Berita

Paul Gascoigne Mengklaim Rahangnya Patah Setelah Nutmeg Pemain 'Keras'

Ringkasan Berita

  • Paul Gascoigne mengklaim rahangnya patah setelah nutmeg Billy Whitehurst dalam latihan.

  • Billy Whitehurst membantah klaim Gascoigne dan menegaskan insiden tidak terjadi seperti yang digambarkan.

  • Kisah ini menggambarkan intensitas persaingan sepak bola dan menjadi bagian dari legenda olahraga tersebut.

Paul Gascoigne mengungkapkan insiden rahangnya patah setelah nutmeg pemain 'keras' dalam latihan.

Paul Gascoigne, salah satu pemain sepak bola terbaik yang pernah ada, mengklaim bahwa rahangnya patah setelah melakukan nutmeg terhadap seorang pemain 'keras' dalam latihan. Gascoigne, yang kini berusia 58 tahun, dikenal karena karir gemilangnya di klub-klub seperti Newcastle United, Tottenham Hotspur, Lazio, Rangers, dan Everton. Selama karirnya, ia tampil dalam 468 pertandingan klub dan mencetak 110 gol. Ia juga meraih berbagai trofi seperti FA Youth Cup, FA Cup, Scottish Premier Division, Scottish Cup, dan Scottish League Cup.

Baca juga : Transfer Pemain Serie A pada 21 Januari: Fabbian, Bove, Bailey

Di level internasional, Gascoigne tampil 57 kali untuk tim nasional Inggris dan mencetak 10 gol. Karirnya berakhir pada tahun 2004 setelah bermain untuk Boston United. Dalam bukunya, Gascoigne mengklaim bahwa rahangnya patah oleh Billy Whitehurst, seorang pemain sepak bola yang dikenal keras, setelah Gascoigne melakukan nutmeg terhadapnya dalam latihan.

Pemain 'Keras' Billy Whitehurst

Billy Whitehurst, yang bermain untuk klub seperti Hull City dan Newcastle, mencetak 99 gol dalam 454 penampilan. Ia dikenal sebagai pemain dengan tekel yang keras, dan beberapa orang menyebutnya sebagai pemain paling keras dalam sepak bola. Vinnie Jones, dalam sebuah acara tur berbicara, pernah ditanya tentang menjadi pemain paling keras dalam sepak bola. Jones menunjuk ke barisan depan di mana Whitehurst duduk dan berkata, “Sebaiknya Anda bertanya pada pria itu.”

Whitehurst sendiri membantah klaim Gascoigne bahwa ia mematahkan rahangnya. Dalam wawancara dengan Matt Legg di Combat & True Crime Channel di YouTube, Whitehurst mengatakan, “Dia menulis dalam bukunya bahwa aku mematahkan rahangnya! Aku tidak mematahkan rahangnya, tapi dia berpikir aku melakukannya. Dia bilang dia melakukan nutmeg padaku dalam latihan dan aku berkata jika kau melakukannya lagi, aku akan mematahkan rahangmu, dan dia melakukannya lagi, jadi dia bilang dalam bukunya aku mematahkan rahangnya.”

Klarifikasi dari Whitehurst

Whitehurst melanjutkan, “Sebenarnya, aku tidak mematahkan rahangnya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada klaim dalam buku Gascoigne, Whitehurst menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi seperti yang digambarkan. Kisah ini tetap menjadi bagian dari legenda sepak bola, menggambarkan betapa intensnya persaingan dan interaksi antara pemain di lapangan.

Gascoigne dan Whitehurst, meskipun memiliki pandangan berbeda tentang insiden tersebut, tetap menjadi tokoh ikonik dalam sejarah sepak bola. Kisah ini mengingatkan kita pada masa-masa ketika sepak bola dimainkan dengan semangat dan intensitas yang tinggi, di mana setiap momen di lapangan bisa menjadi cerita yang dikenang selamanya.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!