Berita

Barcelona Dekati Target Manchester United, Karl Etta Eyong

Barcelona mempertimbangkan Karl Etta Eyong sebagai opsi murah, namun akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan minat.

Karl Etta Eyong, striker Levante dan Kamerun, menjadi sorotan di awal musim La Liga tahun ini. Meski baru bergabung dengan Levante pada akhir Agustus, Etta Eyong telah menarik perhatian banyak klub besar. Salah satunya adalah Barcelona, yang sempat mempertimbangkan untuk merekrutnya sebagai opsi murah di lini depan. Namun, karena batasan gaji, Barcelona memutuskan untuk tidak melanjutkan minat mereka pada pemain berusia 22 tahun ini.

Baca juga : Pertandingan Krusial Liga Champions: Napoli vs Chelsea

Barcelona dan Pertimbangan Finansial

Barcelona, yang dikenal dengan julukan Blaugrana, menghadapi tantangan finansial yang memaksa mereka untuk lebih selektif dalam merekrut pemain. Meskipun Etta Eyong dianggap sebagai opsi yang terjangkau, klub ini lebih memprioritaskan penambahan bintang di lini depan. Hal ini membuat Etta Eyong tidak lagi menjadi bagian dari rencana mereka saat ini.

Awalnya, Barcelona melihat Etta Eyong sebagai peluang emas. Namun, kini ada klub-klub Liga Premier yang bersedia membayar mendekati, jika tidak seluruhnya, dari klausul rilisnya yang sebesar €30 juta (sekitar Rp 480 miliar).

Minat dari Manchester United dan Arsenal

Minat terhadap Etta Eyong tidak hanya datang dari Barcelona. Manchester United juga mengikuti perkembangannya, sementara Arsenal menjadi klub terbaru yang menanyakan biaya dan ketersediaannya. Jika harga €30 juta dianggap terlalu mahal bagi Barcelona, beberapa tim Inggris mungkin melihatnya sebagai peluang yang menguntungkan.

Saat ini, Etta Eyong tampaknya akan tetap bersama Levante, memimpin lini depan di bawah asuhan Luis Castro. Pertarungan untuk bertahan di La Liga menjadi fokus utamanya, sementara spekulasi transfer terus berlanjut.

Barcelona mengirimkan pengamat ke Piala Afrika untuk mengamati penampilannya bersama tim nasional Kamerun, yang dikenal sebagai Indomitable Lions. Namun, keputusan untuk tidak melanjutkan minat pada Etta Eyong menunjukkan bahwa klub ini lebih memilih pemain yang sudah mapan untuk menggantikan Robert Lewandowski di masa depan.

Dengan minat dari klub-klub besar Eropa, masa depan Etta Eyong di Levante menjadi bahan spekulasi. Apakah dia akan tetap di Spanyol atau pindah ke Inggris, hanya waktu yang akan menjawab.

Ketertarikan dari klub-klub Liga Premier menunjukkan bahwa Etta Eyong memiliki potensi besar. Namun, apakah dia bisa memenuhi ekspektasi di liga yang lebih kompetitif masih harus dilihat.

Barcelona, sementara itu, terus mencari opsi lain untuk memperkuat lini depan mereka. Dengan batasan finansial yang ketat, setiap keputusan transfer harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Keputusan Barcelona untuk tidak melanjutkan minat pada Etta Eyong mungkin mengecewakan bagi beberapa penggemar, tetapi strategi jangka panjang klub ini tetap menjadi prioritas.

Dengan banyaknya klub yang tertarik, Etta Eyong memiliki banyak pilihan untuk masa depannya. Apakah dia akan menjadi bintang di Liga Premier atau tetap bersinar di La Liga, kariernya pasti akan menarik untuk diikuti.

Barcelona, dengan sejarah panjangnya dalam mengembangkan pemain muda, mungkin telah melewatkan kesempatan untuk merekrut Etta Eyong. Namun, fokus mereka pada pemain yang lebih berpengalaman menunjukkan arah baru dalam strategi transfer mereka.

Keputusan ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi klub-klub besar dalam menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Bagaimanapun juga, Etta Eyong telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda yang paling menjanjikan di Eropa. Dengan atau tanpa Barcelona, masa depannya tampak cerah.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!