Peringkat 10 Pemain Top yang Tak Pernah Main di Piala Dunia

"Dua legenda masih gagal walau bermain bersama tiga negara."

Analisis | 10 April 2022, 00:40
Peringkat 10 Pemain Top yang Tak Pernah Main di Piala Dunia

Libero.id - Bermain di Piala Dunia mewakili negara menjadi momen paling berharga dalam karier seorang pesepakbola. Setiap empat tahun sekali turnamen sepakbola terbesar itu disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Sayangnya, karena berbagai alasan, banyak pemain top tidak pernah bermain di panggung terbesar itu.

Kami melihat 10 pesepakbola hebat yang tidak pernah mengalami bagaimana atmosfer bermain di Piala Dunia.

10. Ian Rush (Wales)

Ian Rush adalah pesepakbola hebat meski negaranya (Wales) tidak akan pernah bisa mencapai putaran final Piala Dunia. Rush merasakan kesuksesan besar dengan klubnya, Liverpool, dengan mencetak rekor gol sepanjang masa dengan 346 gol di semua kompetisi.

Rush bermain untuk Wales dari 1980 hingga 1996 dengan mencetak 28 gol dalam 78 penampilan. Namun, Wales tidak pernah mencapai final Piala Dunia. Kondisi itu sangat menyedihkan untuk seorang pemain yang kariernya membentang selama 23 musim.

9. Bernd Schuster (Jerman Barat)

Gelandang Jerman yang tangguh ini mempunyai karier yang sukses saat memperkuat klub-klub elite seperti Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Tapi, dia tak pernah bisa merasakan hal yang sama di tingkat negara.

Schuster mewakili Jerman Barat dan memenangkan Kejuaraan Eropa 1980 dan juga terpilih sebagai pemain terbaik kedua di turnamen tersebut. Namun, dia berselisih dengan manajemen dan ofisial Jerman setelah dia menolak untuk bermain dalam sebuah pertandingan. Dia melakukan itu agar bisa pulang menyaksikan kelahiran putra keduanya.

Kemudian, Schuster mengumumkan pensiun dari timnas pada usia 24 tahun setelah hanya bermain sebanyak 21 kali. Itu sebabnya dia tidak pernah mewakili Jerman di Piala Dunia.

8. Jari Litmanen (Finlandia)

Banyak yang menganggap Litmanen sebagai pemain Finlandia terhebat yang pernah bermain sepakbola kompetitif. Litmanen adalah penyerang terkenal yang secara konsisten mencetak gol untuk Ajax dan kemudian membela Inter Milan.

Tapi, Litmanen kurang beruntung mewakili negara yang belum pernah lolos ke Piala Dunia. Litmanen memainkan 137 pertandingan untuk Finlandia selama 21 tahun kariernya, tetapi tidak pernah bermain di pertandingan Piala Dunia.

7. Eric Cantona (Prancis)

Pemain yang dikenal tempramental satu ini mencapai kesuksesan besar bersama Manchester United. Dia memenangkan empat gelar liga dalam lima tahun. Namun, di level negara, kariernya merupakan pengalaman pahit dengan sejumlah kontroversi.

Memulai debutnya di akhir 1980-an, Cantona malah berselisih dengan pelatih saat itu, Henri Michel. Itu membuat pelatih enggan memainkannya dalam pertandingan reguler untuk Prancis.

Namun, pada masa puncaknya, Prancis gagal lolos ke Piala Dunia edisi 1990 dan 1994.

Di timnas Prancis, Cantona mencetak 20 gol dalam 45 penampilan. Dia pensiun dari timnas pada 1995 sebelum edisi 1998 ketika Les Bleus berjaya di kandang sendiri.

6. Ryan Giggs (Wales)

Ryan Giggs mencapai hampir segalanya dengan Manchester United dalam karier klubnya yang panjang. Dalam 24 tahun, Giggs memenangkan Liga Premier 13 kali, Liga Champions dua kali, dan memenangkan 4 Piala FA.

Sayangnya, Giggs berasal dari Wales, negara yang tak banyak berpartisipasi di level Euro, apalagi Piala Dunia pada masanya.

Selama 16 tahun karier di timnas antara 1991 dan 2007, Giggs bermain 64 kali untuk Wales dengan mencetak 12 gol. Tapi, dia tidak pernah bisa bermain di Piala Dunia karena Wales tidak pernah maju melampaui tahap play-off kualifikasi. Dia hanya berhasil mewakili Inggris di Olimpiade 2012.

5. Duncan Edwards (Inggris)

Mungkin yang paling tidak beruntung adalah Duncan Edwards. Dia adalah salah satu dari generasi tragedi "Busby's babes" yang memenangkan dua gelar Liga Inggris bersama Manchester United pada 1956 dan 1957 dan ditakdirkan untuk menjadi salah satu pemain Inggris terhebat.

Pada usia 21 tahun, Edwards adalah salah satu dari delapan pemain yang tewas dalam bencana udara Munich. Pada saat kematiannya, dia telah membuat 18 penampilan untuk Inggris di mana dia telah mencetak lima gol.

Sir Bobby Charlton, pemenang Piala Dunia bersama Inggris pada 1966 sekaligus mantan rekan setimnya di Old Trafford, pernah berkata: "Duncan Edwards adalah satu-satunya pemain yang pernah membuat saya merasa rendah diri."

4. Laszlo Kubala (Spanyol)
 
Seorang pemain hebat Barcelona. Kubala adalah penyerang hebat yang dikenal karena penyelesaian akhir yang tajam. Dia mewakili tiga negara berbeda selama kariernya, tetapi tidak pernah cukup beruntung untuk berpartisipasi di Piala Dunia.

Ketika dia bermain untuk Cekoslowakia dan Hungaria, mereka tidak lolos ke Piala Dunia. Kemudian, dia mulai bermain untuk Spanyol, dan dia termasuk dalam skuad Piala Dunia 1962 Spanyol. Namun, cedera membuatnya tidak bisa tampil.

3. George Weah (Liberia)

George Weah adalah striker hebat yang membuat jejaknya di Ligue 1 dengan bermain bersama AS Monaco dan Paris Saint-Germain. Weah mencapai puncaknya saat bermain untuk klub elite Italia, AC Milan, dari 1995 hingga 2000.

Dia juga pemain Afrika pertama yang memenangkan Ballon d'Or dan terpilih sebagai pemain Afrika terbaik tiga kali. Tapi, mimpi bermain di Piala Dunia tidak pernah terwujud bagi Weah, karena Liberia terlalu lemah untuk mendapatkan slot di Piala Dunia.

Selama 20 tahun yang panjang untuk Liberia, Weah mencetak 22 gol dalam 60 penampilan. Tetapi, dia tidak pernah bermain di turnamen Piala Dunia.

2. George Best (Irlandia Utara)

Legenda Manchester United ini digambarkan sebagai “pemain terhebat yang pernah mengenakan kaus hijau Irlandia Utara”. Dia bermain sebanyak 37 kali untuk negaranya dengan mencetak sembilan gol.

Selama karier bermainnya, Irlandia Utara pernah lolos ke Piala Dunia 1974 dan 1978. Tetapi, ketika Irlandia Utara berhasil masuk kembali ke Piala Dunia 1982, Best melewati performa terbaiknya karena usia dan kecanduan alkohol dan tidak dipilih dalam skuad.

1. Alfredo Di Stefano (Argentina/Kolombia/Spanyol)

Di Stefano; Penyebutan nama ini saja sudah membuat fans Real Madrid bernostalgia. Pria Amerika Latin itu sukses besar dalam karier klubnya.

Menariknya, kisah Di Stefano mirip dengan Kubala karena dia tidak pernah bisa bermain di Piala Dunia, meskipun dia mewakili tiga negara yang berbeda – Argentina, Kolombia, dan Spanyol. Dia mewakili negara kelahirannya Argentina ketika Tim Tango lolos ke Piala Dunia 1950 di Brasil.

Sayangnya, Argentina menarik diri dari turnamen dengan alasan keamanan. Pada 1954, dia didiskualifikasi oleh FIFA karena klaim Argentina dan Kolombia.

Setelah pindah ke Real Madrid, dia memutuskan bermain bersama Spanyol dan berhasil mendapatkan kewarganegaraan Spanyol tepat waktu sehingga dia bisa bermain di Piala Dunia. Namun, Di Stefano masih belum bisa bermain karena Spanyol gagal lolos ke Piala Dunia 1958.

Pada 1961, dia membantu Spanyol lolos ke Piala Dunia 1962 yang diadakan di Chile. Semuanya sudah siap sebelum tragedi itu terjadi lagi karena dia harus absen dari turnamen karena cedera otot.
Setelah itu, dia pensiun dari karier bermainnya tanpa bermain di Piala Dunia.

(mochamad rahmatul haq/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network