Kisah Joe Nagbe, Terbanyak Bela Timnas Liberia Pernah Bintang di PSIM Yogya

Biografi | 28 November 2020, 19:20
Kisah Joe Nagbe, Terbanyak Bela Timnas Liberia Pernah Bintang di PSIM Yogya

"Saat Liberia masih memiliki legenda George Weah, Nagbe adalah sang kapten."

Libero.id - Masih ingat Joe Nagbe? Pria yang kini menjadi asisten Peter Butler di tim nasional Liberia itu sempat malang melintang di Liga Indonesia. Uniknya, Butler juga pernah melatih di Indonesia.

Hubungan antara sepakbola Indonesia dengan Liberia sudah berlangsung sangat lama sejak Galatama dan Perserikatan digabungkan menjadi Liga Indonesia. Saat itu, pemain-pemain dari banyak negara datang. Ada yang gagal dan numpang lewat. Tapi, tidak sedikit yang sukses.

Dari banyak pemain yang berhasil, mayoritas berasal dari Afrika seperti Kamerun, Nigeria, dan Liberia, atau dari Amerika Selatan seperti Brasil, Chile, Argentina, serta Uruguay. Salah satu yang punya nama harum adalah Nagbe.

Petualangan Nagbe di sepakbola profesional dimulai di kampung halamannya. Lahir di Nimba, 2 September 1968, pemilik nama lengkap Joe Thunder Armstrong Nagbe tersebut bergabung dengan Invincible Eleven pada 1985. Lalu, pindah ke Mighty Barolle sebelum kembali ke Invincible.

Bersama dengan sesama pemain internasional Liberia, James Debbah, Nagbe pindah ke Union Douala di Liga Kamerun pada 1989. Kemudian, mereka bergabung ke AS Monaco. Di klub elite Ligue 1 tersebut, Nagbe bertemu rekan senegara yang di kemudian hari menjadi legenda dan Presiden Liberia, George Weah.

Meski hanya sebentar di Monaco, kolaborasi Nagbe dan Weah berlanjut di timnas. Pada 1996, untuk kali pertama dalam sejarah, Nagbe membantu The Lone Star tampil di Piala Afrika. Tapi, pada kompetisi yang digelar di Afrika Selatan tersebut, Liberia demam panggung sehingga menelan dua kekalahan dari tiga pertandingan fase grup.

Seiring karier yang bagus di Eropa, Nagbe ditunjuk menjadi kapten Liberia, meski Weah berstatus peraih Ballon d'Or. Dia menjadi kapten yang meloloskan Liberia ke Piala Afrika 2002 setelah gagal lolos pada 1998 dan 2000.  

Setelah tidak laku di Benua Biru, Nagbe mendapatkan tawaran bermain di Indonesia. Pada 2003, dia mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk mengikat kontrak dengan PSIM Yogyakarta. Bertandem dengan Roberto Kwateh, Nagbe membuat suporter Laskar Mataram, Brajamusti, jatuh hati. Mereka punya lagu khusus untuk duo Liberia tersebut.

Bermain di Divisi I (sekarang Liga 2), Nagbe membantu PSIM memuncaki klasemen akhir Grup C. Dengan 20 poin, mereka unggul 3 poin dari Persebaya Surabaya. Sayang, pada babak 8 besar, PSIM tidak mampu bersaing dengan Persebaya dan PSMS yang lolos otomatis ke Divisi Utama.

Bersama Persela Lamongan, PSIM sebenarnya masih memiliki kesempatan lolos ke kasta tertinggi melalui jalur play-off melawan 2 tim dari Divisi Utama. Lagi-lagi, dewi fortuna tidak berpihak pada Laskar Mataram. PSIM hanya mampu finish di posisi 3 di belakang Persib Bandung dan Persela.

Meski gagal, Nagbe tampil membanggakan. Dia mengemas 17 gol. Koleksinya sama dengan legenda Persiraja Banda Aceh, Irwansyah. Keduanya tertinggal 7 gol dari sang pencetak gol terbanyak, Christian Carrasco (Persim Maros).

Sukses di Kota Gudeg, Nagbe hijrah ke PSPS Pekanbaru. Bermain di Divisi Utama 2004, dia menunjukkan kualitasnya. Nagbe memproduksi 18 gol. Jumlah itu sama dengan Aliyuddin (Persikota Tanggerang) atau tertinggal 2 gol dari Camara Fode (PKT Bontang) di posisi 2 dan 4 gol dari Ilham Jayakesuma (Persita Tenggerang) selaku pencetak gol terbanyak.

Sayang, kegemilangan Nagbe tidak mampu membantu PSPS bertahan di Divisi Utama. Di akhir klasemen, mereka menempati posisi 16 Wilayah Barat dengan 40 poin. PSPS tertinggal 1 poin dari Semen Padang (posisi 15).

Dari Sumatera, Nagbe kembali ke Jawa. Sempat memperkuat Persema Malang pada 2004, Nagbe bergabung dengan Persiba Bantul pada 2005. Tapi, kegemilangan gelandang berpostur 184 cm tersebut tidak berlanjut. Dia bermain biasa-biasa saja di Malang maupun Bantul sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya di Liberia.

Nagbe pensiun sebagai pesepakbola pada 2007. Pada 2001, dia mundur dari timnas. Tapi, dia kembali bermain pada 2011. Pada 5 Juni di laga Kualifikasi Piala Afrika 2012, Nagbe membela Liberia menghadapi Cape Verde. Itu membuat dirinya memecahkan rekor kiper Tunisia, Ali Boumnijel, sebagai pemain tertua yang tampil di kompetisi Benua Hitam dalam usia 39 tahun 10 bulan pada 2006. Saat itu, Nagbe berusia 43 tahun.

"Jika itu terjadi, itu akan menjadi sejarah besar bagi saya. Itu adalah sesuatu yang akan saya kerjakan karena saya akan sangat senang jika saya dapat membuat negara saya lolos ke Piala Afrika pada usia saya saat ini. Saya akan sangat senang menjadi pemain tertua yang pernah bermain," ujar Nagbe saat itu, dikutip BBC Sport.

"Saat saya memutuskan untuk pensiun, semuanya berjalan sangat buruk di timnas. Saya menunggu ada perubahan terjadi. Tapi, tidak ada apa-apa. Lalu, saya berpikir mungkin saja timnas membutuhkan saya," tambah Nagbe.

Dia memiliki rekor caps terbanyak yaitu 77 bahkan George Weah dia kalahkan (75).

Meski sudah pensiun, kehebatan Nagbe di lapangan hijau tidak pernah hilang. Pasalnya, dia memiliki putra yang bermain di sejumlah klub MLS seperti Portland Timbers, Atlanta United, dan Columbus Crew. Dia adalah Darlinton Nagbe. Sama seperti sang ayah, Darlington bermain sebagai gelandang bertahan.

Bedanya, Darlington memutuskan membela timnas AS. Dia punya 25 caps dari 2015 hingga 2018. Itu terjadi karena sejak usia 11 tahun, Darlington tinggal di Negeri Paman Sam bersama sang ibu.

Saat itu, ketika perang saudara pecah di Liberia, Darlington baru berusia 5 tahun. Dia tinggal di Monrovia bersama sang ibu, sedangkan Nagbe bermain di Eropa. Mereka lalu mengungsi sebelum akhirnya dibawa Nagbe berkelana ke Prancis, Yunani, hingga Swiss, sebelum akhirnya dikirim ke Cleveland untuk menetap.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
50
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
44
6
Liverpool FC
43
7
Everton FC
40
8
Tottenham Hotspur FC
39
9
Aston Villa FC
39
10
Arsenal FC
37
11
Leeds United FC
35
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
33
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
23
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
58
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Real Betis Balompié
39
7
Villarreal CF
37
8
Granada CF
33
9
Levante UD
32
10
Athletic Club
30
11
RC Celta de Vigo
30
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Real Valladolid CF
22
18
Deportivo Alavés
22
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
56
2
AC Milan
52
3
Juventus FC
46
4
Atalanta BC
46
5
AS Roma
44
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
43
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Udinese Calcio
28
13
Genoa CFC
26
14
ACF Fiorentina
25
15
Spezia Calcio
25
16
Benevento Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
18
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
Sporting Clube de Braga
46
3
FC Porto
45
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
CD Tondela
24
10
Rio Ave FC
22
11
Os Belenenses Futebol
21
12
CD Nacional
21
13
Portimonense SC
20
14
SC Farense
19
15
Gil Vicente FC
19
16
FC Famalicão
19
17
CS Marítimo
18
18
Boavista FC
18
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
34
8
SC Freiburg
34
9
Borussia Mönchengladbach
33
10
VfB Stuttgart
32
11
TSG 1899 Hoffenheim
27
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
26
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
57
2
PSV
51
3
AZ
49
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
42
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
Willem II Tilburg
17
17
ADO Den Haag
15
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
59
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
56
4
AS Monaco FC
55
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
41
7
Olympique de Marseille
39
8
Montpellier HSC
39
9
Stade Rennais FC 1901
38
10
Angers SCO
36
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade de Reims
31
14
Stade Brestois 29
31
15
RC Strasbourg Alsace
30
16
AS Saint-Étienne
30
17
FC Lorient
26
18
Nîmes Olympique
25
19
FC Nantes
24
20
Dijon Football Côte d'Or
15