Selamat Ulang Tahun!

Starting XI Pemain CONCACAF Terbaik di Eropa Terkini

"Modal bagus sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026."

Feature | 09 August 2021, 16:26
Starting XI Pemain CONCACAF Terbaik di Eropa Terkini

Libero.id - Zona Amerika Utara atau CONCACAF telah menjadi tambang emas bakat pesepakbola dalam beberapa tahun terakhir. Dari Amerika Serikat, Meksiko, hingga Kanada telah melakukan lompatan luar biasa ke Benua Eropa.

Para pemain itu membuat jejak bagus di Liga Champions, Liga Europa, dan ajang bergengsi lainnya. Itu tentu saja menjadi kabar baik, apalagi Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Semua ini membuat kami berpikir, bagaimana jika kita mencoba membuat starting XI gabungan pemain CONCACAF yang saat ini bermain di klub-klub Eropa.

Bagaimana tampilan mereka dan negara mana yang paling menonjol? Lihatlah pilihan kami di bawah ini untuk mencari tahu:

Kiper: Keylor Navas (PSG)

Keylor Navas adalah kiper yang sangat hebat. Pemain berusia 34 tahun itu membuat 162 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid antara 2014 dan 2019 sebelum pindah ke Paris Saint-Germain.

Dia memenangkan gelar La Liga dan tiga Liga Champions berturut-turut. Sejak pindah ke Ibu Kota Prancis, Navas telah menambahkan treble domestik ke lemari trofinya saat tampil di final Liga Champions tahun lalu, kalah 1-0 dari Bayern Muenechen.

Jamie Robbins, pebola voli cantik Amerika yang gegerkan dunia maya

Jamie Robbins, pebola voli cantik Amerika yang gegerkan dunia maya

Bek Kanan: Sergino Dest (Barcelona)

Sergino Dest adalah pemain Amerika Serikat pertama yang membuat penampilan senior untuk Barcelona.

Pemain berusia 20 tahun itu mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga tampil apik saat membela Ajax, di mana dia mencetak empat assist dalam 1.444 menit saat beraksi di Eredivisie pada 2019/2020. Itu cukup untuk membujuk Barcelona membayar 18,9 juta pounds untuk memboyongnya ke Camp Nou.

Dest tampil impresif dengan serangkaian penampilan yang menjanjikan sejauh ini. Dia dengan cepat menjadi salah satu bek sayap utama Barcelona.

Bek Tengah: John Brooks (Wolfsburg)

John Brooks telah mencetak tiga gol dalam 43 pertandingan internasional bersama timnas Amerika Serikat, termasuk gol kemenangan melawan Ghana di Piala Dunia 2014.

Pemain berusia 28 tahun, yang menolak Bayern Muenchen untuk bergabung dengan Hertha Berlin saat remaja, menempati peringkat pertama untuk duel udara (129), kedua untuk duel udara yang dimenangkan (97), dan kedua untuk intersepsi (55) di antara pemain Wolfsburg di Bundesliga musim lalu.

Mengingat Die Wolfe finis keempat di Bundesliga dan mereka hanya kalah dari RB Leipzig (32) dalam jumlah kebobolan lebih sedikit, karena Wolfsburg kemasukan 37 gol. Mereka telah memberikan penampilan bagus secara keseluruhan.

Bek Tengah: Edson Alvarez (Ajax)

Edson Alvarez menjadi pemain Meksiko pertama yang mencetak gol pada debutnya di Liga Champions, tepatnya ketika dia mencetak gol dalam kemenangan Ajax atas Lille, 3-0, pada September 2019.

Masuk sebagai pengganti Matthijs de Ligt selalu akan membawa tekanan tersendiri. Sejauh ini, Edson Alvarez harus tetap bersabar selama waktunya di Ajax.

Di usianya yang baru 23 tahun, dia diharapan terus menjadi penopang utama pertahanan El Tri di tahun-tahun mendatang.

Bek Kiri: Alphonso Davies (Bayern Muenchen)

Alphonso Davies adalah satu-satunya pria Kanada yang memenangkan Liga Champions hingga saat ini.

Alphonso Davies menyelesaikan kepindahannya ke Bayern Muenchen dari tim MLS, Vancouver Whitecaps, pada Januari 2019. Tentu saja dengan delapan gol dalam 31 penampilan atas namanya selama 2018. Fakta itu membuat Bayern sangat tergiur.

Dia diturunkan sebagai full-back di Bundesliga. Dia membuat namanya terkenal di Bayern. Davies mengantongi tiga gol dan delapan assist di Bundesliga dan Liga Champions sendirian saat tim Hansi Flick memastikan treble bersejarah pada 2019/2020.

Gelandang: Tyler Adams (RB Leipzig)

Ketika sepenuhnya fit, Adams adalah jantung di lini tengah Leipzig. Bahkan, ketika kebugarannya terganggu cedera musim panas lalu, Adams masih membuat kehadirannya bermanfaat. Dia mencetak gol kemenangan saat RB Leipzig mengalahkan Atletico Madrid 2-1 untuk mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya.

Adams tidak terlalu terkenal karena mencetak gol — hanya mencetak lima gol untuk New York Red Bulls dan RB Leipzig di sepanjang karier klub seniornya.

Gelandang: Weston McKennie (Juventus)

Weston McKennie mencetak hat-trick hanya dalam 13 menit saat AS menang 7-0 atas Kuba pada Oktober 2019. Itu rekor tercepat dalam sejarah negaranya.

Dia telah mengumpulkan tujuh gol atas namanya dari hanya 24 caps senior.

Di level klub, McKennie menghasilkan jumlah peluang tertinggi keempat (17) di antara pemain Schalke lainnya. Dia mengumpulkan rata-rata 36,05 operan dan 1,17 take-on per 90 menit.

Di sisi lain, McKennie juga membuat 38 tekel dan 46 intersep dalam 28 penampilan Bundesliga. Hal-hal semacam itu dia ulangi selama waktunya di Juventus.

Gelandang Serang: Giovanni Reyna (Borussia Dortmund)

Giovanni Reyna adalah pemain termuda yang mencatat hat-trick assist di Bundesliga dan orang Amerika pertama yang melakukannya sejak Steve Cherundolo untuk Hannover pada Maret 2008.

Sejak melakukan debutnya di Bundesliga pada usia 17 tahun dan 66 hari — pemain termuda Amerika dalam kompetisi tersebut — Reyna telah mencetak empat gol dan tujuh assist. Dia menambahkan empat gol dan dua assist di Liga Champions serta DFB-Pokal.

Sayap Kanan: Christian Pulisic (Chelsea)

Christian Pulisic menjadi pemain termuda yang mencetak gol untuk Amerika Serikat ketika dia mencetak gol melawan Bolivia dalam usia 17 tahun, 8 bulan dan 12 hari pada Mei 2016.

Pulisic membuka jalan bagi begitu banyak orang lain yang telah menemukan kesuksesan di Jerman dan sekitarnya, terlebih ketika dia memperkuat Borussia Dortmund.

Sayang, karier Pulisic sedikit terhenti di Chelsea. Itu akibat serangkaian cedera yang mengganggu. Namun, ketika dia berada di atas rumput, Pulisic adalah 'monster' dengan kecepatan dan kontrolnya yang sulit untuk dibendung.

17 gol dalam 77 penampilan untuk Chelsea plus gelar Liga Champions cukup untuk menjelaskan semua ini.

Penyerang: Raul Jimenez (Wolverhampton)

Bukan hanya salah satu pemain Amerika Utara terbaik di Liga Premier, Raul Jimenez adalah salah satu striker terlengkap di papan atas Inggris, titik, no debat.

Menggabungkan kekuatan, kecakapan di udara, penyelesaian yang sangat dingin dan tingkat kerja yang tampaknya tak ada habisnya, tidak banyak yang bisa dilakukan Jimenez. Dia memimpin lini depan dengan cemerlang untuk Wolves selama waktu mereka di Liga Premier.

Di tingkat internasional, Jimenez membawa Meksiko meraih kejayaan Piala Emas pada 2019, mencetak lima gol dalam enam pertandingan dan memenangkan penghargaan Bola Emas kompetisi. Mengingat dia berusia awal 30-an pada Piala Dunia 2022 di Qatar, dia mungkin akan baik-baik saja.

Sayap Kiri: Hirving Lozano (Napoli)

Hirving Lozano adalah salah satu properti terpanas di Eropa setelah penampilannya untuk Meksiko di Piala Dunia 2018 — di mana dia mencetak gol kemenangan yang terkenal melawan juara bertahan Jerman. Sang penyerang memutuskan untuk bertahan di PSV Eindhoven selama satu tahun lagi, mencetak 21 gol di semua kompetisi sebelum pindah ke Napoli pada Agustus 2019.

Musim pertama “Chucky” di Naples tidak ideal karena dia hanya berhasil mencetak empat gol dan satu assist dalam 26 pertandingan Serie A dan berjuang untuk mempertahankan tempat di starting XI Napoli.

Lozano kini telah kembali, bahkan mencetak tiga kali lipat penghitungan golnya dari 2019/2020 di semua kompetisi musim lalu. Dia mencetak total 15 gol dan menambahkan lima assist. 

Cedera memotong kampanye Piala Emasnya, tetapi jangan salah. Jika dia mempertahankan performanya saat ini, dia akan menjadi salah satu penyerang yang paling ditakuti di beberapa turnamen besar berikutnya.

(mochamad rahmatul haq/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LDyrEvcaNwM

Artikel Pilihan