Timnas Isreal U-20 Bukan yang Pertama, 4 Atlet ini Pernah Tampil di Indonesia

"Saat itu, tak ada yang protes. Standar ganda?"

Feature | 24 March 2023, 13:15
Timnas Isreal U-20 Bukan yang Pertama, 4 Atlet ini Pernah Tampil di Indonesia

Libero.id - Jauh sebelum sejumlah kelompok masyarakat menolak kedatangan timnas Israel U-20 di Piala Dunia U-20 2023, dua atlet negara ternyata pernah berkompetisi di Indonesia. Beda dengan saat ini, ketika itu suasananya sangat sejuk dan tanpa demostrasi berjilid-jilid.

Penolakan atas kehadiran Israel U-20 di Piala Dunia U-20 2023 ramai disuarakan segelintir orang. Mereka keberatan karena negara itu tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Namun, tahukah anda bahwa jauh sebelum kontroversi Piala Dunia U-20 2023, sejumlah duta olahraga Israel pernah datang ke Jakarta untuk bertandingan. Contohnya, pada 2015 saat Kejuaraan Dunia BWF diselenggarakan di Indonesia. Saat itu, pebulutangkis terbaik Israel, Misha Zilberman, ikut bertanding.

Misha Zilberman memang semp;at tertahan di Singapura lantaran belum mendapatkan visa masuk ke Jakarta sebelum BWF sebagai organisasi bultangkis dunia campur tangan. Tapi, beda dengan hari ini, kedatangan Misha Zilberman tanpa ada protes atau demonstrasi di jalanan.

Beberapa tahun setelah Misha Zilberman, atlet Israel lain juga datang ke Indonesia. Kali ini pada 24-26 September 2022, dua atlet Israel, Yuval Shemla dan Noa Shiran, ambil bagian pada IFSC Climbing World Cup 2022. Itu adalah kompetisi bergengsi untuk olahraga panjat dinding internasional yang levelnya setera Piala Dunia di sepakbola.

Sama seperti Misha Zilberman di bulutangkis, Yuval Shemla dan Noa Shiran tidak bisa berbuat banyak. Tapi, Yuval Shemla sempat mengalahkan wakil Indonesia, Musauwir, di kualifikasi nomor Lead Putra.

Setelah Yuval Shemla dan Noa Shiran, atlet Israel berikutnya yang datang ke Indonesia terjadi pada Februari 2023 dalam kejuaraan dunia balap sepeda bertajuk UCI Track Nations Cup 2023. Event bergengsi dunia yang digelar di Velodrome Rawamangun, Jakarta, itu diikuti Mikhail Yakovle.

Sama seperti kasus Misha Zilberman, kehadiran Mikhail Yakovlev tanpa protes. Padahal, atlet naturalisasi kelahiran Rusia itu berhasil mendapatkan medali perunggu di nomor Keirin Putra. Artinya, bendera "Bintang Daud" ikut berkibar di podium Velodrome Rawamangun, Jakarta.

Jadi, mengapa hanya timnas Israel U-20 di Piala Dunia U-20 2023 yang diprotes? Apakah ada udang di balik batu? Atau, ada yang memanfaatkan event politik 2024 dengan menunggangi Piala Dunia U-20 2023? Entahlah!

(mochamad rahmatul haq/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network