Kisah Gabriel Batistuta, Pemain Argentina Terhebat Ketiga Sepanjang Massa

Biografi | 09 February 2021, 08:30
Kisah Gabriel Batistuta, Pemain Argentina Terhebat Ketiga Sepanjang Massa

"Saat membobol gawang Fiorentina bersama AS Roma, dia tidak hanya menolak untuk merayakan tetapi juga meninggalkan lapangan sambil menangis."

Libero.id - 16 tahun setelah pensiun Gabriel Batistuta masih dianggap oleh banyak pecinta sepak bola sebagai pemain Argentina terhebat ketiga setelah Diego Maradona dan Lionel Messi. Meskipun, para fans dari Osvaldo Ardiles dan Hernan Crespo mungkin tidak setuju, tetap ada alasan kenapa pemain berjuluk 'Batigol' itu  layak menempati posisi ketiga setelah La Pulga dan Si Tangan Tuhan.

Sejak memulai karier profesionalnya bersama Newell's Old Boys, Batistuta memang sudah dikenal sebagai pemain yang hebat dalam mencetak gol serta dikenal dengan tendangannya yang keras.

Batistuta melakukan debut untuk The Lepers pada tahun 1988 dan di bawah arahan Marcelo Bielsa, Batistuta bermain satu musim di Newell’s Old Boys sebelum pindah ke River Plate kemudian disusul kepindahannya ke Boca Juniors. Batistuta sendiri terbilang tidak lama berada di Negeri Tango karena setiap klub yang ia singgahi hanya bertahan satu musim.

Pada tahun 1991, Batistuta muda memilih untuk mencari tantangan baru dengan bergabung bersama tim asal Florence, Fiorentina, klub yang bermain di Serie A serta klub yang membesarkan namanya. Saat itu, Serie A dikenal sebagai kompetisi sepakbola paling elit di seluruh jagat.

Bertahan selama hampir sepuluh musim, Batistuta mencetak 168 gol yang luar biasa dalam 269 penampilan dan menjadi salah satu pemain incaran klub top Eropa selama bertahun-tahun.

Seperti Romeo dan Juliet, Fiorentina dan Gabriel Batistuta tampaknya dibuat untuk satu sama lain, dan hubungan mereka adalah hubungan yang sangat romantis, dimana keduanya menjalin asmara hingga lebih dari satu dekade.

Namun, meski memulai kariernya dengan solid di Fiorentina, Batistuta mendapati dirinya tampil di tim yang terancam degradasi di musim keduanya. Enam belas gol yang dia cetak tidak cukup untuk membawa tim menjauh dari zona degradasi, dan pada 1993 La Viola terdegradasi dari Serie A.

Adapun karier Batistua di timnas Argentina dimulai pada tahun 1991. Antara tahun 1991 dan 1993, Batistuta membantu negaranya memenangkan Copa America, dan pada 1993, Batigol mencetak dua gol di final dalam kemenangan 2-1 atas Meksiko.

Dengan Piala Dunia 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat,  Batistuta mengambil keputusan berisiko untuk tetap bersama Fiorentina di Serie B. Taruhannya yang diperhitungkan itu membuahkan hasil saat klub bangkit kembali dan promosi ke Serie A.

Menyusul Piala Dunia yang cukup mengecewakan ketika Argentina kalah dari Rumania di babak 16 besar, Batistuta dan Fiorentina memulai musim 1994/95 dengan sangat mengesankan. Bermain sebagai penyerang out-and-out di bawah Claudio Ranieri, Batistuta mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak di Serie A dengan 26 gol.

Di musim berikutnya, Batistuta sukses membantu Fiorentina memenangkan gelar Coppa Italia dengan dirinya mencetak gol di kedua leg final melawan Atalanta. Pada tiga musim berikutnya, ia selalu rutin mencetak 20 gol atau bahkan lebih, dimana ia juga sukses mencatatkan prestasi baru bersama La Viola saat mereka bermain di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah usai menyelesaikan Serie A musim 1998/99 di posisi ketiga.

Gaya menyerang serta golnya saat melawan Arsenal dan Manchester United (kandang dan tandang) di Liga Champions 1999/2000, memperkuat namanya sebagai penyerang modern, dan pada akhir musim itu, ia menjadi pemain berusia lebih dari 30 dengan harga termahal di dunia ketika ia bergabung bersama I Giallorossi dengan mahar 36,2 juta Euro. Tentu saja kepergiannya dari Stadio Artemio Franchi sangat disayangkan oleh klub dan Batistuta sendiri merasa sangat sedih karena telah meninggalkan klub yang telah lama ia bela.

Setelah gagal untuk meraih Scudetto bersama Fiorentina, Batistuta berhasil pada percobaan pertama bersama Roma di musim 2000/01. Dalam pertandingan yang tak terlupakan melawan Fiorentina, ia mencetak gol melawan klub lamanya dan tidak hanya menolak untuk merayakan tetapi juga meninggalkan lapangan sambil menangis. Pada tahun 2014, empat belas tahun setelah meninggalkan klub, Batistuta dilantik ke dalam Hall of Fame La Viola.

Batistuta bertahan selama tiga musim di Roma, mencetak 30 gol dalam 63 penampilan sebelum menandatangani kesepakatan pinjaman bersama Inter Milan. Ketika kariernya sudah mulai turun, Batigol sempat dirumorkan akan bermain di Inggris, dengan Fulham dikatakan hampir mendapatkan kesepakatan, tetapi sebaliknya, ia malah bermain di Qatar bersama Al-Arabi selama 2 musim.

Karier internasionalnya berlangsung dari tahun 1991 hingga 2002, dan selain memenangkan dua gelar Copa America, ia juga merupakan bagian dari tim sukses Argentina yang menjuarai Piala Konfederasi FIFA tahun 1992. Batistuta tampil di tiga pegelaran Piala Dunia - 1994, 1998, dan 2002 - tanpa melaju lebih jauh dari perempat final, tetapi ia berhasil mencetak 54 gol yang luar biasa dalam 77 penampilan.

Sepanjang kariernya, Gabriel Batistuta dikenal karena kejujuran dan etos kerjanya.  Kemampuan menembaknya sangat legendaris dan ia adalah beberapa di antara penyerang kelas dunia yang mampu mencetak gol dari jarak jauh yang luar biasa.

Ia sangat dihormati oleh rekan satu tim dan lawan, dan mungkin dikatakan bahwa pada tahun 1994 ia disebutkan oleh Pele dalam daftar 100 pemain terhebat dunia FIFA, sementara almarhum Maradona menggambarkan ia sebagai striker terbaik yang pernah dilihatnya.

Res semper Batistuta !!!!

  • 100%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
52
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
Juventus FC
75
4
AC Milan
75
5
SSC Napoli
74
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
ACF Fiorentina
40
12
Bologna FC 1909
40
13
Udinese Calcio
40
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18