Jadi saga transfer mana yang terbaik & terburuk?
Barcelona telah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pemain incaran sebagai kompetitor abadi Real Madrid. Tetapi tidak semua transaksi mereka sukses, bahkan beberapa kali menjadi bencana. Kami telah mengurutkan setiap jendela musim panas Barca sejak 2012 dari yang terburuk hingga yang terbaik.

10. Musim Panas 2021/2022

Dengan keuangan Barcelona yang masih belum stabil, El Barca tampak sangat kesulitan untuk mendatangkan pemain baru musim panas 2021/2022 ini.

Meski begitu, mereka berhasil mendapatkan beberapa pemain tambahan yang layak dengan transfer gratis, termasuk Eric Garcia dan Sergio Aguero. Keduanya tiba dari Manchester City, sementara Memphis Depay juga sudah membuktikan dirinya layak berada di Camp Nou.

Namun, semua itu tidak sepenuhnya menutupi lubang menganga di dalam tim Catalan. Musim panas ini akan selamanya dikenang sebagai saat dimana Lionel Messi pergi, tidak hanya pergi tetapi melakukannya secara gratis ke PSG.

Fans Barca masih berduka setelah Messi yang membantu klub memenangkan gelar hampir sendirian dengan lusinan gol yang dia cetak di setiap musim. Keadaan kian memburuk, Barca harus menjual beberapa pemain lainnya dengan harga murah untuk menyeimbangkan keuangan klub. Ilaix Moriba pergi ke RB Leipzig dengan harga 16 juta Euro (Rp 268 miliar) dan Emerson pergi ke Spurs seharga 25 juta Euro (Rp 419 miliar).




9.Musim Panas 2017/2018

Menjual seorang pemain seharga 222 juta Euro (Rp3,7 triliun) tentu tidak bisa dikatakan sebagai bisnis yang mengerikan. Tapi tidak ada keraguan bahwa Barca lebih memilih Neymar untuk tinggal. Kepindahannya ke PSG menandai sesuatu dari pergeseran tatanan dunia sepakbola di Camp Nou.

Namun, hal terburuknya adalah saat Barca berusaha menginvestasikan uang itu, termasuk memakai 105 juta Euro (Rp 1,7 triliun) untuk mendatangkan Ousmane Dembele dan 30 juta Euro (Rp 503 miliar) untuk Nelson Semedo.

Satu-satunya hal yang bisa dikatakan menguntungkan di jendela transfer saat itu setidaknya Barca tidak mendapatkan kesepakatan Philippe Coutinho sampai Januari berikutnya.


8. Musim Panas 2016/2017

Barcelona menghabiskan 90 juta Euro (Rp 1,5 triliun) untuk membeli Andre Gomes, Paco Alcacer dan Samuel Umtiti pada musim panas 2016. Mereka juga membiarkan Dani Alves pergi secara gratis. Cukup menjadi bukti bahwa Barca telah melakukan kesepakatan transfer yang buruk.


7. Musim Panas 2015/16

Dengan penjualan Gerard Deulofeu, Denis Suarez, Adama Traore dan Pedro, Barcelona sebenarnya tidak merugi dalam transfer. Tetapi uang yang mereka keluarkan memang sangat tidak bijaksana saat mendatangkan Aleix Vidal dan Arda Turan.

Vidal hanya memainkan 30 pertandingan liga selama tiga tahun di Catalonia, sementara Turan dipinjamkan ke Istanbul Basaksehir setelah dua musim dan akhirnya mendapatkan hukuman penjara dua tahun delapan bulan karena menggunakan senjata ditempat umum saat di Istanbul.

Terlepas dari kesepakatan tidak cerdas itu, Blaugrana masih bisa memenangkan La Liga, Copa del Rey dan Piala Dunia Antarklub saat Messi, Luis Suarez dan Neymar mencetak total 131 gol pada musim itu.


6. Musim Panas 2020/2021

Pada musim panas ini, ada dua hal yang cukup bertentang terkait saga transfer Barcelona. Di satu sisi, Barca berhasil mendapatkan kembali Semedo dan mendatangkan Pedri seharga 5 juta Euro (Rp 84 miliar) yang pada akhirnya bisa menjadi pembelian terbaik klub saat ini.

Di sisi lain, mereka membawa Miralem Pjanic seharga 60 juta Euro (Rp 1 trilin) dalam kesepakatan aneh dengan Juventus yang melibatkan Arthur dan membiarkan Luis Suarez pergi secara grati ke Atletico Madrid yang pada musim lalu sukses memenangkan gelar La Liga.




5. Musim Panas 2019/2020

Barcelona menerima total 100 juta euro (Rp 1,67 triliun) untuk Andre Gomes, Jasper Cillesen dan Malcom, dan dana segar itu kemudian digunakan untuk membeli beberapa pemain anyar.

Raksasa Spanyol itu sukses mendatangkan Frenkie de Jong, yang kini bersama Pedri bisa menjadi jenderal lini tengah mereka selama satu dekade ke depan.

Kemudian mereka menghabiskan 120 juta Euro (Rp 2 triliun) untuk Antoine Griezmann dan kita semua sudah tahu hasilnya.


4. Musim Panas 2018/2019

Kedua pemain Brasil yang ditandatangani pada musim panas 2018, Arthur dan Malcom tidak memenuhi harapan mereka.

Tapi Clement Lenglet direkrut Barca untuk menjadi bagian integral dari skuad saat ini dan telah membuat lebih dari 130 penampilan untuk klub. Sementara Arturo Vidal, mereka mendapat gelandang yang sangat kompeten secara gratis.

Mereka juga berhasil mendapatkan keuntungan sekitar 18 juta Euro (Rp 302 miliar) untuk penjualan Yerry Mina ke Everton.


3. Musim Panas 2012/2013

Seydou Keita dan Henrique pergi, kemudian manajemen klub mendatangkan Alex Song dan Jordi Alba. Song adalah pemain di skuad Barca yang berguna selama beberapa musim, Alba dalam performa yang benar-benar impresif, bahkan hingga saat ini.

Pemain Spanyol itu telah menjadi legenda klub, bermain lebih dari 350 pertandingan sejauh ini dan memenangkan lima gelar liga, lima Copa del Rey dan satu Liga Champions. Tidak heran keberadaanya sulit untuk digantikan.


2. Musim Panas 2013/2014

Musim 2013/2014 tidak begitu bagus untuk Barca. Mereka menjadi runner-up di La Liga dan Copa del Rey serta tersingkir dari Liga Champions di perempat final.

Tapi kedatangan Neymar adalah pencapaian besar, titik balik bagi skuad dan yang paling penting, serta berhasil mempecundangi Real Madrid yang telah menghabiskan waktu dan tenaga bertahun-tahun untuk mengejar tanda tangan pemain Brasil itu.

Dia memang tidak langsung membawa kesuksesan, tetapi Neymar membuktikan pembelian yang sangat baik, terutama bila dikombinasikan dengan bisnis musim panas berikutnya.




1. Musim Panas 2014/2015

Dan inilah jendela terbaik Barca dalam satu dekade terakhir. Ini adalah masa pemerintahan perdana presiden Josep Maria Bartomeu.

Setelah kepergian Victor Valdes, datanglah Marc-Andre ter Stegen dan Claudio Bravo untuk bersaing memperebutkan tempat No.1. Di lini tengah, Ivan Rakitic datang dari Sevilla untuk menggantikan Cesc Fabregas yang keluar dan pemain Kroasia itu masuk dengan sempurna.

Permata sejatinya adalah Luis Suarez. Kepindahan Alexis Sanchez senilai 42 juta Euro (Rp 705 miliar) ke Arsenal membantu keuangan klub. Pemain Uruguay itu akhirnya ditandatangani dengan mahar 82 juta Euro (Rp 1,4 triliun).

Selama 6 musim, eks pemain Liverpool itu sukses mencetak 198 gol untuk Barcelona dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga klub sepanjang masa.

Dia juga membantu membawa Barca meraih treble La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions di musim pertamanya sebagai bagian dari trio penyerang MSN.