5 Fakta Perjalanan PSM ke Semifinal Piala Menpora, Munculnya Yakob Sayuri

Analisis | 15 April 2021, 07:17
5 Fakta Perjalanan PSM ke Semifinal Piala Menpora, Munculnya Yakob Sayuri
Kredit: instagram.com/yassa_sayuri22

"PSM tampil mengejutkan mengingat mereka 100 persen mengandalkan pemain lokal."

Libero.id - Di antara semifinalis Piala Menpora 2021, PSM Makassar yang paling berbeda. Juku Eja tidak diunggulkan karena menjalani persiapan yang kurang meyakinkan. Tapi, klub asal Sulawesi Selatan itu justru akan menantang Persija Jakarta di babak 4 besar.

PSM datang ke ajang pramusim dengan kondisi yang kurang ideal. Setelah vakum setahun, mereka harus menerima kenyataan pahit dihukum FIFA terkait tunggakan gaji salah satu pemain asing musim lalu.

Kondisi semakin kurang ideal karena beberapa pemain bagus PSM memutuskan meninggalkan Makassar. Selain para pemain import, termasuk Wiljan Pluim, beberapa pemain bintang lokal maupun naturalisasi juga memutuskan hengkang. Contohnya Ezra Walian dan Rizky Pellu.

Dengan persiapan seadanya, PSM ternyata mampu membangun kekuatan. Beberapa pemain lama yang bertahan seperti Yakob Sayuri, Zulham Zamrun, Hasyim Kipuw, Rasyid Bakri, atau Zulkifli Syukur tetap diandalkan. Begitu pula sejumlah muka baru yang sengaja dikontrak untuk Piala Menpora seperti Patrich Wanggai.

Status kuda hitam ternyata membuat para pemain tampil lepas. Mereka seperti tidak memiliki beban sehingga sanggup menampilkan semua kemampuan yang dimiliki.

Tidak adanya bintang juga menjadikan PSM mampu bermain dengan kolektivitas tinggi. Semangat juang para pemain juga terlihat sangat bagus. Mereka seperti tidak kenal lelah untuk berlari mengejar bola, menciptakan peluang, hingga berusaha mengeksekusi peluang-peluang yang didapatkan.

Berikut ini 5 fakta menarik perjalanan Juku Eja di Piala Menpora 2021:


1. Mengandalkan 100% produk lokal

Dari empat semifinalis Piala Menpora, hanya PSM yang mengandalkan 100% produk lokal Indonesia. Semua pemainnya berpaspor Indonesia. Mereka tidak memiliki pemain asing. Bahkan, pemain Indonesia yang berstatus naturalisasi juga sudah tidak ada lagi di skuad Juku Eja.

Bukan hanya pemain. Jajaran pelatih dan manajemen juga dihuni pemain-pemain berpaspor Garuda. Sebut saja pelatih kepala, Syamsudin Batola. Lalu, Herry Setiawan, Bahar Muharram, dan Syafril Usman (asisten pelatih). Begitu pula Hendro Kartiko (pelatih kiper).

"Seperti yang disampaikan oleh pelatih kami di awal babak penyisihan, bahwa inilah kesempatan buat para pemain lokal yang dipilih tampil di Piala Menpora untuk menunjukkan kualitas mereka. Karena dengan menunjukkan kualitas di turnamen ini, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan dipersiapkan untuk lanjutan Liga 1," ujar Zulkifli di situs resmi PT Liga Indonesia Baru.


2. Tidak pernah kalah sejak fase grup

Sejak memulai turnamen pramusim, PSM langsung mencuri perhatian. Juku Eja tampil sangat bagus untuk mengalahkan Persija Jakarta 2-0. Mereka melanjutkannya dengan pertandingan yang membanggakan melawan Bhayangkara FC (1-1) dan Borneo FC (2-2).

Lolos ke perempat final, giliran PSIS Semarang yang dikalahkan lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang tanpa gol. Artinya, dari 4 pertandingan yang sudah dijalani, PSM tidak pernah mendapatkan kekalahan.

Diantara para semifinalis lainnya, hanya Persib Bandung yang memiliki catatan sama dengan PSM. Maung Bandung belum pernah kalah di Grup D dengan imbang melawan Bali United, serta menang melawan Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh. Di perempat final, Persib mengalahkan Persebaya Surabaya.
 

3. Dilatih pahlawan PSM di Liga Indonesia 1999/2000

Ditinggal Bojan Hodak saat kompetisi 2020 dihentikan, PSM tidak mencari pengganti pelatih asing yang punya jam terbang tinggi. Manajemen justru menunjuk sang asisten lokal, Syamsudin Batola, untuk menukangi para pemain sementara waktu di Piala Menpora.

Bagi suporter PSM, Syamsudin bukan sosok asing. Dulu, dia berposisi sebagai pemain bertahan ketika Juku Eja meraih gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Saat itu, PSM mengalahkan Pupuk Kaltim 3-2 pada pertandingan final bersejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

PSM juga menjadi tim terakhir yang dibela Syamsudin. Seusai bermain di tim kampung halaman dan merasakan gelar juara, dia memutuskan gantung sepatu. Mantan pemain Pupuk Kaltim dan Pelita Jaya Jakarta itu melanjutkan kariernya sebagai pelatih.


4. Punya 63 pelanggaran dan 11 kartu kuning

Salah satu yang membuat PSM unggul dari tim-tim pesaing lain di fase grup maupun perempat final adalah permainan yang keras. Fakta menunjukkan, PSM mempunyai 63 pelanggaran dari 4 pertandingan. Hasilnya, 11 kartu kuning dijatuhkan wasit. Hanya kartu merah yang belum diterima.

Pertandingan pertama melawan Persija menjadi yang paling keras. Saat itu, Juku Eja punya 21 pelanggaran dan 4 kartu kuning untuk Zulkifli, Kipuw, Wanggai, dan Hilman Syah. Tapi, Macan Kemayoran juga punya 24 pelanggaran. Bedanya, hanya Braif Fatary yang mendapatkan kartu kuning.

Uniknya, PSM memastikan akan terus bermain keras karena sudah menjadi ciri khas. "Harus dalam koridor fair play. Sebagai orang Makassar, pemain lokal itu menunjukkan semangatnya. Seperti dikatakan kapten tim saya (Zulkifli Syukur) ewako. Itu yang membuat pemain terpacu semangatnya untuk melawan Persija," kata Syamsudin.

"Kalau PSM bertemu Persija (di semifinal), anak-anak juga ingin menampilkan penampilan terbaik. Karena kita tahu Persija tim terbaik yang mempunyai pemain berkualitas, pemain asing yang bagus," tambah Syamsudin.


5. Yakob Sayuri pemain PSM paling berpengaruh

Yakob Sayuri benar-benar menjadi pemain berpengaruh PSM selama Piala Menpora. Selain mengelas 2 gol, pesepakbola asal Papua itu juga bermain sangat bagus untuk membuat pertahanan lawan-lawan Juku Eja kerepotan. Yakob tidak pernah berhenti berlari untuk mencari ruang umpan maupun eksekusi.

Uniknya, Yakob sebenarnya belum lama bermain di Liga 1. Dia baru bermain di kasta tertinggi pada 2019. Saat itu, dia bermain untuk Barito Putera. Tapi, berkat penampilan yang bagus, mantan pemain Persewar Waropen itu mendapatkan panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan timnas U-23.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
52
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
SSC Napoli
76
4
Juventus FC
75
5
AC Milan
75
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
Bologna FC 1909
40
12
Udinese Calcio
40
13
ACF Fiorentina
39
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18