Selamat Ulang Tahun!

Kenalkan Pemilik Klub Sepakbola Termuda di Dunia, Usianya 19 Tahun

"Ini ada di Inggris. Hebatnya, bukan artis atau anak orang terkenal.."

Analisis | 05 August 2022, 15:10
Kenalkan Pemilik Klub Sepakbola Termuda di Dunia, Usianya 19 Tahun

Libero.id - Memiliki klub sepakbola di usia muda tidak mudah, kecuali jika anda artis terkenal, anak orang kaya sekaligus tokoh terkenal, atau pengusaha sukses seperti Prily Latuconsina, Raffi Ahmad, Kaesang Pangarep, hingga Atta Halilintar. Tapi, di Inggris, ada ada muda kreatif dari kalangan biasa yang bisa memiliki klub sepakbola.

Pada 2019, sekelompok anak muda berusia 19 tahun menghebohkan sepakbola Inggris dengan membeli klub non-liga, Walton and Hersham FC. Mereka adalah Jack Newton, Calogero Scannella, Sartej Tucker, Thomas Bradbury, Ben Madelin, Stephan Karidi, dan Reme Edetanlen.

Tiga tahun berjalan dan menjalani dua kali promosi, Walton and Hersham FC saat ini berkompetisi di Isthmian League South Central Division. Itu setara Divisi VII.

Yang membuat klub ini jadi perbincangan adalah kreativitas anak-anak muda pemiliknya dalam mencari sumber dana. Sadar bukan artis terkenal, bukan anak orang kaya atau tokoh populer, bukan pengusaha sukses, The Swans memanfaatkan media sosial untuk membiayai klub.

"Awalnya, kami semua mengira membeli klub adalah ide yang benar-benar gila. Bagaimana orang bisa berpikir ini akan berhasil?" kata Sartej Tucker, yang berperan sebagai Direktur Operasi dan Media, dilansir BBC Sport.

"Jauh lebih mudah menjalankan klub dengan teman-teman anda, karena anda tahu pada akhirnya anda dapat mengungkapkan apa yang ada di pikiran anda, yang tidak akan dapat anda lakukan dalam kapasitas profesional," tambah Jack Newton, yang dipercaya sebagai CEO.

10 WAG Pesepakbola terkenal dengan Selera Mode dan Gaya yang Beragam

10 WAG Pesepakbola terkenal dengan Selera Mode dan Gaya yang Beragam

Pertanyaannya, bagaimana anak-anak sekolah ini bisa mengelola klub? Semua berawal pada 2019 di sebuah pub bernama The Mill di Kingston upon Thames, Inggris. Itu menjadi tempat pertemuan rutin ketujuh orang tersebut untuk membahas pembelian klub berusia 77 tahun.

Sebelum anak-anak muda ini datang, Walton and Hersham FC sempat mencatatkan prestasi. Mereka mengalahkan Brighton and Hove Albion asuhan Brian Clough di Piala FA 1973/1974. Musim sebelumnya, mereka main di Wembley di depan 41.000 pasang mata dalam final Piala FA Amatir dengan mengalahkan Slough Town 1-0.

Setelah hampir bangkrut, pada akhir 1970-an, Sir Stanley Matthews secara singkat ditunjuk sebagai presiden. Klub kemudian berhasil menemukan konsistensi sepanjang 1980-an.

Namun, pada 2019, The Swans tergelincir ke Divisi X, dan pemiliknya, Alan Smith, menjual klub. "Seluruh ide berasal dari Calogero Scannella. Dia pergi ke permainan dan berbicara dengan pemiliknya. Dia mendapat ide bahwa mereka mencoba untuk pindah," kata Jack Newton.

Tujuh anak muda itu kemudian mengumpulkan dokumen untuk dipresentasikan kepada Alan Smith. Mereka menguraikan rencana baru untuk klub. "Kami hampir tidak punya uang untuk melakukan ini. Kami adalah siswa berusia 19 tahun yang mengumpulkan pinjaman untuk membiayai semuanya. Itu sebabnya kami bertujuh. Masing-masing seperti beberapa ribu pounds," ungkap Jack Newton.

Tapi, sebagai anak milenial, Jack Newton dkk memutar otak keras-keras. Mereka melihat peluang dengan tren media sosial yang terjadi saat ini. Mereka menggunakan keterampilan media sosial  untuk membangun bisnis online yang mengesankan. Bahkan, mengalahkan beberapa klub Liga Premier.

Walton and Hersham FC memiliki 753.700 pengikut di TikTok. Jumlah itu lebih banyak dari Nottingham Forest (210.200), Fulham (272.100), Brighton and Hove Albion (344.500), Southampton (440.700), Crystal Palace (459.100), atau Bournemouth (585.700).

Salah satu video Walton and Hersham FC yang berdurasi 32 detik diposting menjelang akhir musim lalu dan telah dilihat 3,5 juta kali. "Kami memposting vlog pertandingan pendek sepanjang musim lalu. Satu menit menyoroti gulungan dari setiap pertandingan. Itu memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk membeli cerita kami," kata Sartej Tucker.

Musim lalu, The Swans bermitra dengan perusahaan Classic Football Shirts yang berbasis di Manchester untuk mendistribusikan jersey ke seluruh dunia. Kemitraan tersebut membuat Walton and Hersham FC sukses menjual jersey ke lebih dari 30 negara di enam benua. Itu termasuk pulau kecil di Atlantik, St Pierre and Miquelon, yang hanya dihuni 6.000 orang.

"Bagi klub non-liga, dapat menjual perlengkapan ke setiap benua di dunia adalah hal yang gila. Orang-orang sangat tertarik dengan cerita kami dan apa yang kami coba lakukan. Pada tingkat kami saat ini, kami harus mencapai satu juta pengikut TikTok pada akhir Oktober," ungkap Jack Newton.

Kehadiran anak-anak muda itu benar-benar mengejutkan para pesaing. Di berbagai pertemuan resmi seperti manager meeting atau technical meeting, mereka membuat orang-orang kagum.

"Ada aturan berpakaian dengan jas dan dasi. Tapi, suhunya 25 derajat Celcius. Jadi, kami muncul dengan kaus dan celana pendek. Di ruang rapat, mereka cukup terkejut melihat kami yang sangat muda. Tapi, kami juga belajar dari mereka yang senior mengelola klub," tambah Jack Newton.

Jika semua pemilik klub berusia 19 tahun, itu artinya beberapa pemain memiliki usia yang sama. Beberapa lainnya sedikit lebih tua. Bahkan, sang pelatih, Scott Harris, memiliki usia yang dua kali di atas usia para pemilik klub.

"Saya merasa cukup percaya diri kami akan bekerja sama dengan baik ketika saya menerima pekerjaan itu. Semuanya sangat profesional, dan semua pemilik rekan kerja saya keras kepala. Mereka telah membawa energi dan ide ke klub," ujar Scott Harris.

Dengan ide-ide segar dari anak-anak muda kreatif, Walton and Hersham FC mampu membiayai aktivitas klub. Selain media sosial, mereka juga mendapatkan pemasukan dari tiket dan makanan yang dijual di stadion.

Tiket musiman Walton and Hersham FC untuk orang dewasa berharga 129 pounds (Rp2,3 juta). Tapi, anak di bawah 12 tahun dapat menonton secara gratis. "Kami tidak membuang uang seperti beberapa orang di non-liga. Kami telah mencoba membuatnya berkelanjutan dan sebaik mungkin," kata Jack Newton.

"Dalam hal bosan, beberapa tahun ke depan kami mungkin ingin beralih ke hal lain. Tapi, klub akan berada dalam posisi yang sangat kuat jika dan ketika saatnya tiba. Rencana kami adalah meninggalkan sesuatu yang positif untuk komunitas kami," pungkas Jack Newton. 

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=S9ONOZzRnjU

Artikel Pilihan


Daun Media Network