Kisah Bima Sakti Berguru ke Pelatih Top, Dari Sven-Goran Eriksson hingga Shin Tae-yong

"Ilmu yang mahal dan terbukti sukses di Piala AFF U-16 2022.."

Analisis | 13 August 2022, 07:12
Kisah Bima Sakti Berguru ke Pelatih Top, Dari Sven-Goran Eriksson hingga Shin Tae-yong

Libero.id - Tangan dingin dan suntikan motivasi Bima Sakti kepada para pemain tim nasional Indonesia U-16 berujung kemenangan di Piala AFF U-16 2022. Jebolan PSSI Primavera itu jadi pelatih kedua yang menjuarai Piala AFF U-16 setelah Fachri Husaini.

Karier kepelatihan Bima Sakti baru dimulai setelah pensiun sebagai pemain di klub kota kelahirannya, Persiba Balikpapan. Pada 2016, Bima Sakti dipercaya sebagai asisten Persiba Balikpapan. Saat itu, Beruang Madu dilatih Jaino Matos. Dia adalah pelatih asal Brasil, putra Jairo Matos.

Meski menjadi anak buah Jaino Matos, ilmu kepelatihan Bima Sakti tidak hanya bersumber dari satu orang. Pengalamanan bermain yang panjang dan pendidikan sepakbola ala Italia membuat Bima Sakti sangat kaya ilmu.

Ilmu sepakbola pertama didapatkan Bima Sakti saat berusia belasan tahun ketika PSSI mengirimkan anak-anak muda berbakat untuk menjalani pendidikan di Tafarone, Italia. Ketika itu, anak-anak muda berusia 18 tahun diikutkan kompetisi junior Lega Calcio Primavera (U-21). Jadi, tim itu dikenal sebagai PSSI Primavera.

Dibantu Sampdoria, tim ini ditangani Romano Matte dengan asistennya, Danurwindo dan Harry Tjong. Bahkan, pelatih legendaris Swedia, Sven-Goran Eriksson, dan asistennya, Tord Grip, sering membantu memberi saran. Ketika itu, Sven-Goran Eriksson adalah pelatih I Blucerchiati.

Mereka digembleng dengan kultur sepakbola Negeri Pizza. Tim ini menghasilkan pemain-pemain top seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, Yeyen Tumena, Aples Tecuari, Alexander Pulalo, Bima Sakti, dan Indriyanto Nugroho. Dua nama terakhir itulah yang baru saja membawa timnas U-16 juara.

Dengan pengalaman dan kemampuan Bahasa Italia serta Spanyol yang cukup bagus, Bima Sakti kemudian mendapatkan kesempatan langka saat beralih profesi menjadi pelatih. Pada 2017, dirinya ditunjuk menjadi asisten Luis Milla.

Sama seperti pelatih-pelatih PSSI Primavera saat Bima Sakti memulai karier, Luis Milla bukan kaleng-kaleng. Legenda Barcelona dan Real Madrid itu merupakan pelatih yang membawa tim junior Spanyol merajai Eropa.

Dengan Luis Milla, Bima Sakti mendapatkan ilmu penguasaan bola ala tim Matador yang legendaris. Dan, itu sangat berguna di Piala AFF U-16 2022. "Selamat untuk kawan dan rekanku @bimasakti230176 untuk menjuarai AFF U-16. Kerja bagus @pssi," tulis Luis Milla di Instagram resminya.

Ketika Luis Milla berhenti, keberuntungan masih menaungi Bima Sakti. Kali ini, dia mendapatkan mentor lain yang tak kalah hebat. Dia adalah Shin Tae-yong. Bersama Nova Arianto, Bima Sakti menjadi anggota tim kepelatihan STY. Nova Arianto membantu tim U-19, U-23, dan senior. Sedangkan Bima Sakti di U-16.

Ketika Shin Tae-yong tampil di SEA games 2021 bersama timnas U-23, Bima Sakti mendampingi Dzenan Radoncic di Toulon Tournament dengan hasil yang cukup bagus.

Dari Shin Tae-yong, Bima Sakti belajar disiplin, kerja keras, semangat juang, serta kerendahan. Dan, itu bisa terlihat dari penampilan Garuda Muda selama Piala AFF U-16 2022. Dengan tepat, Bima Sakti menerapkan semua yang dikerjakan Shin Tae-yong. Mulai dari larangan gadget, denda jika terlambat, pakaian, hingga dilarang sombong.

"Orang tua, dan pelatih-pelatih SSB di akademi adalah yang paling berjasa. Saya di sini hanya meneruskan saja. Kita harus tetap rendah hati dan tidak boleh sombong. Setelah ini kita akan fokus untuk Kualifikasi Piala Asia U-17," ujar Bima Sakti di pinggir lapangan kepada Indosiar.

(andri ananto/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network