Ringkasan Berita
-
Tottenham Hotspur mencari manajer baru setelah memecat Thomas Frank karena hasil buruk di Premier League.
-
Mauricio Pochettino dan Roberto De Zerbi menjadi kandidat kuat untuk posisi manajer Tottenham.
-
Harry Redknapp menyatakan minatnya kembali ke Tottenham, meski peluangnya kecil.
Legenda Premier League menyatakan minatnya untuk mengisi posisi manajer Tottenham Hotspur yang kosong.
Seorang manajer berpengalaman telah menyatakan minatnya untuk mengisi posisi manajer yang kosong di Tottenham Hotspur, hanya beberapa jam setelah Thomas Frank dipecat oleh klub Premier League tersebut. Frank dibebastugaskan pada Rabu pagi setelah kekalahan 2-1 di kandang melawan Newcastle United, hasil yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka di Premier League menjadi delapan pertandingan.
Faktanya, pria berusia 52 tahun yang baru bergabung dengan Tottenham pada Juli tahun lalu, hanya meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan liga ketika Spurs mengumumkan keputusan mereka untuk berpisah. Klub menyatakan bahwa mereka telah "bertekad" memberikan Frank waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan, tetapi hasil dan performa memaksa mereka membuat perubahan yang dianggap "perlu".
Calon Pengganti Manajer Spurs
Mauricio Pochettino, yang sebelumnya mengatakan bahwa dia "ingin suatu hari kembali" ke Tottenham, adalah salah satu favorit untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Mantan manajer Brighton, Roberto De Zerbi, kemungkinan akan dipertimbangkan setelah kepergiannya baru-baru ini dari Marseille, sementara Oliver Glasner pasti akan dikaitkan saat ia bersiap meninggalkan Crystal Palace.
Harry Redknapp saat ini menjadi salah satu kandidat luar dengan peluang 50/1, meskipun pria berusia 78 tahun itu telah membuat pernyataan publik untuk kembali ke klub lamanya. "Apakah saya ingin melakukannya? Tentu saja," katanya kepada Sky Sports. "Saya akan melakukannya tanpa ragu sedikit pun. Tapi, saya realistis. Saya tidak hidup di dunia khayalan. Sangat meragukan saya akan mendapatkan pekerjaan itu. Apakah saya bisa melakukannya? Ya, saya bisa."
Redknapp dan Harapannya untuk Spurs
Redknapp menambahkan, "Apa yang mereka butuhkan sekarang adalah seseorang yang masuk dan kembali ke dasar. Kerja keras saat kehilangan bola. Jangan malu saat kehilangan bola untuk berlari keras mendapatkannya kembali. Bekerja sama, sedikit kepercayaan diri. Membuat mereka percaya pada diri mereka sendiri."
"Jika seseorang bisa melakukan itu, mereka akan mendapatkan hasil yang mereka butuhkan," tambah Redknapp. "Mereka punya nomor saya. Jika ada yang ingin menelepon saya, mereka tahu di mana saya berada. Saya tidak akan menahan napas duduk di dekat telepon menunggu itu berdering, itu sudah pasti."
Redknapp mengelola Spurs antara 2008 dan 2012 dan meninggalkan klub dengan catatan impresif 71 kemenangan dari 144 pertandingan Premier League. Dia mengamankan dua finis 'empat besar' dalam periode tersebut, dan bahkan membawa klub London Utara itu ke babak perempat final Liga Champions 2010-11, sebuah kampanye yang paling dikenal karena kecemerlangan Gareth Bale dan Luka Modric.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!