Kisah Oscar Wirth, Kiper Chile yang Dimainkan Real Valladolid sebagai Bek Tengah

Biografi | 11 April 2021, 12:15
Kisah Oscar Wirth, Kiper Chile yang Dimainkan Real Valladolid sebagai Bek Tengah

"Bagaimana ketika penjaga gawang dipaksa main di lapangan? Itu momen yang belum tentu tercipta 10 tahun sekali!"

Libero.id - Salah satu momen mendebarkan dalam sepakbola adalah saat pemain lapangan harus mengenakan sarung tangan dan menyelesaikan pertandingan sebagai kiper. Ini adalah jenis momen yang hanya muncul kadang-kadang dan jika dia berhasil menjaga gawangnya, maka pujian akan diberikan selama sebulan penuh.

Tapi, bagaimana jika hal sebaliknya terjadi? Bagaimana ketika penjaga gawang dipaksa bermain di lapangan? Itu momen yang belum tentu tercipta 10 tahun sekali!

Ada beberapa contoh kasus tentang hal ini. Fabien Barthez dan Shamal George menghabiskan waktu di lapangan selama pertandingan persahabatan. David James dan Ray Wood bermain pada menit-menit akhir pertandingan kompetitif sebagai penyerang. Begitu pula Jorge Campos yang mengganti jersey nomor 1 dengan nomor 9.

Namun, dari semua momen langka itu, tidak ada yang sebanding dengan kisah Oscar Wirth. Penjaga gawang asal Chile itu menyelesaikan 90 menit sebagai bek tengah dalam pertandingan La Liga 1986/1987 untuk Real Valladolid.

Dijuluki El Chino karena wajahnya yang mirip orang Asia Timur, Wirth bergabung dengan Valladolid pada musim panas 1986. Dia datang ke Spanyol setelah membela beberapa klub lokal seperti Universidad Catolica, Colo-Colo, Cobreloa, Everton Vina del Mar, hingga Universidad de Chile. Dia juga sempat ke Jerman merumput untuk Rot-Weiss Oberhausen.

Valladolid berhasil membawa Wirth ke La Liga setelah menjadi kiper cadangan La Roja selama Piala Dunia 1982 di Spanyol. Tapi, ketika tiba di di Estadio Jose Zorrilla, masalah dengan izin kerja sempat menghambat Wirth.

Akibat masalah itu, Wirth gagal menjadi kiper utama Valladolid pada beberapa pertandingan awal La Liga. Sial, ketika gangguan administrasi bisa diatasi dan Wirth siap mengambil posisi nomor 1, kiper lama, Carlos Fenoy, telah mengokohkan tempatnya di starting line-up. Jadi, sepanjang musim itu, Wirth hanya duduk manis di bench.

Tiba-tiba hal tak terduga menghampiri Wirth. Pada pekan 35 La Liga, tepatnya 12 April 1987, Valladolid mengunjungi Sevilla di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan. Klub berseragam ungu-putih itu optimistis.

Tapi, masalah mendadak muncul. Pelatih Valladolid, Xabier Azkargorta, baru sadar ternyata dua bek tengah utama, Manolo Hierro dan Enrique Moreno, sama-sama tidak akan bisa bermain. Begitu pula full back kiri, Juan Carlos.

Yang tersedia untuk lawatan ke Andalucia adalah Juan Antonio Torrecilla (full back kanan), Javier Sanchez Valles (full back kiri cadangan), dan Pablo Martin Saez (bek tengah cadangan). Entah dengan skema apapun, Azkargorta hanya memiliki 1 bek tengah yang siap bermain karena tidak ada gelandang bertahan yang siap menjadi duet palang pintu.

Saat itu, Azkargorta bertanya kepada para asistennya. Dia tersadar karena melihat tiga penjaga gawang dalam kondisi siap bertanding, yaitu Fenoy, Wirth, dan Jose Luis Rodriguez.

Azkargorta ingat karena Wirth sering bermain sebagai bek tengah selama latihan ketika menjalani internal game 11 vs 11 dan bermain bagus. Azkargorta semakin terkejut ketika mengetahui kisah karier Wirth saat junior. Pemilik 12 caps untuk La Roja itu bermain sebagai full back kanan atau bek tengah di tim akademi hingga berusia 15 tahun.

Jadi, menjadi pemain bertahan bukanlah konsep yang sepenuhnya asing bagi Wirth. Masalahnya, bermain di kompetisi resmi seperti La Liga dengan kualitas lawan sekelas Sevilla berbeda dengan latihan atau pertandingan di tim U-15.

Secara teknis, itu juga bukan pertandingan yang mudah. Sevilla memasuki pertandingan itu dengan koleksi 3 poin lebih banyak dan 3 posisi lebih tinggi. Los Rojiblancos juga bermain di stadion yang terkenal angker bagi lwan-lawan domestik maupun internasional.

Dengan memainkan kiper sebagai bek tengah dalam pertandingan debut La Liga, Valladolid ternyata menang. Memainkan dua penjaga gawang di lapangan, mereka mengalahkan Sevilla 2-1. Uniknya, itu merupakan kemenangan tandang pertama mereka dalam 7 bulan.

Manolo Pena mencetak gol 2 untuk Valladolid, yaitu di awal setiap babak. Sebaliknya, Sevilla hanya bisa mencetak 1 gol ke gawang tim tamu melalui Jose Luis Benitez. Ini adalah kemenangan yang luar biasa dan penjaga gawang cadangan berada di depan kiper utama.

"Wirth bersinar sebagai bek tengah. Dia mengatur garis pertahanan dengan kepemimpinan dan dengan bakat. Dia selalu di posisinya, meski benar bahwa dia sering bertindak lebih sebagai sweeper daripada sebagai menjaga pemain depan Sevilla," tulis Wartawan El Pais di korannya ketika itu, Juan Mendez, dilansir These Football Times.

"Dia mendominasi dalam permainan udara dan tidak mengizinkan penyerang Sevilla, Ramon atau Cholo, yang telah tampil bagus di depan gawang akhir-akhir ini, untuk mengungguli dirinya," tambah Mendez. El Pais juga menyebut fans Valladolid menyerukan Wirth tetap di posisi itu selama sisa musim.

Wirth ternyata mengakui bahwa dirinya memang didorong untuk beralih menjadi bek tengah. "Setiap pemain profesional harus bisa bermain di berbagai posisi. Saya menyadari situasi yang sulit dan menyadari betapa sulitnya hal ini bagi pelatih, yang mengambil risiko. Saya telah mempersiapkan diri dengan baik, dan saya pikir saya menanggapi panggilan itu dengan baik," ungkap Wirth.

Meski bermain bagus sebagai bek tengah, Valladolid justru mengembalikan Wirth sebagai kiper. Dia tidak pernah lagi bermain di jantung pertahanan pada duel selanjutnya. Dia menjadi kiper pada 4 laga musim 1987/1988. Hasilnya, imbang 1-1 dan menang 2-1 dengan Atletico Madrid, imbang 1-1 dengan Real Betis, dan kekalahan 1-4 dari Real Murcia.

Wirth kemudian kembali ke Amerika Selatan setelah musim 1987/1988 berakhir. Dia menandatangani kontrak dengan Independiente Medellin dari Kolombia dan kemudian kembali ke Chile bersama Universidad Catolica.

Saat di Catolica, Wirth mencapai final Copa Libertadores 1993. Sayang, mereka dikalahkan Sao Paulo. Laga pertama di Estadio do Morumbi berakhir dengan kemenangan Sao paulo 5-1. Lalu, duel kedua di Estadio Nacional de Santiago, Catolica menang 2-0.

Pada dua pertandingan bersejarah tersebut, Wirth bermain sebagai penjaga gawang utama, meski menggunakan nomor punggung 12.

  • 100%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
49
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
Juventus FC
75
4
AC Milan
75
5
SSC Napoli
73
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
Bologna FC 1909
40
12
Udinese Calcio
40
13
ACF Fiorentina
39
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18