Masih Ingat Demonstran yang Ikat Leher di Gawang? Ini Kabarnya Sekarang

"Ada-ada saja cara orang mengungkapkan pendapatnya.."

Biografi | 03 October 2022, 18:10
Masih Ingat Demonstran yang Ikat Leher di Gawang? Ini Kabarnya Sekarang

Libero.id - Beberapa waktu lalu, pertandingan Liga Premier dihebohkan ulah seorang pengemar yang masuk lapangan dan mengikatkan lehernya di gawang. Lalu, apa kabarnya pria itu sekarang?

Seorang remaja dengan rambut dan kacamata seperti John Lennon, mengenakan kaus oranye bertuliskan "Just Stop Oil", tiba-tiba menyelip masuk mengganggu pertandingan Liga Premier, Everton vs Newcastle United. Dia mengikat dirinya ke tiang gawang sebelum akhirnya diseret keluar oleh polisi.

Diketahui, remaja itu bernama Louis McKechnie. Dia seorang mahasiswa yang lewat aksinya ingin mengkritik perubahan iklim yang berbahaya. Itu bukan kali pertama dia melancarkan aksi. Aktivis berusia 21 tahun telah ditangkap sekitar 20 kali.

Untuk aksi di laga Everton vs Newcastle United, Louis McKechnie menghadapi persidangan. Pekan lalu, di Pengadilan South Sefton, Louis McKechnie dinyatakan bersalah atas pelanggaran berat dan dijatuhi hukuman enam minggu penjara. Itu ditambah denda uang dan perintah larangan menonton sepakbola selama tiga tahun.

Louis McKechnie mengatakan kepada pengadilan bahwa Just Stop Oil adalah kelompok perlawanan sipil yang ingin agar pemerintah bertindak untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil.

Lalu, mengapa Everton vs Newcastle United yang dipilih? Ternyata, Louis McKechnie punya alasan khusus. Newcastle United adalah tim sepakbola Inggris yang disponsori oleh perusahaan raksasa minyak asal Arab Saudi, Aramco

"Kami datang dengan ide tentang bagaimana kami mendapatkan perhatian terbesar pada nama itu. Just Stop Oil, dan tentu saja, di zaman sekarang ini. Sepakbola adalah fenomena budaya terbesar yang ada," kata Louis McKechnie.

"Semoga kesadaran publik akan membawa aksi publik yang sebenarnya. Jika kita bisa membuat Pemerintah mendengarkan kita, sebenarnya bisa menyelamatkan banyak nyawa," tambah Louis McKechnie.

Namun, hakim yang bertugas di pengadilan, Wendy Lloyd, mengatakan tindakan Louis McKechnie sembrono dan berpotensi sangat berbahaya. Sebab, akibat aksinya itu, pertandingan diperpanjang 14 menit dan Everton mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu pada menit kesembilan waktu tambahan. Dan, itu nyaris memicu kerusuhan antarsuporter.

(mochamad rahmatul haq/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network