16 Pesepakbola yang Punya Keahlian di Olahraga Lain, Langka!

Biografi | 13 December 2020, 07:31
16 Pesepakbola yang Punya Keahlian di Olahraga Lain, Langka!
Paolo Maldini dan Jerzy Dudek

"Paolo Maldini pernah tampil dalam turnamen tenis profesional. Jerzy Dudek rupanya pembalap hebat."

Libero.id - Sepakbola adalah olahraga yang menarik. Tapi, juga bisa menimbulkan kebosanan jika dilakukan setiap hari. Terbukti, beberapa pesepakbola memiliki olahraga lain yang dimainkan untuk mengisi waktu luang.

Beberapa pemain sepakbola di daftar ini menjadikan olahraga lain sebagai kesenangan. Ada yang murni hobi. Tapi, beberapa menjadikannya pekerjaan. Ada yang dilakukan sebelum menjadi pemain, di sela-sela menjadi pesepakbola, atau setelah memutuskan pensiun.

Sebagai pesepakbola yang memiliki kegemaran lain, mereka tidak terlalu kesulitan untuk memainkan olahraga tersebut. Beberapa atlet bahkan sanggup membuktikannya dengan mendapatkan prestasi. Ada pula yang berhasil memenangkan piala, meski ada juga yang hanya numpang lewat.

Berikut ini 16  pesepakbola yang mempunyai keahlian di olahraga lain:


1. Petr Cech (hoki es)

Cech menghentikan karier sepak bolanya di akhir musim 2018/2019. Sempat kembali ke Chelsea sebagai penasihat teknis, dia sangat merindukan terjun di olahraga kompetitif. Jadi, dia memutuskan untuk bergabung dengan tim National Ice Hockey League, Guildford Phoenix, sebagai penjaga gawang.

Cech bermain hoki es saat kanak-kanak dan telah menjadi penggemar Guildford Flames sejak pertama kali tiba di Inggris pada 2004. Jadi, setelah dua dekade di sepakbola, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi pria asal Republik Ceko tersebut.


2. Paolo Maldini (tenis lapangan)

Libero.id

Kredit: instagram.com/paolomaldini

Bisa disebut sebagai bek terhebat di generasinya. Tapi, Maldini juga hebat di olahraga lain. Pada 2017, dia lolos ke turnamen tenis profesional, Aspria Tennis Cup, di Milan. Tampil di ganda putra, Maldini menyerah 1-6, 1-6 dalam 42 menit di babak pertama. Tapi, hasil itu tidak bisa menjadi acuan jika Maldini bukan petenis yang bagus. Dia sudah memainkan tenis sama lamanya dengan kariernya di sepakbola.


3. Gabriel Batistuta (polo berkuda)

Libero.id

Kredit: instagram.com/gabrielbatistutaok

Batistuta akan selalu dikenang sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan di sepakbola internasional. Meski mengakhiri karier di tengah rasa sakit kronis karena masalah cedera pada pergelangan kakinya, Batistuta benar-benar kembali menunggang kuda dan memainkan polo sebagai kegemarannya.

"Ini sangat sulit. Tapi, saya berharap bisa sedikit meningkat pada suatu waktu. Saya agak kesal karena saya tidak bermain bagus, tapi saya akan terus berusaha," kata Batistuta kepada televisi Argentina ketika menjalani pertandingan polo dengan kuda kesayangannya. Hebatnya, Batistuta pernah juara di Piala Stella Artois.


4. Bixente Lizarazu (jiu jitsu)

Tidak puas dengan memenangkan gelar Bundesliga, Liga Champions, Piala Dunia, Piala  Eropa, dan sejumlah piala sebagai pemain sepakbola dengan Girondins Bordeaux, Bayern Muenchen, dan timnas Prancis, Lizarazu menjadi juara Eropa jiu jitsu di Blue Belt Senior 1 Light Division .


5. Jerzy Dudek (balap mobil)

Libero.id

Kredit: instagram.com/jerzydudek_official

Dudek pensiun pada 2013 dan segera mengganti lapangan sepakbola dengan trek balap. "Balapan adalah hasrat saya sebelum sepakbola. Saya balapan gokart, tapi tentu saja berhenti ketika saya menjadi pesepakbola profesional. Ketika saya berhenti bermain sepakbola, saya juga merindukan adrenalin yang anda dapatkan dari bermain," kata Dudek saat itu, di Liverpool TV.

"Sekarang saya mengambil taktik baru tentang mobil dan tentang trek yang berbeda. Tentu saja ada kalanya saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya melakukan ini. Saya punya istri dan tiga anak di rumah, kehidupan yang sangat menyenangkan, dan ketika anda kehilangan kendali atau fokus di dalam mobil, anda benar-benar bisa mendapat masalah," tambah Dudek.


6. Santiago Canizares (reli mobil)

Seperti Dudek, Canizares menyelesaikan sepakbola untuk berpindah ke belakang kemudi. Bedanya, mantan kiper Valencia itu lebih tertarik dengan jenis balapan di alam atau reli mobil.


7. Nigel Martyn (kriket)

Dianggap sebagai salah satu kiper terbaik Leeds United, Martyn justru sial saat bersama Inggris. Sebab, dia harus duduk di belakang David Seaman dalam urutan penampilan. Setelah pensiun, Martyn kembali menggeluti olahraga yang diminati saat mudanya, yaitu kriket. Dia sempat bermain sebagai penjaga bola untuk Leeds Modernians di Liga Aire Wharfe.


8. Joe Hart (kriket)

Apa yang harus dilakukan ketika anda diberikan libur musim panas oleh pelatih anda? Jika pertanyaan itu diberikan kepada Joe Hart, maka jawabannya adalah bermain kriket. Hart adalah penggemar kriket yang fanatik sekaligus pemain yang sangat membanggakan.


9. Tim Wiese (gulat)

Wiesse menjadi bintang di Bundesliga selama 7 tahun di Werder Bremen. Dia memenangkan dua piala. Dia juga mendapatkan 6 caps untuk Jerman dan merupakan bagian dari skuad Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.

Setelah gantung sepatu, dia secara aneh membuat penampilan sporadis sebagai "The Machine" di ajang gulat profesional, WWE. Dia menjalani debut pada 2016. "Saya tidak benar-benar melihat gulat sebagai pelarian. Itu alternatif untuk menjadi gemuk dan duduk di sofa," ujar Wiese saat itu.


10. Ivan Perisic (voli pantai)

Libero.id

Kredit: instagram.com/ivanperisic444

Pada musim panas 2017 di tengah banyak spekulasi mengenai masa depannya di Inter Milan, Perisic tampil santai. Justru, dia berkompetisi dalam bola voli pantai profesional.

"Ini selalu menjadi impian saya, saya telah bermain voli pantai sejak saya berusia 10 tahun. Saya sangat bersemangat tentang permainan ini dan setiap musim panas saya telah berlatih dengan teman saya," kata Perisic setelah mewakili Kroasia di acara Porec Major.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah memberi saya kesempatan untuk bermain dengan pemain bola voli pantai terbaik di dunia. Rasanya luar biasa, meski saya kalah," ucap Perisic.


11. Lev Yashin (hoki es)

Salah satu penjaga gawang paling berpengaruh sepanjang masa, Yashin dijuluki "Laba-laba Hitam". Dia menjadi satu-satunya penjaga gawang yang menerima Ballon d'Or, yaitu pada 1963. Yashin ternyata juga sempat mewakili Uni Soviet di hoki es di pertandingan resmi antarnegara sebagai kiper.


12. Bruce Arena (lacrosse)

Lacrosse adalah olahraga yang berkembang di Amerika Utara. Olahraga tim yang menggunakan bola dan tongkat berjaring. Dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Tongkat lacrosse memiliki panjang 1-2 meter (crosse) dengan bagian ujung yang melingkar dan berjala. Bola yang digunakan dalam permainan ini terbuat dari kulit rusa dan diisi dengan bulu.

Salah satu orang AS yang sangat menyukai olahraga ini adalah Bruce Arena. Sebelum menjadi pelatih tim nasional AS, Arena merupakan bagian dari tim lacrosse nasional yang menang di Kejuaraan Dunia 1974.


13. Clive Allen (American football)

Dikenal karena performa yang bagus pada 1986/1987 ketika mencetak 49 gol di semua kompetisi untuk Tottenham Hotspur, Allen menghabiskan 1 tahun sebagai pemain American football cabang Eropa. Dia membela London Monarchs pada 1997.

Allen mengatakan kepada Evening Standard tahun lalu tentang saran yang diberikan kepada Harry Kane untuk meninggalkan sepakbola dan beralih ke NFL. Sebab, striker Spurs itu juga sangat menyukai American football selain sepakbola.

"Anda mencoba mengaitkannya dengan sesuatu yang akan anda lakukan dalam pertandingan sepakbola. Tapi, ada lebih banyak tekanan daripada mengambil penalti karena anda membuat pemain terbang ke arah anda mencoba menghentikannya," kata Allen.


14. Grant Holt (gulat)

Holt dikenal secara luas ketika ikut membantu Norwich City promosi ke Liga Premier. Dia tetap bermain di sana selama 2 musim sebelum bergabung dengan Wigan Athletic. Tapi, pada Mei 2018, Holt menandatangani kontrak pegulat profesional bersama World Association of Wrestling (WAW). 

Tampaknya, itu menjadi olahraga rekreasi bagi Holt. Sebab, hingga kini dia masih menjadi pemain sepakbola profesional dan merumput bersama Wroxham pada musim 2020/2021.


15. Rio Ferdinand (tinju)

Libero.id

Kredit: instagram.com/rioferdy5

Pada September 2017, Ferdinand mengumumkan  menjadi petinju profesional. "Tinju adalah olahraga yang luar biasa untuk pikiran dan tubuh. Saya selalu bersemangat untuk itu. Tantangan ini adalah kesempatan sempurna untuk menunjukkan kepada orang-orang apa yang mungkin dilakukan," kata mantan bek Manchester United itu.

Namun, karier tinjunya tidak lama. Sembari terus berlatih memukul sansak, Ferdinand kini berprofesi sebagai komentator pertandingan. Sebab, berbicara ternyata jauh lebih mudah dari melakukannya.


16. Curtis Woodhouse (tinju)

Libero.id

Kredit: instagram.com/woodhousecurtis

Jika Ferdinand menjadikan tinju mainan, Woodhouse menekuni dengan profesional. Mantan pemain Inggris U-21 pada 1999 tersebut punya rekor bertinju 29 kali, menang 22, dan 7 kalah, dengan 13 kemenangan di antaranya KO. 

hanya seorang gelandang pekerja harian yang sebenarnya (tolong jangan katakan padanya kami mengatakan itu) tetapi terkesan sebagai petinju, memenangkan gelar kelas welter ringan Inggris pada tahun 2014. Karier tinjunya ditekuni pada 2006-2017. Sementara sepakbola pada 1997-2011.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
52
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
SSC Napoli
76
4
Juventus FC
75
5
AC Milan
75
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
Bologna FC 1909
40
12
Udinese Calcio
40
13
ACF Fiorentina
39
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18