Kisah perjalanan Toppmoeller bertemu Nagelsmann.
Di balik kesuksesan seorang pelatih, ada peran asisten yang kurang begitu disorot. Kita ambil contoh pelatih muda Julian Nagelsmann.

Nagelsmann punya asisten yang jadi 'tangan kanannya' baik saat di RB Leipzig maupun sekarang saat menangani Bayern Muenchen. Asisten itu adalah Dino Toppmoeller, tetapi siapakah sebenarnya pria berusia 40 tahun itu?

Sebagai pemain, Toppmoeller menghabiskan sebagian besar waktunya di Bundesliga 2 dan divisi ketiga bersama VfL Bochum, Eintracht Frankfurt, Jahn Regensburg, dan Erzgebirge Aue.

Setelah beberapa pertandingan dengan Augsburg, dia bergabung dengan klub Luksemburg, F19 Dudelange, pada 2010. Dia mencetak tiga gol dalam lima pertandingan.

Faktanya, bersama Dudelange, dia mampu merebut tujuh trofi dalam empat musim. Dia bahkan mengantar klubnya merebut treble winners pada 2016/2017.

Sebelum kembali ke Luksemburg, Toppmoeller mengakhiri karier bermainnya bersama SV Mehring. Bersama dengan saudaranya, Tommy Toppmoeller, dia mengambil langkah pertamanya dalam dunia kepelatihan sebagai pemain-manajer Rhineland-Palatinate.

Tetapi, gaya kepelatihannya yang menarik membuat Dudelange mempekerjakannya sebagai pelatih.
Toppmoeller memimpin Dudelange meraih gelar Liga Luksemburg dalam tiga musim berturut-turut antara 2016 dan 2019. Pada periode itu, Toppmoeller menyelesaikan treble liga, piala, dan piala liga di musim pertamanya.

Dia juga membawa wakil Luksemburg ke babak penyisihan grup kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, di mana mereka sempat menghadapi AC Milan, Real Betis, dan Olympiacos.



Setelah itu, Leipzig memberi tawaran kepada Toppmoeller untuk menjadi bagian dari staf pelatih. Dari situ duet Nagelsmann dan Toppmoeller dimulai.

Sampai dengan Nagelsmann pindah ke Bayern, Toppmoeller ikut pindah dengan perannya yang masih sama.

Ketika Nagelsmann dinyatakan positif Covid-19, mau tak mau Toppmoeller harus menggantikan sementara posisi sebagai pelatih utama. Di bawah arahannya, Bayern meraih kemenangan Liga Champions saat menghadapi Benfica dan kemenangan Bundesliga atas Hoffenheim.

Tahukah kamu?

Toppmoeller adalah putra mantan pelatih Bayer Leverkusen, Klaus Toppmoeller, yang terkenal membawa Die Werkself ke final Liga Champions pada 2002 - tahun mereka juga menjadi runner-up di Bundesliga dan Piala DFB.

Sementara Dino mewarisi gen pelatih ayahnya, walau kepribadian mereka berbeda – setidaknya menurut ayahnya.

"Saya dulu berlomba ke lapangan untuk merayakan ketika tim saya mencetak gol, tapi Dino selalu santai," katanya. "Dia sama bahkan ketika kita berada di dalam mobil dan mungkin bertengkar."

Klaus mengatakan sifat itu tidak datang darinya. "Dia orang yang paling rendah hati - dia pasti mendapatkannya dari ibunya," tambah sang ayah.

Apa yang mereka katakan?

"Dino melakukan pekerjaan yang sensasional di Dudelange dan dia fasih berbahasa Prancis, jadi dia sangat cocok untuk kami," timpal Direktur Olahraga RB Leipzig, Markus KroSche, setelah menunjuk Toppmoeller.

“Kami mengobrol di telepon dan langsung tahu bahwa kami berada di gelombang yang sama; Dino adalah pria santai yang memiliki hati yang sangat besar dan pemahaman yang besar tentang sepakbola.”

“Dia adalah tambahan yang bagus untuk tim pelatih saya dan layak mendapat sorotan,” ujar Nagelsmann.

"Tentu saja keinginan dan ambisi saya untuk menjadi pelatih kepala sekali lagi suatu hari nanti, tetapi saat ini saya sangat senang dengan peran saya saat ini dengan Bayern Muenchen dan sama sekali tidak ada alasan bagi saya untuk ingin mengubah apapun," kata Dino Toppmoeller.