Kisah Pasang-Surut Karier James Rodriguez, Kini Main di Liga Qatar

"Masih bisa bersaing di level tinggi, tapi pilih menepi ke Timur Tengah. Uang jadi faktor utama."

Biografi | 25 September 2021, 02:49
Kisah Pasang-Surut Karier James Rodriguez, Kini Main di Liga Qatar

Libero.id - Lebih dari setahun setelah tiba di Everton untuk mencari awal yang baru, James Rodriguez kembali bergerak. Sejumlah klub dikatakan mempertimbangkan playmaker Kolombia itu selama musim panas. Tapi, dia justru memilih Al Rayyan di Qatar.

Sepanjang transfer window musim panas, James dikabarkan diminati mantan klubnya di Portugal, FC Porto, serta raksasa Italia, AC Milan. Kabar tentang kembalinya sang pemain ke Real Madrid juga berhembus. Tapi, tidak satu pun yang benar-benar terwujud.

Yang terjadi pekan ini adalah James sekarang berada di Timur Tengah untuk memulai tantangan dan suasana baru di negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Peralihannya ke Al Rayyan akan memberikan banyak keuntungan finansial bagi James. Itu adalah langkah minor bagi seorang pemain yang dengan kemampuanya seharusnya masih bisa bersaing di level sepakbola teratas di Eropa.

James terlihat bereuni dengan mantan bos Madrid, Ancelotti pada 2019/2020. Bersemangat untuk membuktikan satu poin setelah kerja kerasnya di Estadio Santiago Bernabeu. Dia membentuk hubungan menyerang yang dinamis dengan Richarlison dan Dominic Calvert-Lewin. Dia membalas kepercayaan Ancelotti dengan serangkaian penampilan bagus di awal musim, meningkatkan harapan bahwa Liga Premier akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Sayang, cedera dan masalah kebugaran merusak rencananya. Dia menjadi tidak efektif ketika kembali masuk ke lapangan setelah sembuh dan menjadi berita utama karena perilakunya di luar lapangan.

"Dia tidak akan menjadi pemainnya Rafa Benitez. James adalah pemain naluriah. Dia menginginkan kebebasan. Dia tidak ingin diborgol. Dia bukan pemain Rafa. Disitulah letak konfliknya," kata mantan pelatih The Toffees, Sam Allardyce, tentang karier James yang redup bersama Benitez setelah kepergian Ancelotti dari Goodison Park, kepada Sky Sports.

Masalah teknis di lapangan sejak kepergian Ancelotti ke Madrid benar-benar membuat James stres. Khususnya setelah tahun Benitez kurang menghargai talentanya. 

James merespons masalahnya dengan pergi ke Ibiza di Spanyol, untuk berpesta di kapal pesiar pada awal bulan ini. Padahal, rekan-rekan satu timnya di Goodison Park sedang berjuang untuk menentukan pondasi yang kuat di awal musim Liga Premier dengan pelatih dan suasana baru.

Playmaker itu juga berperilaku dengan cara yang hampir sama setelah tidak dipanggil tim nasional Kolombia untuk tampil di Copa America 2021. Itu mengarah pada keretakan yang tidak dapat diperbaiki dengan pelatihnya di Kolombia.

Karena itu, melihatnya pindah ke Qatar sulit diterima oleh siapa pun yang telah melihatnya dalam performa terbaik. Bahkan, jika peralihan itu masuk akal secara finansial untuk Everton dan setidaknya memberi pemenang Sepatu Emas Piala Dunia 2014.

Jika dia kembali dari pengasingan di Qatar, dia tidak akan menjadi pemain pertama yang bermain di level tertinggi setelah tinggal di salah satu daerah terpencil sepakbola yang menguntungkan secara finansial.

Langkah James seharusnya meremajakan kariernya yang terhenti dan membuktikan prediksi awal tentang kehebatannya daripada sekedar bermandikan sekantong uang. Tapi, tampaknya dirinya memang terlihat kurang tertarik untuk memenuhi tanda-tanda ambisius itu.

Di Al Rayyan, James akan bekerja dengan Laurent Blanc dan tiga asisten Prancis lainnya: Franck Passi, Sebastien Braillard, dan Philippe Lambert. Di negara itu, Al Rayyan adalah klub sebelum Xavi Hernandez datang ke Al Sadd sebagai pemain dan kemudian pelatih.

Catatan menunjukkan, Al Rayyan punya delapn gelar Q-League, yaitu 1975/1976, 1977/1978, 1981/1982, 1983/1984, 1985/1986, 1989/1990, 1994/1995, dan 2015/2016. Jadi, kedatangan James diharapkan bisa mengembalikan reputasi Al Rayyan di Negeri Petrodolar.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network