlalu berharap dia akan dikontrak MU," tambah pria asli Belanda itu.

Tapi, penilaian Van Stijn ternyata berbeda dengan Ferguson. Pria Skotlandia itu terlihat sangat yakin dengan Buttner. "Alex adalah salah satu bek kiri muda terbaik di Eropa dan kami senang bisa mengontraknya. Dia pemain yang telah kami awasi dalam beberapa waktu. Dia memberi kami beberapa opsi yang sangat menarik," ucap Fergie saat itu.

Awalnya, Ferguson tampak benar memberikan kontrak lima tahun kepada Buttner karena pada penampilan perdana saat melawan Wigan Athletic. Saat itu, dirinya mencetak satu gol dan membuat assist dalam waktu tiga menit di babak kedua. Itu merupakan gol yang sangat bagus setelah melewati tiga pemain bertahan The Latics dan melakukan tembakan dari sudut sempit. 

Namun, seiring waktu, terlihat bahwa Buttner kekurangan kemampuan teknis dan mental untuk beradaptasi dengan Liga Premier, khususnya untuk berjuang menggeser Evra. Akibatnya, dia hanya membuat lima penampilan liga selama musim pertamanya di Old Traffords.

Pada hari terakhir musim 2012/2013, menjadi pertandingan bersejarah karena beberapa alasan. MU bermain imbang 5-5 di West Brom. Gol kedua dan terakhir Setan Merah diciptakan oleh Buttner untuk melengkapi kemenangan ke-20 klub sekaligus mengunci gelar juara. Itu juga merupakan pertandingan terakhir Ferguson sebelum pensiun.

Di akhir musim, Buttner mengklaim bahwa awal hidupnya yang buruk di sepakbola Inggris karena kerinduannya pada kampung halaman. Sepertinya, dia akan menemukan bentuk permainan terbaiknya di tahun kedua. 

Namun, hal-hal tidak berjalan seperti itu. Pengganti Ferguson, David Moyes, mendatangkan kerugian bagi Buttner. Dia hanya membuat beberapa penampilan pada musim 2013/2014, terutama ketika Evra menderita cedera pada akhir Maret. Lalu, ketika Louis van Gaal datang dan mengontrak Luke Shaw semusim setelah itu, Buttner akhirnya pindah ke Dynamo Moscow.

Buttner memang menikmati keberuntungan selama berkarier di Inggris. Pasalnya, lima penampilan sepanjang musim 2012/2013 ternyata sudah cukup untuk membuat dirinya memenuhi syarat untuk mendapatkan medali juara Liga Premier. Dia merasa bangga dengan waktunya di sana dan selalu ingin menunjukkan bahwa dia telah mencapai sesuatu yang tidak dimiliki oleh beberapa pemain terhebat Liga Premier.

"Siapa yang bisa mengatakan bahwa sulit untuk menjadi juara di Inggris? Saya bisa. Bahkan, Steven Gerrard tidak berhasil. Saya telah menjadi pemain sepakbola yang jauh lebih baik. Saya bermain di perempat final Liga Champions melawan Bayern Muenchen dan Arjen Robben," ujar Buttner kepada De Telegraaf.

"Saya mendengar orang-orang berbicara di TV bahwa saya hanya memainkan beberapa pertandingan. Tapi, saya memainkan lebih banyak pertandingan untuk MU daripada yang pernah saya impikan," tambah pemain kelahiran 11 Februari 1989 itu.

Setelah tiga tahun di Moscow, Buttner kembali ke Vitesse sebelum memulai petualangannya di Amerika bersama New England Revolution. Dia mengklaim bahwa dia menolak tawaran sejumlah klub dari Eropa, termasuk Glasgow Rangers, Glasgow Celtic, dan Fenerbahce.

Sayang, kontraknya dengan New England dibatalkan dengan persetujuan bersama pada bulan Januari 2021. Tidak ada alasan yang diungkap New England. Tapi, kemungkinan sama dengan yang dikatakan klubnya selanjutnya, Apollon Limassol.



Klub Siprus itu mengontrak Buttner pada Febuari 2021 atau beberapa pekan setelah berhenti sebagai pemain New England. Ini lebih ekstrim karena Buttner hanya berseragam Apollon selama 17 hari. Alasan yang diungkap adalah Buttner kelebihan berat badan. Alasan yang sama dengan New England bukan?

Berat badan Buttner terungkap setelah klub mengadakan tes medis lengkap. Klub menemukan berat badan Buttner tidak ideal. Akibatnya, kontrak yang seharusnya berlangsung hingga musim panas 2022 dihentikan setelah dia mengikuti latihan dalam kondisi yang buruk.

Namun, cerita-cerita ini dibantah oleh kubu Buttner, yang menuduh bahwa janji kontrak tidak ditepati dan bonus dibatalkan sepihak.

Setelah itu, Buttner kembali ke Belanda untuk menghabiskan enam bulan sebagai pengangguran. Dia berlatih mandiri di rumah dan sesekali mengikuti sesi latihan di mantan klubnya, Vitesse. Dan, sejak pertengahan Juli 2021, Buttner mendapatkan kontrak dari RKC Waalwijk untuk main di Eredivisie 2021/2022. Akhirnya!