Gianni Infantino Sindir Fans Inggris Jelang Piala Dunia FIFA
Ditulis oleh Dalu Ningrat NandikaRingkasan Berita
-
Gianni Infantino menyoroti persiapan Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko, serta tantangan dan harapan turnamen.
-
Infantino menanggapi kritik harga tiket Piala Dunia, menekankan permintaan tinggi meski harga mahal, terutama dari AS, Jerman, dan Inggris.
-
Infantino mengingatkan pentingnya persatuan dunia melalui sepak bola, meski ada larangan perjalanan yang mempengaruhi beberapa negara.
Gianni Infantino mengomentari fans Inggris jelang Piala Dunia 2026, menyoroti kritik dan antusiasme tiket.
Gianni Infantino dan Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik perhatian para penggemar sepak bola Inggris. Dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Infantino berbicara mengenai persiapan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bersama Arsene Wenger dan Alessandro Del Piero, Infantino menyoroti tantangan dan harapan dari turnamen mendatang.
Baca juga : Transfer Pemain Serie A pada 21 Januari: Fabbian, Bove, Bailey
Infantino, yang dikenal karena pandangannya yang tegas, tidak segan-segan menyindir para penggemar Inggris. Ia mengingatkan bahwa selama Piala Dunia 2022 di Qatar, tidak ada insiden besar yang melibatkan fans Inggris, sesuatu yang menurutnya sangat istimewa. Ini menjadi sorotan mengingat kritik yang sering diterima dari media Inggris terkait penyelenggaraan turnamen.
Kritik dan Antusiasme Tiket
Selain itu, Infantino juga menanggapi kritik dari media Jerman dan Inggris mengenai harga tiket Piala Dunia. Tahun lalu, Asosiasi Pendukung Sepak Bola Inggris menyebut harga tiket sebagai 'penghinaan yang konyol', dengan tiket final termurah mencapai £3,120. Namun, Infantino menjelaskan bahwa permintaan tiket mencapai 500 juta, jauh melebihi kapasitas yang tersedia, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para penggemar.
Infantino menekankan bahwa meskipun harga tiket tinggi, permintaan tetap membludak, terutama dari AS, Jerman, dan Inggris. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kritik, banyak yang tetap ingin berpartisipasi dan merasakan atmosfer Piala Dunia.
Di tengah semua ini, Infantino juga mengingatkan pentingnya persatuan dan perdamaian di dunia yang terpecah. Piala Dunia, menurutnya, adalah kesempatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya.
Namun, tidak semua negara dapat berpartisipasi sepenuhnya. Fans dari Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading tidak dapat menyaksikan tim mereka bermain karena larangan perjalanan yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Ini menambah lapisan kompleksitas dalam penyelenggaraan turnamen yang sudah penuh tantangan.
Infantino juga menyoroti hubungan dekatnya dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang sempat menimbulkan ketegangan terkait isu Greenland. Namun, ketegangan ini tampaknya mereda setelah Trump mengumumkan kesepakatan kerangka kerja masa depan terkait Greenland dan wilayah Arktik.
Dalam pidatonya, Infantino juga menggunakan analogi yang menarik dengan menggambarkan bola sepak sebagai 'instrumen ajaib' yang dapat mengubah orang menjadi bahagia. Ia mengajak audiens untuk melihat bagaimana sepak bola dapat membawa senyuman dan kebahagiaan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Secara keseluruhan, pernyataan Infantino di Davos menunjukkan bahwa meskipun ada kritik dan tantangan, semangat dan antusiasme untuk Piala Dunia tetap tinggi. Ini adalah kesempatan bagi dunia untuk bersatu dan merayakan olahraga yang dicintai banyak orang.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!