Bagaimana Kariernya? 10 Pemain Termahal di MLS

"Terdapat tiga legenda asal Inggris,"

Feature | 22 June 2022, 07:46
Bagaimana Kariernya? 10 Pemain Termahal di MLS

Libero.id - Major League Soccer atau sering disebut MLS adalah kompetisi sepakbola papan atas di Amerika Serikat. Meski tak sekelas Liga Premier atau La Liga, tetapi MLS juga tak kalah bergengsi dengan pemain-pemain bintang Eropa yang mampu mereka datangkan untuk berkarier di kompetisi ini.

Biasanya, para pesepakbola bintang Eropa pergi ke MLS menjelang akhir karier mereka. Dengan beberapa nama besar telah menghiasi kompetisi MLS sejak didirikan pada 1995, termasuk David Beckham, Thierry Henry, dan Andrea Pirlo.

Dan, tentu saja, mereka diboyong dengan harga yang tidak sedikit dan gaji yang tinggi. Namun, tiga pemain itu tidak masuk dalam daftar ini.

Baru-baru ini, Lorenzo Insigne dilaporkan akan menjadi pemain termahal dalam sejarah MLS ketika dia bergabung dengan Toronto FC pada Juli 2022. Dia bisa menghasilkan USD12,42 juta (Rp 184 miliar) setahun.

Tapi, siapa saja 10 pemain dengan bayaran tertinggi saat ini dalam sejarah MLS dan bagaimana karier mereka?

10. David Villa – USD5,61 juta (Rp 83 miliar)

Sebagai legenda sepakbola Spanyol, Villa pindah ke New York City FC setelah menjalani masa-masa indah di Valencia, Barcelona, dan Atletico Madrid, di mana dia memenangkan tiga gelar La Liga, satu Liga Champions, dua Copa del Rey, dan beberapa piala super.

Sementara di level internasional bersama timnas Spanyol, Villa memenangkan Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Karena itu, tidak heran New York City bersedia mengeluarkan uang besar untuk membawanya bermain di MLS pada 2014.

Mantan bintang Barcelona itu bermain selama lima musim (2014-2018) dan berhasil mencetak 80 gol dalam 126 pertandingan di Amerika Utara.

9. Jermain Defoe – USD6,00 juta (Rp 89 miliar)

Defoe menjadi pemain pertama yang datang ke MLS dari tiga orang Inggris dalam daftar ini, Defoe juga merupakan salah satu pemain termahal dalam sejarah MLS ketika dia bergabung dengan Toronto FC pada 2014.

Namun, bisa dibilang kariernya tidak begitu sukses di MLS lantaran cedera. Defoe memulai dengan baik, mencetak 12 gol dalam 21 pertandingan pertamanya. Tapi, cedera menghentikan kemajuannya dan dia kemudian berselisih dengan hierarki Toronto.

“Saya pribadi tidak berpikir Defoe akan kembali,” kata Presiden Toronto FC, Tim Leiweke saat Defoe pulih.

“Jika dia tidak ingin berada di sini, singkirkan dia. Jika Anda tidak ingin berada di sini, menyingkirlah dari kami," tambahnya.
Defoe kemudian kembali ke Inggris bersama Sunderland setahun setelah dia meninggalkan Spurs.

8. Michael Bradley – USD6,00 juta (Rp 89 miliar)

Bradley menandatangani kontrak dengan klub yang sama dengan Defoe. Dia mendapat bayaran yang sama persis dengan gaji Bradley, sehari sebelum kedatangan mantan pemain Tottenham itu.

Namun, karier mereka berdua berjalan berbeda. Bradley bermain hingga  menjadi legenda di Toronto, bermain lebih dari 250 pertandingan dan memenangkan Piala MLS dan trofi Shields pada 2017.

Meskipun gajinya sekarang telah dikurangi secara signifikan lantaran penurunan performa, tapi Bradley tetap menjadi bagian penting dari skuad Toronto.

Mereka berharap kedatangan Insigne menyuntikkan sedikit energi yang sangat dibutuhkan ke dalam tim yang menyelesaikan musim 2021 di urutan kedua terbawah.

7. Frank Lampard – USD6,00 juta (Rp 89 miliar)

Pria New York City FC lainnya, Lampard pindah ke klub City Group setelah satu musim dihabiskan di cabang Manchester.

Saat bermain untuk Manchester City, Lampard cukup produktif. Dia bermain selama 18 bulan bersama Pirlo dan Villa di MLS, tapi terganggu oleh cedera saat usia mulai terlihat tak mendukung untuk pemain yang sudah berusia 37 tahun saat dirinya bergabung.

Karena itu, Lampard hanya berhasil mencetak 15 gol dalam 31 pertandingan, tapi bukanlah hasil yang buruk.

Ketika dia pergi, pelatihnya Patrick Vieira berkata: “Semua orang berbicara tentang rekor gol Frank dari lini tengah, tetapi saya dapat memberi tahu Anda setelah satu tahun bekerja dengannya, dia membawa lebih banyak hal ke tim daripada sekadar gol.”

“Apa yang dibawa Frank ke ruang ganti adalah sesuatu yang sama pentingnya – pengalamannya, mentalitas elitnya, dan bimbingannya untuk anggota skuad kami yang lebih muda telah sangat membantu kami,” ujarnya saat itu.

6. Javier Hernandez – USD6,00 juta (Rp 89 miliar)

Pemain yang kerap disapa Chicharito ini pernah menjadi pemain favorit di Liga Premier, begitu pula saat dia bermain di MLS untuk LA Galaxy. Klub memberinya USD6 juta (Rp 89 miliar), setahun untuk bergabung dengan mereka pada 2020.

Chicharito menjalani musim debut yang kurang maksimal di La Galaxy. Dia hanya mencetak dua gol dari 12 pertandingan setelah kepindahannya dari Sevilla. Akan tetapi, setelah bisa beradaptasi dengan baik, musim berikutnya dia mencetak 17 gol saat timnya baru saja melewatkan babak play-off.

Hat-tricknya melawan New York Red Bulls pada April membuat para fans bangga dengan pemain asal Meksiko tersebut.


(atmaja wijaya/yul)

Selanjutnya

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network