Pengertian Permainan Bola Kasti dan Cara Bermainnya

"Berbahagialah jika waktu kecil kalian memainkan olahraga bola kasti."

Analisis | 16 August 2022, 12:24
Pengertian Permainan Bola Kasti dan Cara Bermainnya

Libero.id - Bagi anda yang pernah bermain bola kasti, tentu tidak asing lagi dengan salah satu olahraga yang populer dalam permainan bola kecil ini. Bahkan bola tidak jarang dimainkan oleh anak sekolah dasar (SD). Itu karena di beberapa negara, termasuk Indonesia, permainan bola kasti masuk dalam kurikulum pelajaran olahraga.

Permainan bola kasti dilakukan secara berkelompok. Olahraga ini mirip sofbol dan bisbol. Tapi, permainan kasti memiliki perbedaan mendasar, mulai dari teknik hingga peraturan. Bola kasti merupakan permainan yang mengutamakan kerja sama antarpemain, kekompakan, ketangkasan, serta kesenangan.

Permainan bola kasti dimainkan oleh dua kelompok, yaitu kelompok pemukul dan kelompok penjaga. Masing-masing kelompok dalam permainan bola kasti terdiri dari 12 orang, dengan satu orang sebagai kapten. Setiap pemain diharuskan mengenakan nomor dada dari 1-12.

Permainan bola kasti biasa dimainkan di lapangan terbuka. Olahraga ini sangat bagus untuk melatih kedisiplinan diri serta memupuk kebersamaan dan solidaritas antarteman.

Untuk bisa bermain kasti dengan baik dan benar, kita dituntut untuk mempunyai beberapa keterampilan seperti memukul, menangkap dan melempar bola hingga berlari. Mengutip emodul.kemdikbud.go.id, berikut ini yang perlu diketahui tentang permainan bola kasti:

Cara Bermain Bola Kasti

1. Dalam bermain kasti dibutuhkan kerja sama tim serta rasa tanggung jawab antara individu. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah sikap untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas.

2. Sebelum memulai permainan bola kasti, sebaiknya menentukan terlebih dulu dua kelompok yang akan saling bertanding. Setiap kelompok berjumlah 12 pemain. Bagi siswa yang belum mendapat giliran bermain, sebaiknya melihat dari sisi lapangan sambil mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang ada di lapangan.

Peraturan Permainan Bola Kasti

1. Jumlah Pemain

Pemain pada permainan kasti dalam tiap regu terdiri dari 12 orang, salah seorang pemain ada yang bertindak sebagai kapten. Setiap pemain diharuskan mengenakan nomor dada dari 1 sampai 12.

2. Waktu Permainan

Waktu permainan bola kasti dibagi menjadi dua babak. Setiap babak diberi waktu 20-30 menit. Diantara babak diberikan istirahat sekitar 15 menit.

3. Wasit

Pertandingan bola kasti dipimpin oleh seorang wasit yang dibantu tiga orang penjaga garis dan satu orang pencatat waktu

4. Kelompok Pemukul

Setiap pemain diberikan hak untuk memukul satu kali, kecuali pemain yang terakhir berhak melakukan pukulan sampai tiga kali.

Setelah memukul, alat yang digunakan untuk memukul harus diletakkan dalam ruang pemukul. Jika alat pemukul tersebut diletakkan di luar, pemain tersebut tidak akan mendapat nilai, kecuali jika pemain segera meletakkannya kembali ke dalam ruang pemukul.

Pukulan akan dinyatakan benar jika bola yang dipukul dapat melampaui garis pukul, tidak jatuh pada ruang bebas, dan tidak mengenai tangan pemukul.

5. Kelompok Penjaga

Kelompok penjaga mempunyai tugas mematikan permainan lawan dengan cara melemparkan bola ke arah pemukul atau menangkap langsung bola kasti yang dipukul oleh regu pemukul. Membakar ruang bebas, yaitu membakar dengan cara menempati ruang bebas tersebut jika kosong.

6. Pelambung

Pelambung mempunyai tugas melambungkan bola sesuai apa yang diminta oleh pemukul. Jika bola yang yang sudah dilambungkan oleh pelambung tidak sesuai apa yang minta oleh pemukul, pemukul bisa untuk tidak memukulnya. Jika hal ini terjadi sebanyak tiga kali secara berturut-turut, pemukul harus berlari bebas ke tiang pemberhentian pertama.

7. Pergantian Tempat

Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi  jika salah seorang pemain dalam regu pemukul terkena lemparan bola. Bola pukulan dari regu pemukul ditangkap langsung oleh regu lawan sebanyak tiga kali secara berturut-turut. Alat pemukul lepas ketika melakukan pukulan.

8. Bola dinyatakan mati

Bola dinyatakan mati jika bola masih dipegang pelambung yang berdiri pada tempatnya. Pukulan salah atau tidak kena. Bola hilang dan dicari tidak ketemu. Terjadi pergantian tempat atau pemain.

9. Cara Mendapatkan Nilai

Pemain yang telah berhasil memukul bola, kemudian berlari ke pemberhentian I, II, III, dan juga ruang bebas secara bertahap, akan mendapat nilai satu. Pemain yang telah berhasil berlari melewati tiang-tiang pemberhentian serta kembali lagi ke ruang bebas atas pukulan yang dilakukannya sendiri, maka akan mendapat nilai dua.

Kelompok penjaga berhasil menangkap langsung bola lambung yang telah dipukul oleh regu pemukul, akan mendapat nilai satu. Regu yang berhasil mendapatkan nilai terbanyak dinyatakan sebagai pemenangnya.

Tujuan bermain kasti bagi pendidikan jasmani

1. Melestarikan budaya olahraga tradisional bangsa kita.

2. Dapat mengembangkan berbagai macam fungsi tubuh.

3. Meningkatkan sikap sportivitas antarpemain atau teman.

4. Meningkatkan pengetahuan peraturan permainan.

5. Mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi.

6. Dapat menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik.

7. Belajar berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.

8. Memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas.

9. Mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas suatu permainan.

10. Mendapatkan olahraga yang murah meriah.

Sarana dan prasarana permainan bola kasti

1. Lapangan permainan bola kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran:

Panjang: 60-70 meter

Lebar: 30 meter

Ruang bebas ada 1

Ruang pertolongan ada 1

Ruang hinggap ada 2

2. Peralatan Permainan Kasti

Alat Pemukul: 

Terbuat dari kayu yang berbentuk stik pemukul

Panjang ± 50-60 cm

Penampangnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran lebar 5 cm dengan tebal 3,5 cm.

Serta panjang pegangan 15-20 cm

Bola Kasti terbuat dari karet yang diselimuti dengan benang

Ukuran keliling bola 19-20 cm

Berat 30-70 gram atau 70-80 gr

Diameternya 20 cm. 

3. Bendera kecil/keset.

Bila memakai bendera, persiapannya adalah ada pada setiap sudut lapangan dengan ada tanda tengah lapangan.

4. Tiang hinggap

Untuk tiang hinggap sendiri perlu terdiri dari tiang yang sudah dipasang bendera, lalu menanamkannya supaya ketika permainan berlangsung tak akan mudah tergeser atau tercabut, khususnya saat pelari memegangnya.

(atmaja wijaya/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network