Tragedi Patah Kaki Eduardo da Silva, Bikin Trauma Seumur Hidup

Feature | 25 October 2020, 20:37
Tragedi Patah Kaki Eduardo da Silva, Bikin Trauma Seumur Hidup

"Pemain di lapangan sampai menangis mendengar teriakan Edu. Psikologisnya hancur."

Libero.id - Ada banyak kejadian tragis tentang cedera pemain sepakbola. Salah satunya pernah menimpa Eduardo Alves da Silva. Striker asal Brasil berpaspor Kroasia itu mengalami patah kaki akibat tekel horor yang menghantui seumur hidupnya.

Lahir di Rio de Janeiro, 25 Februari 1983, Dudu pernah dianggap sebagai calon penerus kejayaan Thierry Henry ketika ditransfer Arsenal dari Dinamo Zagreb pada 3 Juli 2007 dengan 7,5 juta pounds. Angka yang dianggap murah mengingat kemampuan Eduardo yang membuat Kroasia memberikan tiket membela tim nasional.

Eduardo menjalani proses naturalisasi ketika bermain untuk Dinamo pada 2001-2007. Pada era itu, dia merupakan pesepakbola paling populer di Kroasia. Kemampuan Eduardo dalam menjebol jala lawan membuat banyak orang kagum.

Apalagi, ketajaman Eduardo membantu Dinamo mendapatkan banyak penghargaan bergengsi. Dia ikut mempersembahkan gelar juara Liga Kroasia (2002/2003, 2005/2006, 2006/2007), Piala Kroasia (2001/2002, 2003/2004, 2006/2007), serta Piala Super Kroasia (2002, 2006).

Sukses itu membuat Arsenal mengajukan proposal transfer. Sempat kesulitan mengurus izin kerja, Eduardo akhirnya menjalani debut di Liga Premier pada 19 Agustus 2007. Saat itu, The Gunners imbang 1-1 dengan Blackburn Rovers. 

Sepuluh hari berselang, Eduardo mencetak gol pertamanya di laga kompetitif saat The Gunners melawan Sparta Praha di Liga Champions. Selanjutnya, fans Arsenal jatuh cinta kepadanya. Mereka menganggap Eduardo akan menjadi pemain yang akan membantu mengakhiri puasa gelar Liga Premier.

Sayang, kegemilangan Eduardo di Emirates Stadium tidak perlangsung lama. Beberapa bulan kemudian, tragedi menyakitkan datang. Saat bermain melawan Birmingham City pada 23 Februari 2008 atau dua hari sebelum merayakan ulang tahun ke-24, Eduardo mendapatkan tekel brutal Martin Taylor. Tulang kering pemilik nomor 9 itu patah. 

Pelanggaran itu sangat mengerikan. Pemain-pemain Arsenal dan Birmingham yang ada di lapangan sampai mengerutkan dahi. Ada yang menangis karena tidak tega mendengar teriakan pemilik 64 caps untuk Kroasia tersebut.

Bahkan, Sky Sports selaku stasiun televisi yang menayangkan pertandingan itu enggan menampilkan ulang momen tersebut. Mereka hanya menunjukkan tayangan saat tim medis melarikan Eduardo ke Selly Oak Hospital. Saat itu, Eduardo ditemani Gilberto Silva sebagai penerjemah lantaran hanya bisa berbahasa Portugis. 

"Orang itu (Taylor) seharusnya dihukum seumur hidup. Itu tidak seharusnya dilakukan pemain sepakbola," kata Arsene Wenger ketika itu pada sesi konferensi pers selepas pertandingan, dilansir Sky Sports.

Taylor, yang merasa bersalah, mengklaim mendatangi Eduardo di rumah sakit. Dia meminta maaf dan dimaafkan. Tapi, sang penyerang ternyata tidak ingat jika Taylor pernah mengunjunginya. Pasalnya, saat Taylor datang, Eduardo sedang dioperasi. Kemudian dia datang keesokan harinya.

Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Apa yang terjadi tidak bisa diulang ke detik sebelum pelanggaran. Eduardo benar-benar terpukul. Psikologisnya hancur. Dia trauma dan butuh waktu bertahun-tahun untuk sembuh.

Sejak cedera parah pada musim dingin tersebut, penampilan Eduardo tidak pernah sama lagi setelah sembuh satu tahun kemudian. Liga Premier 2009/2010 menjadi musim terakhir Eduardo bersama klub berlogo meriam tersebut. Tidak tidak lagi menemukan cara yang benar saat kakinya bersentuhan dengan bola.

"Mentalnya benar-benar jatuh setelah cedera itu. Dia kehilangan kepercayaan diri. Saya sangat sedih melihanya termenung setiap hari (meratapi nasib buruka)," ujar Gilberto. 

Dari Arsenal, Eduardo memutuskan bergabung dengan Shakhtar Donetsk. Bersama klub yang berbasis di Donbass Arena itu, Eduardo menjuarai Liga Ukraina (2010/2011, 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014), Piala Ukraina (2010/2011, 2011/2012, 2012/2013), serta Piala Super Ukraina (2013, 2014). 

Meski Shakhtar bergelimang trofi, kontribusi Eduardo tidak maksimal. Dia hanya mencetak 24 gol di liga selama empat musim. Sempat pindah ke Flamengo, Eduardo kembali lagi ke Shakhtar pada 2015-2017 untuk mencetak 14 gol dari 29 pertandingan Liga Ukraina. 

Setelah itu, Eduardo kembali ke Brasil untuk membela Atletico Paranaense. Hanya bertahan 2 pertandingan di Liga Brasil, dia kembali ke Eropa untuk merumput untuk Legia Warsawa. Eduardo pensiun pada 2018 setelah bermain 10 kali di Liga Polandia.

Komentar

Klasemen

POIN
1
Tottenham Hotspur FC
20
2
Liverpool FC
20
3
Chelsea FC
18
4
Leicester City FC
18
5
Southampton FC
17
6
Everton FC
16
7
Aston Villa FC
15
8
West Ham United FC
14
9
Wolverhampton Wanderers FC
14
10
Manchester United FC
13
11
Crystal Palace FC
13
12
Arsenal FC
13
13
Manchester City FC
12
14
Leeds United FC
11
15
Newcastle United FC
11
16
Brighton & Hove Albion FC
9
17
Burnley FC
5
18
Fulham FC
4
19
West Bromwich Albion FC
3
20
Sheffield United FC
1
POIN
1
Real Sociedad de Fútbol
23
2
Club Atlético de Madrid
20
3
Villarreal CF
19
4
Real Madrid CF
17
5
Cádiz CF
14
6
Granada CF
14
7
Sevilla FC
13
8
Athletic Club
12
9
Valencia CF
12
10
Elche CF
12
11
Getafe CF
12
12
Real Betis Balompié
12
13
FC Barcelona
11
14
CA Osasuna
11
15
Deportivo Alavés
10
16
SD Eibar
10
17
Real Valladolid CF
9
18
Levante UD
7
19
SD Huesca
7
20
RC Celta de Vigo
7
POIN
1
AC Milan
20
2
US Sassuolo Calcio
18
3
AS Roma
17
4
Juventus FC
16
5
FC Internazionale Milano
15
6
SSC Napoli
14
7
Atalanta BC
14
8
SS Lazio
14
9
Hellas Verona FC
12
10
Cagliari Calcio
10
11
UC Sampdoria
10
12
Spezia Calcio
9
13
Benevento Calcio
9
14
Bologna FC 1909
9
15
ACF Fiorentina
8
16
Udinese Calcio
7
17
Parma Calcio 1913
6
18
Torino FC
5
19
Genoa CFC
5
20
FC Crotone
2
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
19
2
Sporting Clube de Braga
15
3
Sport Lisboa e Benfica
15
4
FC Porto
13
5
Rio Ave FC
10
6
Vitória SC
10
7
CD Nacional
10
8
CD Santa Clara
10
9
FC Famalicão
9
10
FC Paços de Ferreira
8
11
Moreirense FC
8
12
CD Tondela
8
13
Os Belenenses Futebol
7
14
CS Marítimo
7
15
Boavista FC
6
16
SC Farense
5
17
Gil Vicente FC
5
18
Portimonense SC
4
POIN
1
FC Bayern München
19
2
BV Borussia 09 Dortmund
18
3
Bayer 04 Leverkusen
18
4
RB Leipzig
17
5
1. FC Union Berlin
15
6
VfL Wolfsburg
14
7
Borussia Mönchengladbach
12
8
VfB Stuttgart
11
9
SV Werder Bremen
11
10
FC Augsburg
11
11
Eintracht Frankfurt
11
12
TSG 1899 Hoffenheim
8
13
Hertha BSC
7
14
SC Freiburg
6
15
1. FSV Mainz 05
4
16
DSC Arminia Bielefeld
4
17
1. FC Köln
3
18
FC Schalke 04
3
POIN
1
AFC Ajax
24
2
SBV Vitesse
22
3
Feyenoord Rotterdam
21
4
PSV
20
5
FC Twente '65
18
6
SC Heerenveen
17
7
AZ
14
8
FC Groningen
14
9
FC Utrecht
10
10
Sparta Rotterdam
9
11
PEC Zwolle
8
12
Willem II Tilburg
8
13
Heracles Almelo
8
14
VVV Venlo
8
15
RKC Waalwijk
6
16
ADO Den Haag
4
17
FC Emmen
3
18
Fortuna Sittard
3
POIN
1
Paris Saint-Germain FC
24
2
Lille OSC
22
3
Olympique Lyonnais
20
4
Montpellier HSC
20
5
AS Monaco FC
20
6
Olympique de Marseille
18
7
Stade Rennais FC 1901
18
8
OGC Nice
17
9
Racing Club de Lens
17
10
FC Metz
16
11
Angers SCO
16
12
FC Girondins de Bordeaux
15
13
Stade Brestois 29
15
14
FC Nantes
12
15
Nîmes Olympique
11
16
AS Saint-Étienne
10
17
Stade de Reims
9
18
FC Lorient
8
19
RC Strasbourg Alsace
6
20
Dijon Football Côte d'Or
4