Kritik Pedas untuk Martin Odegaard Setelah Kekalahan Arsenal dari Man Utd

Kritik Pedas untuk Martin Odegaard Setelah Kekalahan Arsenal dari Man Utd

Arsenal kalah 3-2 dari Manchester United, Martin Odegaard jadi sasaran kritik fans.

Kekalahan Menyakitkan di Emirates

Arsenal mengalami kekalahan yang menyakitkan dalam perebutan gelar Liga Premier setelah kalah 3-2 dari Manchester United yang sedang bangkit di Emirates pada hari Minggu. Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi tim asuhan Mikel Arteta yang sebelumnya memiliki peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen setelah kemenangan Manchester City dan Aston Villa.

Dengan keunggulan sebagai tuan rumah, Arsenal memulai pertandingan dengan agresif, menekan gawang Senne Lammens sejak awal. Tekanan itu membuahkan hasil ketika Lisandro Martinez mencetak gol bunuh diri setelah Martin Odegaard melepaskan tembakan yang membelokkan bola ke gawang sendiri.

Kritik untuk Martin Odegaard

Namun, meski berperan dalam gol pembuka, kapten Arsenal, Martin Odegaard, mendapat kritik tajam dari para penggemar. Pemain asal Norwegia ini diharapkan dapat membuka pertahanan lawan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya, tetapi penampilannya dianggap kurang maksimal pada pertandingan tersebut.

Odegaard kesulitan menghadapi lini tengah Man Utd yang terdiri dari campuran pemain berpengalaman dan muda. Dia ditarik keluar setelah 62 menit bermain, setelah hanya menyelesaikan 14 dari 21 umpan yang dicoba (67%).

Para pendukung dengan cepat menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial, mengkritik penampilan Odegaard. Seorang penggemar menyebut atmosfer stadion menjadi datar karena permainan Odegaard yang dianggap lamban dan tidak efektif.

Banyak yang merasa bahwa Odegaard tidak memberikan kontribusi yang cukup sebagai kapten dan pemain kreatif. Beberapa bahkan menyarankan agar dia dicadangkan atau dijual, menyebutnya sebagai 'kapten palsu' dan yang terburuk dalam sejarah klub.

Setelah diberi istirahat singkat saat melawan Inter Milan, performa Odegaard tetap dianggap lesu, seolah-olah dia bermain penuh 90 menit di pertandingan sebelumnya.

Statistik menunjukkan bahwa Odegaard kehilangan bola 10 kali dan hanya memiliki 27 sentuhan selama satu jam bermain. Kritik terus berdatangan, dengan beberapa penggemar menyebutnya 'memalukan' bagi klub.

Meski demikian, Mikel Arteta tetap mendukung kaptennya, berharap Odegaard dapat segera bangkit dan menunjukkan kualitasnya di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Dengan tekanan yang semakin besar, Arsenal harus segera menemukan solusi untuk mengembalikan performa terbaik mereka dan kembali bersaing di puncak klasemen.

Para penggemar berharap Odegaard dapat membuktikan dirinya dan memimpin tim dengan lebih baik di masa depan.

Apakah Arsenal akan mampu bangkit dari kekalahan ini dan kembali ke jalur kemenangan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like