Pemerintah Prancis Keluarkan Pernyataan Terkait Boikot Piala Dunia 2026
Ditulis oleh Atria WicaksanaRingkasan Berita
-
Prancis mempertimbangkan boikot Piala Dunia 2026 terkait sikap Trump terhadap Greenland.
-
Trump membatalkan rencana tarif setelah diskusi dengan Sekjen NATO, meredakan ketegangan.
-
Prancis dan Belanda tidak berencana boikot, menekankan pemisahan olahraga dan politik.
Pemerintah Prancis merilis pernyataan tentang potensi boikot Piala Dunia 2026 setelah ancaman Trump.
Prancis dan Potensi Boikot Piala Dunia 2026
Pemerintah Prancis baru saja mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan boikot Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen ini dijadwalkan untuk diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas mendatang. Kekhawatiran geopolitik semakin meningkat di kalangan pemimpin Eropa terkait sikap Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, dalam beberapa minggu terakhir. Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar AS mengambil alih Greenland dan mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan pada delapan negara, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, yang menentang sikapnya.
Baca juga : Berita Sepak Bola Terbaru, Analisis, Profil, Feature, Berita Sepak Bola Dunia dan Indonesia
Namun, pada Rabu malam, Trump tampaknya mempertimbangkan kembali posisinya setelah berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Dia mengumumkan di platform Truth Social bahwa dia telah mengadakan 'pertemuan yang sangat produktif' dengan Rutte, menambahkan bahwa mereka telah sepakat untuk membentuk 'kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, memang, seluruh wilayah Arktik.' Dia mengonfirmasi bahwa dia akan membatalkan rencana untuk memberlakukan tarif pada delapan negara Eropa tersebut.
Reaksi Pemerintah dan Asosiasi Sepak Bola
Ketegangan sempat meningkat hingga pada awal minggu, The Guardian melaporkan bahwa pertemuan telah diadakan antara 20 kepala asosiasi sepak bola. Dilaporkan bahwa, di antara topik lainnya, implikasi Piala Dunia menjadi bagian dari agenda jika niat Trump terhadap Greenland meningkat. Ketegangan tersebut tampaknya telah mereda, tetapi bagaimanapun, pemerintah Prancis menyatakan pada hari Rabu, sebelum pengumuman terbaru Trump, bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk tim nasional Prancis memboikot Piala Dunia.
Menteri Olahraga, Marina Ferrari, menyatakan: "Seperti yang terjadi sekarang, tidak ada keinginan dari kementerian untuk memboikot kompetisi besar ini. Sekarang, saya tidak akan mendahului apa yang bisa terjadi, tetapi saya juga mendengar suara-suara dari blok politik tertentu. Saya adalah salah satu yang percaya untuk menjaga olahraga terpisah dari politik. Piala Dunia adalah momen yang sangat penting bagi mereka yang mencintai olahraga."
Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa mereka juga tidak memiliki rencana untuk memboikot turnamen tersebut. Sekretaris Jenderal KNVB, Gijs de Jong, mengatakan kepada situs resmi KNVB: "Kami memantau perkembangan internasional dengan cermat, dalam konsultasi dengan FIFA, UEFA, Kementerian Luar Negeri, dan kedutaan setempat. Terserah pemerintah Belanda untuk menentukan posisinya terhadap perkembangan politik internasional. Kami selalu mengikuti pedoman pemerintah Belanda dan FIFA serta UEFA. Jika mereka menunjukkan bahwa perjalanan ke atau bermain di wilayah tertentu tidak diizinkan, kami tidak pergi."
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!