Selamat Ulang Tahun!

Kisah Karim-David Adeyemi, Pemain Muda Red Bull Salzburg Incaran Liverpool

"Red Bull tidak pernah kehabisan stok anak muda berbakat. Yang terbaru Karim-David Adeyemi."

Biografi | 19 September 2021, 07:22
Kisah Karim-David Adeyemi, Pemain Muda Red Bull Salzburg Incaran Liverpool

Libero.id - Meski telah menjadi klub yang memiliki lini depan paling menakutkan di dunia, Liverpool dikabarkan masih mengincar striker baru untuk didatangkan pada musim dingin atau panas 2022. Dan, yang menjadi incaran adalah pemain muda Red Bull Salzburg, Karim Adeyemi.

Adeyemi telah memainkan musim yang produktif sejauh ini. Dia mencetak tujuh gol dalam 11 penampilan di semua kompetisi dan membuat debut untuk tim nasional Jerman. 

Lahir di Muenchen, Jerman, 18 Januari 2002, Adeyemi memiliki ayah yang berasal dari Nigeria dan ibu asli Rumania. Itu memberinya tiga pilihan untuk karier internasional. Saat junior, dia bermain di TSV Forstenried dan bergabung dengan Akademi Bayern Muenchen pada 2010.

Dia sempat bermain di tim junior Bayern selama dua tahun. Tapi, kemudian terpaksa meninggalkan klub setelah kebuntuan dalam negosiasi kontrak profesional senior. Karena itu, Adeyemi bergabung dengan Unterhaching.

Setelah berkembang di level junior, Adeyemi bermain untuk tim U-19 sebelum pindah ke Salzburg sebelum musim 2018/2019. Itu merupakan klub profesional senior pertamanya, meski kemudian dipinjamkan ke FC Liefering untuk mendapatkan pengalaman dan membiasakan diri dengan gaya permainan Austria.

Di sana, Adeyemi mencetak enam gol dan membuat empat assist dalam 20 pertandingan di musim pertamanya. Itu merupakan angka yang mengesankan untuk pemain berusia 16 tahun yang bermain di kasta kedua sepakbola Austria.

10 Foto Anna Lewandowska, Istri Robert Lewandowski Pemegang Sabuk Hitam Karate

10 Foto Anna Lewandowska, Istri Robert Lewandowski Pemegang Sabuk Hitam Karate

Musim terbaiknya hadir pada 2020/2021. Saat itu, dia sukses mencetak tujuh gol di liga dalam 29 pertandingan (11 sebagai starter) dan memberikan sembilan assist saat berusia 18 tahun. Dia terkadang dimainkan di depan bersama dengan Patson Daka (sekarang di Leicester City) atau dimainkan di kedua sisi sayap.

Adeyemi sebenarnya memiliki karakter striker. Tapi, dia juga mampu bermain di kedua sayap. Dia cenderung memposisikan dirinya jauh di tengah atau melebar. Saat membangun permainan, dia berusaha mendapatkan lebih banyak waktu menguasai bola. 

Saat menghadapi lawan, Adeyemi mengandalkan kecepatannya. Akselerasinya luar biasa, dan perubahan kecepatan yang cepat untuk melewati pemain lawan. Tapi, yang menjadi aset terbesarnya adalah ketenangan. Adeyemi tampak berdarah dingin saat berada di depan gawang dan mampu memanfaatkan ruang dengan memanfaatkan kedua kakinya.

Sementara kelemahannya adalah pengambilan keputusan yang perlu ditingkatkan. Umpannya saat ini juga tidak terlalu mengesankan. Adeyemi hanya memiliki rata-rata akurasi umpan 57% musim lalu. Tapi, semua itu wajar karena usianya.

Dalam sebuah wawancaram Adeyemi pernah ditanya mengapa memilih Salzburg, dan bukannya Barcelona atau Chelsea? "Penting bagi orang tua saya dan saya untuk memilih klub baru. Itulah yang terjadi dengan Red Bull. Gaya permainan dan filosofinya meyakinkan saya," ujar Adeyemi, dilansir Planet Football.

"Tapi, jika Bayern memberi saya tawaran, saya akan memilih jalan ini. Saya ingin menunjukkan kepada mereka apa yang bisa saya lakukan dan itu adalah kesalahan untuk membiarkan saya pergi. Itu memotivasi saya," tambah Adeyemi.

Ketika ditanya siapa idolanya, penyerang itu menjawab santai. "Saya tidak benar-benar memiliki idola. Hanya pemain yang mirip dengan saya dalam hal gaya bermain, dan karena itu saya suka. Jadi, dari sudut pandang saya, Kylian Mbappe, Serge Gnabry, Pierre-Emerick Aubameyang, saya suka," ungkap Adeyemi.

Pujian atas bakat Adeyemi datang dari orang-orang yang pernah bekerja dengan dirinya. "Dari perspektif olahraga, sangat jelas bahwa dia bisa menjadi profesional. Satu-satunya hal yang dapat merusak karier bocah itu adalah jika dia cedera atau jika kami secara pribadi melakukan kesalahan," kata Presiden Unterhaching, Manfred Schwabl.

"Dia dulunya sedikit licik. Kuncinya adalah kami dengan cepat memberinya banyak tanggung jawab dalam tim. Dia melakukan pekerjaan dengan hebat. Dia terlahir untuk menjadi yang teratas. Saya tidak melihat dia memiliki batasan," puji pelatih Adeyemi di Unterhaching U-17, Ognen Zaric.

Setelah mencetak gol pada debut untuk Jerman, Adeyemi juga mendapatkan pujian dari Hansi Flick. "Dia sudah menunjukkan di awal musim ini bahwa dia bisa sedingin es di depan gawang. Dia melakukannya dengan sangat baik hari ini ketika dia masuk," kata Flick.

(diaz alvioriki/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan