Analisis Peran Baru Lacazette di Arsenal Setelah Kepergian Aubameyang

"Tidak pernah mencetak gol, tapi selalu dimainkan. Kok, bisa? Ini analisisnya."

Analisis | 13 March 2022, 07:00
Analisis Peran Baru Lacazette di Arsenal Setelah Kepergian Aubameyang

Libero.id - Meski tidak pernah mencetak gol, Alexandre Lacazette sedang dalam performa bagus pada beberapa pekan terakhir. Jelang menghadapi Leicester City, Minggu (13/3/2022), kapten baru The Gunners itu membantu terciptanya tujuh gol dalam 10 pertandingan terakhir di Liga Premier.

Bukan rahasia jika Arsenal akan membenahi lini depan pada jendela transfer musim panas mendatang. Dengan kepergian Pierre-Emerick Aubameyang, dan Lacazette yang sudah memasuki enam bulan terakhir kontraknya, pergantian pemain akan dilakukan untuk musim depan.

Mikel Arteta akan beralih ke sesuatu yang baru, dengan setidaknya dua penyerang akan datang untuk menyegarkan lini depan Arsenal. Ini adalah langkah yang jelas dalam membangun kembali Arsenal. Dan, ini bisa menjadi bagian terpenting dari perombakan tim.

Arteta dan Direktur teknik, Edu Gaspar, telah membuktikan dengan transfer yang dilakukan pada awal musim 2021/2022. Keduanya bisa melakukan hal yang benar dalam mengidentifikasi dan mengamankan bakat pemain. Itu karena keenam pendatang baru memberikan dampak positif musim ini.

"Sekarang adalah saatnya kami harus pergi ke level yang berbeda. Kami telah mampu mendapatkan keseimbangan skuad dalam bentuk yang jauh lebih baik dan sekarang adalah saatnya untuk meningkatkan kualitas," kata Arteta jelang pertandingan kontra The Foxes, dikutip Goal UK.

Kekurangan Arsenal di beberapa area telah diatasi selama dua tahun terakhir. Tapi, satu hal yang belum tersentuh Arteta adalah mendatangkan penyerang. Kemungkinan besar, itu akan berubah pada musim panas ini. Fokus mereka adalah mencari pengganti Lacazette dan Aubameyang.

Lacazette dalam bahaya pengusiran karena statistik yang buruk. Para kritikus menunjuk pada fakta bahwa dia hanya mencetak tiga gol Liga Premier musim ini.

Tapi, jumlah gol tidak menceritakan kisah lengkap Lacazette di kompetisi. Ketika Bukayo Saka, Emile Smith Rowe, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard terus menjadi berita utama karena penampilan bagusnya, Lacazette terbukti menjadi perekat yang menyatukan wajah baru Arsenal.

Lacazette telah mengambil tanggung jawab ekstra sejak Aubameyang diasingkan setelah pertandingan melawan Everton pada 7 Desember 2021. Sikap tidak mementingkan diri sendiri serta kerja keras telah memungkinkan penyerang muda Arsenal berkembang di sekitar Lacazette.

Sejak kekalahan di Goodison Park, yang merupakan penampilan terakhir Aubameyang, Arsenal telah mengamankan 25 poin Liga Premier dari kemungkinan 30. Tidak ada tim lain yang memiliki akumulasi poin lebih banyak dari Arsenal pada periode tersebut.

Pada periode tersebut (10 pertandingan terakhir), Lacazette juga telah menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol (tujuh) daripada pemain lain. Bahkan, dua assist Lacazette dicetak melawan Watford pada pekan lalu. "Alex tahu pergerakan saya dan di mana saya berada. Sangat menyenangkan bermain dengannya," ucap Saka setelah mencetak gol dalam kemenangan 3-2 itu.

Arsenal tentu saja telah bertransformasi menjadi tim yang lebih menyerang sejak Arteta membuat keputusan untuk menggunakan Lacazette sebagai titik fokus lini depan.

Catatan di atas kertas menunjukkan, The Gunners rata-rata hanya mencetak 1,2 gol per pertandingan sebelum penampilan terakhir Aubameyang di laga versus Everton. Sejak itu, saat Lacazette bermain sebagai penyerang tengah, rata-rata mereka mencetak 2,3 gol.

Arsenal juga memiliki rata-rata melepaskan lebih banyak tembakan (17,8 berbanding 14,0), lebih banyak tembakan tepat sasaran (5,7 berbanding 4,8), dan lebih banyak sentuhan di kotak lawan (34,4 berbanding 23,1). Penguasaan bola juga telah meningkat menjadi 55,6 persen dibandingkan dengan 49,1 persen.

Yang paling penting, The Gunners sekarang rata-rata mengumpulkan 2,5 poin per game, dibandingkan dengan 1,5 di musim sebelumnya.

Jelas, ada faktor lain yang terkait dengan peningkatan itu. Tapi, kemampuan Lacazette untuk menahan bola dan menciptakan pemain seperti Saka, Martinelli, Smith Rowe, dan Odegaard telah menjadi faktor utama. "Lacazette membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik," kata Arteta.

"Dia memahami permainan dengan sangat baik. Dia pemain yang sangat cerdas dan tingkat kerjanya sangat fenomenal," tambah nakhoda berkebangsaan Spanyol tersebut.

Lalu, siapa target Arsenal di musim panas 2022? Penyerang Real Sociedad, Alexander Isak, adalah pemain yang dikagumi Arsenal. Begitu pula pemain Everton, Dominic Calvert-Lewin. Ada juga minat lama pada Jonathan David, yang tampaknya akan meninggalkan Lille di musim panas nanti.

Ketiganya dianggap cocok dengan profil yang dicari Arteta. Mereka muda, dan merupakan striker yang mobile. Mereka juga terhubung dengan baik dengan orang lain.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




Hasil Pertandingan Arsenal


  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Analisis

Artikel Pilihan


Daun Media Network