China Larang Seumur Hidup 73 Orang dari Aktivitas Sepak Bola

China Larang Seumur Hidup 73 Orang dari Aktivitas Sepak Bola

Ringkasan Berita

  • CFA melarang 73 individu terlibat sepak bola seumur hidup untuk melawan korupsi.

  • Larangan ini mencakup mantan pejabat CFA dan pelatih tim nasional China.

  • CFA juga menghukum 13 klub dengan pengurangan poin dan denda besar.

CFA melarang 73 orang terlibat sepak bola seumur hidup, termasuk mantan pejabat dan pelatih, dalam upaya memberantas korupsi.

Beijing - Dalam langkah tegas melawan korupsi, Persatuan Sepak Bola China (CFA) baru-baru ini menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 individu untuk terlibat dalam aktivitas sepak bola. Keputusan ini juga mencakup sanksi bagi 13 klub sepak bola di China.

Larangan ini tidak hanya menyasar pemain, tetapi juga mantan pejabat CFA dan pelatih tim nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk membersihkan dunia sepak bola dari korupsi yang telah merusak integritas olahraga tersebut.

Media pemerintah China melaporkan bahwa tindakan ini diambil sebagai respons terhadap pelanggaran serius terhadap nilai dan etika sportivitas. Pelanggaran tersebut termasuk pemberian dan penerimaan suap, pengaturan skor, serta perjudian yang melibatkan pihak-pihak terkait.

Korupsi dan Sanksi Seumur Hidup

Beberapa nama terkenal yang menerima larangan seumur hidup ini termasuk Chen Xuyuan, mantan ketua CFA, serta Li Yuyi dan Du Chaochai, mantan wakil ketua. Liu Yi, mantan sekretaris jenderal CFA, juga termasuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, Li Tie, mantan pelatih tim nasional China dari Januari 2020 hingga Desember 2021, dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidup. Ia juga dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada akhir 2024 karena terbukti menerima suap sebesar 16 juta dolar AS (sekitar Rp268 miliar).

Ke-73 orang ini terbukti melakukan pelanggaran hukum, termasuk menerima dan memberikan suap, terlibat dalam perjudian, serta memanipulasi hasil pertandingan. Tindakan ini bertentangan dengan semangat "fair play" yang seharusnya dijunjung tinggi dalam olahraga.

Pengaruh Terhadap Klub dan Pemain

Bagi para pemain, sanksi dijatuhkan karena perilaku negatif di lapangan. Contohnya, mantan pemain klub Tianjin TEDA Football, Bai Yuefeng, dan mantan pemain Shenzhen Football Club, Li Fei, serta mantan pemain Zhejian Yiteng Football Club, Hao Qiang, semuanya melanggar etika olahraga.

CFA juga menjatuhkan sanksi berupa pengurangan 3-10 poin dan denda antara 200 ribu hingga satu juta RMB (sekitar Rp483 juta hingga Rp2,41 miliar) kepada 13 klub liga profesional. Klub-klub tersebut termasuk Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, dan Qingdao Manatee.

Dalam unggahan resmi di akun Weibo, CFA menegaskan komitmen untuk menegakkan keputusan Partai dan pemerintah pusat dalam menerapkan nol toleransi terhadap pelanggaran. Mereka juga mengimbau pemain dan klub lain untuk "menarik pelajaran mendalam dari kasus ini dan menjadikannya peringatan keras".

Langkah ini merupakan bagian dari kampanye anti korupsi yang digalakkan oleh Presiden Xi Jinping sejak 2012. Kampanye ini bertujuan untuk membersihkan berbagai sektor dari praktik korupsi yang merusak.

Menurut laporan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawasan Nasional China, sepanjang 2025, sebanyak 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi dan 983 ribu orang telah dihukum atas kasus korupsi.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like