5 Pemain yang Kehilangan Kecepatan karena Cedera

"Dua pemain berasal dari Brasil."

Analisis | 22 April 2022, 20:51
5 Pemain yang Kehilangan Kecepatan karena Cedera

Libero.id - 3. Alexandre Pato

Pato adalah pemain yang cepat, kreatif, dan memiliki teknik yang sangat bagus untuk mencetak gol. Dia dianggap sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di masa mudanya dan juga dipandang sebagai masa depan timnas Brasil.

Kesuksesan Pato bisa dibilang saat dia bermain untuk AC Milan. Penyerang itu membuat kesan yang luar biasa dalam tiga musim pertamanya di San Siro. Tetapi, cedera yang terus-menerus membuat dia memiliki waktu bermain yang terbatas untuk musim-musim berikutnya, dan ini menyebabkan performanya menurun drastis.

Pato kemudian dijual ke Corinthians pada 2013. Setelah gagal membuat kesan di sana, dia menghabiskan musim 2014/2015 dengan status pinjaman di Sao Paulo.

Pato, yang bisa bermain di semua posisi di lini depan, hanya membuat 117 penampilan liga dalam lima musim yang sarat cedera di Milan, dengan mencetak 51 gol. Kariernya yang menjanjikan terganggu oleh cedera berulang kali yang memengaruhi beberapa keahliannya dalam mencetak gol, kecepatan yang dia gunakan untuk mengalahkan pemain bertahan secara rutin hilang karena cedera.

4. Fernando Torres

Torres adalah salah satu penyerang paling lengkap di masa jayanya. Pemain timnas Spanyol itu adalah striker yang mahir secara teknis dengan banyak keterampilan, meskipun dia juga salah satu striker tercepat dalam permainan di masa jayanya.

Tapi, karena cedera yang dialami membuat performanya menurun drastis, terutama dalam hal kecepatan.

Produk Akademi Atletico Madrid itu memulai kariernya di Vicente Calderon pada 2001 dan memantapkan dirinya sebagai favorit fans selama enam musim. Itu pula yang membuatnya direkrut Liverpool dengan rekor klub 20 juta pounds (Rp 374 miliar).

Setelah memenangkan banyak penghargaan bersama The Reds, Torres kemudian pindah ke Chelsea dengan harga 50 juta pounds (Rp 936 miliar).

Torres berjuang untuk memantapkan dirinya sebagai starter dalam empat musim di Stamford Bridge, tapi dia hanya memenangkan Liga Champions dan Liga Europa.

Torres kemudian dijual ke AC Milan. Tapi, dia juga gagal tampil mengesankan di Serie A dan dijual ke Atletico Madrid. Setelah itu, dia pindah ke Jepang dan mengumumkan pensiun pada 2019.

5. Radamel Falcao

Radamel Falcao telah digambarkan sebagai salah satu pencetak gol paling alami di dunia. Di masa jayanya, pemain Kolombia ini memiliki kemampuan beradaptasi di sebagian besar posisi dan bisa mencetak gol dengan berbagai bagian tubuhnya.

Dia adalah salah satu striker paling produktif sepanjang karirnya, bermain untuk klub seperti River Plate, Porto, Atletico Madrid, dan AS Monaco. Falcao memulai kariernya di tim Argentina, River Plate, dan bermain selama empat musim. Falcao mencetak 34 gol dalam 90 penampilan, dan memenangkan Divisi Primer pada 2008.

Falcao kemudian bermain selama dua tahun di Porto, di mana dia mendapat beberapa penghargaan dan mencetak banyak gol. Itu membuat klub Spanyol memboyongnya dengan harga 40 juta euro (Rp 622 miliar) dan bermain di Atletico Madrid.

Rekor menakjubkan pemain timnas Kolombia itu menjadi lebih baik setelah pindah ke La Liga. Dia berhasil mencetak 52 gol hanya dalam 68 pertandingan, menjadikannya pencetak gol terbaik ketiga di Liga Spanyol setelah Messi dan Ronaldo.

Falcao menghabiskan dua tahun yang cukup sukses di Vicente Calderon. Setelah itu, dia dibeli oleh perusahaan Prancis yang ambisius dan kaya uang, Monaco.

Setelah berjuang untuk beradaptasi dengan kehidupan di Monaco, Falcao mengalami cedera lutut di pertengahan musim, yang membuatnya absen di sisa musim 2013/2014 serta Piala Dunia 2014.

Dia bergegas kembali bermain setelah pulih dari cedera, tapi sayangnya performanya menurun drastis. Bahkan, pinjaman di Manchester United dan Chelsea tidak cukup untuk mengembalikan striker itu ke performa terbaiknya.

Falcao memiliki kemampuan luar biasa untuk mengontrol kecepatannya dan menggunakannya melewati pemain bertahan kapan pun dia membutuhkannya, tapi keahliannya itu hilang setelah kembali pulih dari cedera saat bermain untuk Monaco.


(atmaja wijaya/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network