Selamat Ulang Tahun!

8 Klub Tanpa Pemain Asing di Piala Menpora 2021, Mampukah Bersaing?

"Dua klub dengan tradisi kuat PSM dan Persebaya sama sekali tidak menggunakan pemain asing."

Feature | 20 March 2021, 00:46
8 Klub Tanpa Pemain Asing di Piala Menpora 2021, Mampukah Bersaing?

Libero.id - Kelanjutan kompetisi yang belum jelas selepas Piala Menpora 2021 membuat beberapa klub gamang menentukan masa depan. Terbukti, ada 7 tim Liga 1 yang memilih tidak menggunakan pemain asing untuk tampil di ajang pramusim.

Setelah melalui sejumlah perdebatan, Piala Manpora akan segera berlangsung mulai 21 Maret 2021 dengan Arema FC melawan Persikabo 1973 sebagai pertandingan pertama. Laga di Grup A itu akan dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, menggunakan protokol kesehatan dan tanpa kehadiran penonton.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, klub-klub peserta mempersiapkan tim dengan serius. Di tengah keterbatasan, sejumlah klub berhasil mendapatkan pemain-pemain incarannya, termasuk pesepakbola import.

Tapi, beberapa klub lainnya terkesan tampil ala kadarnya. Selain baru memulai latihan, seleksi pemain juga berjalan lambat. Bahkan, ada sejumlah tim yang sudah memastikan diri berangkat ke meda pertempura tanpa pemain asing. Alasannya bermacam-macam. Ada yang terkait dana. Ada pula yang murni teknis.

Berikut ini 8 klub Liga 1 yang memastikan diri tidak akan diperkuat pemain asing selama bermain di Piala Menpora 2021:


1. Barito Putera

Libero.id

Kredit: instagram.com/psbaritoputeraofficial

Barito Putera sebenarnya masih memiliki kontrak terhadap 3 pemain asingnya. Tapi, Laskar Antasari memutuskan tidak akan memakai legiun import dengan dua alasan. Pertama, Aleksandar Rakic sedang dipinjamkan ke klub Bosnia-Herzegovina, FK Krupa. Kedua, Danilo Sekulic dan Cassio de Jesus masih berada di negara masing-masing.

Situasi dunia yang masih dilanda pandemi membuat Djajang Nurjaman kesulitan mengumpulkan para pemain asingnya. Dengan kompetisi yang belum jelas plus kewajiban karantina saat ada orang datang dari luar negeri, Barito Putera memastikan lebih baik untuk memaksimalkan stok lokal.


2. Persebaya Surabaya

Ditangani Aji Santoso, Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki sejumlah pemain asing bagus. Sebut saja David da Silva, Makan Konate, Mahmoud Eid, dan Aryn Williams. Tapi, akibat Liga 1 2020 yang dihentikan, para pemain import tersebut memutuskan meninggalkan Kota Pahlawan.

Untuk mengisi kekosongan pemain-pemain tersebut, Aji sebenarnya sudah sempat meminta manajemen untuk melakukan seleksi terhadap legiun impor. Tapi, kondisi finansial yang kurang bagus, Bajul Ijo memutuskan hanya akan mengandalkan pemain-pemain muda untuk Piala Menpora.

Para pesepakbola lokal itu nantinya akan menjadi kerangka tim utama saat Liga 1 2021 bergulir. Pemain yang bagus selama Piala Menpora akan dipertahankan. Sementara pemain yang jelek akan dibiarkan mencari klub baru setelah turnamen pramusim.


3. Persik Kediri

Persiapan yang singkat dan belum jelasnya Liga 1 2021 membuat manajemen Persik Kediri memutuskan tidak akan menggunakan jasa pemain asing selama Piala Menpora. Macam Putih akan mengandalkan para pemain lokal, yang mayoritas merupakan stok musim lalu dan lulusan Persik U-19.

Dilatih Joko Susilo, tiga pemain jebolan Badak Lampung , yaitu Amin Fisabilillah, Hariyanto Panto, dan Diki Yusron direkrut. Diki untuk menggantikan Junaidi Bachtiar yang hengkang. Lalu, di bek ada Aldo Claudio dan Muhamad Rivan. Mereka juga kedatangan Herman Yoku dari Papua. Ada lagi Ahmad Agung Setiabudi serta kembalinya dua putra daerah, yaitu Andre Agustiar dan Qischil Gandrumini.


4. Persita Tengerang

Libero.id

Kredit: instagram.com/persita.official

Sebelumnya, Persita Tangerang memiliki sejumlah legiun asing bagus. Tapi, setelah Yevhen Budnik pergi mengikuti jejak Mateo Bustos, Eldar Hasanovic, dan Tamirlan Kozubaev, Pendekar Cisadane dipastikan hanya akan mengandalkan para pemain lokal selama ambil bagian di Piala Menpora. Tapi, Widodo Cahyono Putro akan tetap menjadi pelatih mereka.

"Dalam turnamen ini kami akan mengandalkan pemain-pemain lokal yang masih bertahan di Persita. Kami juga memakai pemain-pemain muda binaan Persita U-20. Pemain asing kami fokuskan di Liga 1 saja," ujar Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara.


5. Persikabo 1973

Eksodus pemain asing setelah pandemi juga melanda Persikabo 1973. Satu persatu para pemain asing memutuskan meninggalkan Stadion Pakansari, Cibinong, sehingga menyisakan para pemain lokal, yang mayoritas anggota TNI.

Meski sang pelatih asal Belarus, Igor Kriushenko, Persikabo memastikan diri akan mengandalkan 100% pemain Indonesia di Piala Menpora. Hal itu sudah sempat mereka tunjukkan ketika mendapatkan kesempatan menjalani uji coba dengan tim nasional Indonesia U-23. Sayang, Persikabo kalah.

Persikabo akan tetap mengandalkan Abduh Lestaluhu, Andy Setyo Nugrono, dan Manahati Lestusen di lini belakang. Ada lagi Gustur Cahyo, Roni Sugeng, Guntur Triaji, Dimas Drajad, hingga Hendra Bayauw di sektor penyerangan.


6. Persiraja Banda Aceh

Persiraja Banda Aceh sebenarnya berniat menggunakan jasa pemain asing. Kabarnya, mereka sedang melakukan negosiasi terhadap 3 legiun import setelah pemain asing sebelumnya pergi karena pandemi. Tapi, hingga beberapa hari sebelum kick-off Piala Menpora, klub dari Aceh itu belum memiliki pemain asing. Sepertinya mereka akan bermain dengan 100% pemain lokal.


7. PSIS Semarang

Melalui akun Instagram resminya, PSIS Semarang sudah mengumumkan skuad yang akan berangkat di Solo untuk menghadapi Piala Menpora melawan Barito Putera, Arema, dan Persikabo 1973. Jumlah totalnya, 24 orang dan tidak terdapat Bruno Silva, Jonathan Cantillana, atau Wallace Costa.

Masih akan dilatih Dragan Djukanovic, Laskar Maheja Jenar mengandalkan 100% pemain lokal. Sebut saja Joko Ribowo, Jandia Eka Putra, dan Muhamad Fadli untuk penjaga gawang.

Kemudian, Rio Saputro, Alfeandra Dewangga, Safrudin Tahar, Abanda Rahman, Wahyu Prasetyo, Fredyan Wahyu Sugiantoro, Pratama Arhan, Soni Setiawan, Frendi Saputra, Kartika Vedhayanto, Riyan Ardiyansyah di belakang. Lalu, Fandi Eko Utomo, Eka Febri, Finky Pasamba, Septian David Maulana, Mahir Radja di tengah. Terakhir, Muhamad Ridwan, Hari Nur Yulianto, Komarudin, Andeas Ado, Farrel Arya di depan.


8. PSM Makassar

Libero.id

Kredit: instagram.com/psm_makassar

Menyandang status klub besar di Indonesia, PSM Makassar sepertinya tidak berdaya menghadapi Piala Menpora. Kondisi finansial yang kurang bagus telah membuat Juku Eja terkesan kurang serius dalam berkompetisi.

Mereka juga tidak bisa mencegah ketika para pemainnya pergi. Sebut saja Ezra Walian, Rizky Pellu, Miswar Saputra, Asnawi Mangkualam, Leo Guntara, Ahmad Agung, Firza Andika, Ronny Beroperay, Osas Saha, Ferdinan Sinaga, Irsyad Maulana, hingga Bayu Gatra. Ditambah hukuman FIFA terkait gaji Giancarlo Rodrigues yang tidak dibayar, PSM dipastikan tidak bisa mendatangkan pemain asing.

Tapi, tetap saja PSM adalah klub yang harus diwaspadai. Untuk Piala Menpora, mereka memiliki Patrich Wanggai. Pemain asal Papua itu hanya dikontrak untuk turnamen pramusim. PSM juga mempunyai Zulkifli Syukur, Hasim Kipuw, Hendra Wijaya, Nurhidayat Haji Haris, Rasyid Bakri, serta Zulham Zamrun.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=uZiDnSmspvE

Artikel Pilihan