5 Klub dengan Pertahanan Terbaik di Serie A

"Nasib nomor 3 tak beruntung saat ini."

Analisis | 21 March 2022, 17:03
5 Klub dengan Pertahanan Terbaik di Serie A

Libero.id - AC Milan dan Juventus terkenal sebagai klub yang memiliki garis pertahanan terbaik sepanjang masa, tetapi mereka jelas bukan satu-satunya tim Italia yang mempunyai skuad lini belakang yang hebat.

Sepanjang awal 1990-an, Serie A secara luas dianggap sebagai kompetisi domestik terbaik di Eropa. Final All-Italia di panggung Eropa seringkali terjadi pada periode itu.

Di level domestik, perebutan Scudetto bahkan berjalan sangat ketat. Pada 1996/1997, Juventus mengalahkan Parma untuk gelar juara dengan keunggulan dua poin. I Bianconeri hanya kebobolan 24 gol sepanjang musim dan Parma hanya kebobolan 26 gol.

Pada musim 2001/2002, Juventus mengalahkan AS Roma dalam perburuan juara, unggul satu poin dan satu kebobolan lebih sedikit, 23 banding 24.

Kembali pada musim 1993/1994, AC Milan berjuang meraih gelar dengan hanya kebobolan 15 kali.

Itu lebih dari cukup untuk menunjukkan bagaimana kokohnya lini belakang klub-klub Serie A. Periode 1990-an adalah masa keemasan bagi sepakbola Italia, terutama untuk lini belakang. Inilah 5 klub Serie A dengan lini belakang terbaik:

1. AC Milan 1993/1994

AC Milan memiliki bek-bek terbaik di generasinya musim itu. Duet bek tengah antara Franco Baresi dan Alessandro Costacurta. Lalu, ada Mauro Tassotti di posisi bek kanan dan Paolo Maldini yang legendaris di sayap kiri.

Sementara itu, ada juga bek pelapis yang tak kalah tangguh seperti Christian Panucci, yang tampil gemilang pada final Liga Champions 1994. Panucci mengisi posisi bek sayap kiri bersama Filippo Galli di tengah untuk menggantikan Baresi dan Costacurta yang diskors.

I Rossoneri mengalahkan Barcelona besutan Johan Cruyff malam itu, dengan empat bek yang kehilangan dua pemain kuncinya menjaga clean sheet.

2. AC Milan 2002/2003

Masih skuad I Rossoneri. Meskipun pada musim itu AC Milan berada di urutan ketiga pada 2002/2003, tetapi perlu dicatat Milan hanya kebobolan 30 gol – hanya satu gol lebih banyak dari juara bertahan Juventus – mereka mengalahkan Juve di final Liga Champions dengan salah satu penampilan bek paling berkesan sepanjang masa.

Di depan kiper Brasil, Nelson Dida, ada empat bek tangguh : Kaladze, Maldini, Nesta, dan Costacurta.
Keempat bek itu menjaga Dida tetap clean sheet selama 120 menit dalam apa yang dikenang sebagai salah satu final paling sulit sepanjang masa (meskipun Costacurta diganti di babak kedua setelah menerima kartu kuning).

Kemenangan AC Milan akhirnya datang melalui adu penalti.

3. Parma 1998/1999

Sebelum dia direbut oleh Juve, Thuram adalah bagian dari Parma yang mengandalkan para bek briliannya, dengan pemain seperti Roberto Sensini, Antonio Benarrivo, dan Fabio Cannavaro yang masih muda memberikan keunggulan kuat bagi tim yang berani.

Ketika I Crociati memenangkan Piala UEFA pada 1999 – tentu saja puncak kejayaan mereka pada periode 1990-an – mereka melakukannya dengan tiga bek Cannavaro di kiri, Thuram di kanan, dan Sensini yang serba bisa di tengah.

Thuram sangat terlibat dalam dua gol mereka saat mereka mengalahkan Marseille 3-0 di Moskow, saat pertahanan berubah menjadi serangan dalam kelas master taktis yang diselenggarakan oleh manajer Alberto Malesani.

Dua musim sebelumnya, para bek Parma yang sama (walaupun dengan beberapa variasi taktis pada pertahanan itu) berakhir sebagai runner-up di bawah Juventus, dan mungkin bisa memenangkan Serie A jika penyerang mereka menyamai performa mereka di lini belakang.

4. Inter Milan 1997/1998

Hal yang sama dapat dikatakan tentang Inter Milan di pengujung musim 1997/1998, di mana mereka kebobolan 27 gol – satu gol lebih sedikit dari Juventus yang kembali menjadi juara.

Kokohnya lini belakang I Nerrazurri itu tak lain karena  garis pertahanan yang dijaga oleh Salvatore Fresi, Francesco Colonnese, Javier Zanetti, dan Taribo West.

Dari sisi pertahanan, bisa dikatakan musim itu merupakan salah satu era keemasan Inter Milan. Tidak hanya solid di atas lapangan hijau, Javier Zanetti dkk juga kompak sebagai individu di luar urusan sepakbola.

5. Juventus 2001/2002

Ketika Juventus kebobolan 23 gol di musim 2001/2002, mereka melakukannya dengan pertahanan yang sangat rapat dan sulit ditembus oleh pemain lawan yang terdiri dari Thuram, Ferrara, Gianluca Zambrotta, dan Mark Juliano.

Mereka didukung pemain pelapis yang tak kalah hebat, seperti Alessandro Birindelli, Gianluca Pessotto, serta Michele Paramatti.

Hanya saja disayangkan waktu itu Gianluigi Buffon yang baru tiba dari Parma masih terlalu muda dan belum bermain pada level terbaiknya.

Siapa pun yang menonton sepakbola Italia secara teratur akan mengingat lini belakang Juventus merupakan yang terbaik pada zamannya.

(mochamad rahmatul haq/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Analisis

Artikel Pilihan




Daun Media Network