Kisah Ruy Ramos, Pemain Naturalisasi Jepang Pertama Kini Jadi Tarento

Biografi | 07 April 2021, 14:00
Kisah Ruy Ramos, Pemain Naturalisasi Jepang Pertama Kini Jadi Tarento
Kredit: instagram.com/ruyramos10official

"Dari pemain bola yang sangat populer, dia kini beranjak menjadi selebritis televisi ternama."

Libero.id - Sebelum memproduksi pemain-pemain sepakbola hebat, Jepang juga memulai semuanya dengan program naturalisasi. Salah satu yang masuk angkatan pertama adalah Ruy Ramos dari Brasil.

Ruy Goncalves Ramos Sobrinho bermain di Negeri Sakura sebelum J.League dibentuk dan ditetapkan sebagai kompetisi kasta tertinggi pada 1992. Dia bergabung dengan Yomiuri SC pada 1977 dalam usia 20 tahun ketika Japan Soccer League (JSL) menjadi liga kasta elite.

Dengan Ramos di sana, Yomiuri memenangkan JSL 5 kali, Piala JSL 3 kali, dan Piala Kaisar 3 kali. Di Asia, klub juga memenangkan Asian Club Championship (Liga Champions Asia) 1987.

Lalu, ketika J.League dibentuk pada 1992, Yomiuri berubah menjadi Verdy Kawasaki (sekarang Tokyo Verdy). Klub ini memenangkan J.League 1993 dan 1994. Lalu, Piala J.League 1992, 1993, dan 1994, serta menjadi salah satu wakil Jepang yang paling ditakuti pada kompetisi Asia.

Setelah puas dengan Verdy, pada musim panas 1996, Ramos pindah ke Kyoto Purple Sanga. Tapi, pada musim panas 1997, dia kembali ke Verdy dan pensiun pada akhir musim 1998. Dia berumur 41 tahun ketika memutuskan gantung sepatu. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Jepang  2 kali dan pemain paling sentral di era keemasan Yomiuri dan Verdy.

Berkat reputasinya sebagai pemain jempolan, Ramos diberikan paspor Jepang dalam program naturalisasi. Dia dipanggil membela Samurai Blue pertama kali pada 1 September 1990. Saat itu Ramos sudah berusia 33 tahun. Dia dipanggil ke timnas untuk Asian Games 1990. Ramos memulai debut melawan Bangladesh pada 26 September 1990.

Performa yang bagus di Asian Games mengantarkan Ramos menjadi pemain reguler Jepang. Dia adalah anggota timnas yang memenangkan Piala Asia 1992 dan memainkan 4 pertandingan di kompetisi tersebut.

Di bawah arahan Hans Ooft dari Belanda, Jepang maju ke tahap akhir Kualifikasi Piala Dunia 1994 Zona Asia. Sayang, harapan Jepang untuk bermain di Amerika Serikat (AS) dihancurkan gol penyeimbang Irak pada injury time pada pertandingan terakhir kualifikasi di Doha, Qatar.

Pada tahun 1995, Ramos juga bermain di Piala Raja Fahd. Itu adalah kompetisi yang mempertemuan juara Piala Asia dengan Copa America, Piala Afrika, dan Piala Eropa, serta tuan rumah Arab Saudi, yang sekarang telah diambil alih FIFA dan berganti nama menjadi Piala Konfederasi.

Selama karier bersama Samurai Blue, Ramos sanggup memainkan 32 pertandingan dan mencetak 1 gol sebelum mundur pada 1995. Sebagai penghargaan, Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) memasukkan nama Ramos dalam Hall of Fame pada 2018.

Setelah era Ramos, gerbang kejayaan di sepakbola Jepang terbuka lebar. Meski masih memiliki beberapa pemain naturalisasi, pemain-pemain lokal Jepang seperti Kazuyoshi Miura, Hidetoshi Nakata, hingga Shunsuke Nakamura bermunculan. Jepang juga menjadi langganan Piala Dunia, dimulai pada 1998 di Prancis hingga yang terbaru di Rusia pada 2018.

Meski sudah pensiun, Ramos tidak bersedia meninggalkan Jepang. Dia tetap di Negeri Sakura untuk memulai karier sebagai pelatih. Setelah gagal dengan Verdy, Kashiwa Reysol, dan FC Gifu, dia memutuskan menjadi pelatih sepakbola pantai. Ramos adalah pelatih timnas di Piala Dunia Sepakbola Pantai 2009, 2011, 2013, dan 2019.

Selain menjadi pelatih, wajah Ramos juga sering muncul di televisi Jepang. Bukan menjadi komentator pertandingan sepakbola, melainkan sebagai pembawa acara atau "tarento" dalam istilah pertelevisian Jepang.

Tarento (talent) di Jepang, adalah selebriti yang sering muncul di media massa, terutama sebagai panelis di variety show. Ini istilah yang meniru selama zaman keemasan Hollywood ketika bintang-bintang televisi di AS dibedakan dari kru produksi karena dipandang memiliki bakat teknis  dibanding bakat karismatik.

Di televisi Jepang, ada berbagai macam tarento. Sebut saja Multi-tarento, Athlete tarento, Gimmicked tarento, Owarai tarento, Nepotic tarento, serta Idol tarento. Acara-acara yang melibatkan tarento selalu memiliki rating tinggi dan digelar pada prime time.

Dalam dunia televisi, Ramos  tergabung dengan talent agency, Irving Co.Ltd. Agensi ini berkantor pusat di Uchi-Kanda, Chiyoda, Tokyo. Didirikan pada 1997 oleh grup pengembang perumahan, Aoyama Mainland, Irving Co.Ltd berfokus pada manajemen bakat untuk aktor, idola Jepang, model fesyen, dan tarento.

Di dalam agensi itu, Ramos tergabung bersama sejumlah artis, model, dan penyanyi ternama di Jepang. Sebut saja Manami Hashimoto, Haruka Katayama (mantan AKB48), Jurina Matsui (SKE48), Mariya Nagao (mantan AKB48), hingga Haruna Yabuki.

Uniknya, gaya tarento di Jepang juga mulai diadopsi di pertelevisian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Itu ditandai dengan munculnya komentator-komentator yang lebih dominan dari penyanyinya ketika ajang pencarian bakat seperti Indonesia Idol, Kontes Dangdut Indonesia (KDI), atau Bintang Pantura ditayangkan.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
74
2
Manchester United FC
63
3
Leicester City FC
56
4
West Ham United FC
55
5
Chelsea FC
54
6
Liverpool FC
52
7
Tottenham Hotspur FC
50
8
Everton FC
49
9
Arsenal FC
45
10
Leeds United FC
45
11
Aston Villa FC
44
12
Wolverhampton Wanderers FC
38
13
Crystal Palace FC
38
14
Southampton FC
36
15
Brighton & Hove Albion FC
33
16
Burnley FC
33
17
Newcastle United FC
32
18
Fulham FC
26
19
West Bromwich Albion FC
24
20
Sheffield United FC
14
POIN
1
Club Atlético de Madrid
67
2
Real Madrid CF
66
3
FC Barcelona
65
4
Sevilla FC
61
5
Real Sociedad de Fútbol
47
6
Real Betis Balompié
47
7
Villarreal CF
46
8
Granada CF
39
9
Levante UD
38
10
RC Celta de Vigo
37
11
Athletic Club
37
12
Cádiz CF
35
13
Valencia CF
34
14
CA Osasuna
34
15
Getafe CF
30
16
SD Huesca
27
17
Real Valladolid CF
27
18
Elche CF
26
19
Deportivo Alavés
24
20
SD Eibar
23
POIN
1
FC Internazionale Milano
74
2
AC Milan
63
3
Juventus FC
62
4
Atalanta BC
61
5
SSC Napoli
59
6
SS Lazio
55
7
AS Roma
54
8
US Sassuolo Calcio
43
9
Hellas Verona FC
41
10
UC Sampdoria
36
11
Bologna FC 1909
34
12
Udinese Calcio
33
13
Genoa CFC
32
14
Spezia Calcio
32
15
ACF Fiorentina
30
16
Benevento Calcio
30
17
Torino FC
27
18
Cagliari Calcio
22
19
Parma Calcio 1913
20
20
FC Crotone
15
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
69
2
FC Porto
60
3
Sport Lisboa e Benfica
57
4
Sporting Clube de Braga
54
5
FC Paços de Ferreira
44
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
35
8
Moreirense FC
34
9
Portimonense SC
29
10
Gil Vicente FC
28
11
CD Tondela
28
12
Rio Ave FC
28
13
Boavista FC
28
14
FC Famalicão
27
15
Os Belenenses Futebol
27
16
CS Marítimo
24
17
SC Farense
22
18
CD Nacional
21
POIN
1
FC Bayern München
65
2
RB Leipzig
61
3
VfL Wolfsburg
54
4
Eintracht Frankfurt
53
5
Borussia Dortmund
46
6
Bayer 04 Leverkusen
44
7
1. FC Union Berlin
40
8
Borussia Mönchengladbach
40
9
VfB Stuttgart
39
10
SC Freiburg
37
11
TSG 1899 Hoffenheim
32
12
FC Augsburg
32
13
SV Werder Bremen
30
14
1. FSV Mainz 05
28
15
Hertha BSC
26
16
Arminia Bielefeld
26
17
1. FC Köln
23
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
72
2
PSV
61
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
56
5
Feyenoord Rotterdam
54
6
FC Groningen
46
7
FC Utrecht
43
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
34
12
Fortuna Sittard
34
13
PEC Zwolle
32
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
22
16
VVV Venlo
22
17
FC Emmen
21
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
70
2
Paris Saint-Germain FC
66
3
AS Monaco FC
65
4
Olympique Lyonnais
64
5
Racing Club de Lens
52
6
Olympique de Marseille
49
7
Stade Rennais FC 1901
48
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
43
10
FC Metz
42
11
Angers SCO
41
12
Stade de Reims
40
13
AS Saint-Étienne
39
14
RC Strasbourg Alsace
36
15
FC Girondins de Bordeaux
36
16
Stade Brestois 29
36
17
FC Lorient
32
18
Nîmes Olympique
30
19
FC Nantes
28
20
Dijon Football Côte d'Or
15