Kisah Emmanuel Adebayor Dapat Rp 9 Miliar Akibat Dipecat Sepihak Klub Paraguay

"Pernah bikin marah besar fans Arsenal."

Analisis | 07 July 2022, 00:08
Kisah Emmanuel Adebayor Dapat Rp 9 Miliar Akibat Dipecat Sepihak Klub Paraguay

Libero.id - Mantan striker Manchester City dan Arsenal, Emmanuel Adebayor, belum lama ini mendatangkan sejumlah uang panas yang didapatnya dari pengadilan FIFA atas 'pemecatan sepihak klub yang tidak adil'.

Adebayor diketahui bergabung dengan tim Paraguay, Olimpia, pada awal 2020, beberapa bulan sebelum dunia dilanda pandemi COVID. Selanjutnya, sepakbola ditutup selama berbulan-bulan. Ketika pertandingan mulai dilanjutkan, bintang asal Togo itu dipecat pada Juni di tahun yang sama.

Pemain berusia 38 tahun itu membuat total empat penampilan untuk klub dan memutuskan pemecatannya sangat tidak adil, yakni sepihak dan tidak sesuai dengan kontrak. 

Adebayor kemudian menempuh jalan hukum, terbukti klubnya bersalah dan FIFA telah memerintahkan Olimpia untuk membayar USD 510.000 (420.000 pounds) atau sekitar Rp 9 miliar kepada Adebayor, ditambah bunga 12% tambahan yang berlaku hingga 2020, menyusul keputusan pengadilan berikutnya.

Presiden baru Olimpia, Miguel Cardona, mengatakan: “Tidak ada yang bisa kami lakukan tentang kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya, tetapi klub akan mengubah kebijakannya tentang gaji, dan memberlakukan batas gaji.”

“Kami memiliki permintaan pembayaran dari Adebayor. Kami tahu dia mendapat USD200.000 / Rp 3,1 miliar sebulan.”

Sebelum bermain di Amerika Selatan, Adebayor bermain untuk tim Turki Kayserispor, dengan total delapan penampilan, mencetak dua gol. Dia juga bermain untuk Istanbul Basaksehir, membuat lebih dari 70 penampilan dan mencetak 28 gol.

Adebayor menjadi terkenal selama waktunya di Arsenal. Dia mencetak 30 gol di musim 2007/2008. Adebayor sebelumnya menuduh klub memilih uang daripada dia, setelah dia pindah ke Manchester City dalam kesepakatan yang diyakini bernilai 25 juta pounds / Rp 452 miliar.

Saat itu, Adebayor berbicara tentang kepergiannya dari London Utara dan hubungannya dengan manajer saat itu, Arsene Wenger.

“(Agen saya) tidak benar-benar mengatakan mengapa mereka ingin menjual saya, tetapi saya menemukan bahwa mereka membutuhkan uang dan seseorang harus pergi dan itu saya,” ujar Adebayor.

"Wenger menempatkan saya di tempat saya hari ini, tetapi dia tidak bisa berdiri dan mengatakan musim panas lalu saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin pergi."

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin tinggal. Saya tidak berpikir hubungan kita rusak. Saya pikir mereka membutuhkan uang dan perlu menjual seseorang. Mereka memilih saya dan mereka mendapatkan uang mereka.”

Dia kemudian membuat marah penggemar Arsenal ketika mencetak gol melawan The Gunners di Etihad. Setelah mencetak gol, dia berlari sepanjang lapangan untuk merayakannya di depan para penggemar Arsenal.

Dia kemudian mengeluarkan permintaan maaf, dia berkata: “Kita semua adalah manusia, kita harus melakukan kesalahan untuk menjadi lebih baik besok. Saya telah melakukan kesalahan besar hari ini. Dan, saya pikir besok, hal-hal ini tidak akan pernah terjadi lagi.”

Dengan reputasi Arsenal yang sudah tergantung pada seutas benang, akhirnya mencapai titik tidak bisa kembali. Setelah masa pinjamannya di Real Madrid, Adebayor dipinjamkan ke rival terberat Arsenal, Tottenham Hotspur.

Dia akhirnya menghabiskan lebih dari tiga tahun dengan Spurs, mencetak 42 gol dalam 113 penampilan untuk klub. Penampilan terakhirnya di sepakbola Inggris datang bersama Crystal Palace pada 2016.

(mochamad rahmatul haq/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network