Ketika emosi memuncak dan tim terancam kalah, kemarahan muncul. Cek videonya!
Kalau situasi sedang panas dan klub sedang dihimpit kesulitan, marah-marah antarpemain di ruang ganti sangat biasa terjadi. Contohnya yang menimpa Cristiano Ronaldo dan Juan Cuadrado di Juventus beberapa tahun lalu.

Rekaman lama yang kembali viral pekan ini menunjukkan perselisihan Ronaldo dengan Cuadrado pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020/2021 saat Juventus melawan FC Porto. 

La Vecchia Signora saat itu dalam kondisi  yang tidak ideal, dan dalam misi balas dendam kekalahan 1-2 pada leg pertama. Alih-alih memimpin lebih dulu dan membalikkan keadaan, Juventus justru semakin tertinggal 0-1 di babak pertama lewat ekseskusi Sergio Oliveira pada menit 19.

Dan, di ruang ganti saat jeda, Ronaldo terlihat sangat marah dengan rekan satu timnya. Momen tersebut bahkan sudah didokumentasikan oleh Amazon Prime dengan judul "All or Nothing", dan bisa disaksikan semua pencinta sepakbola.

Ronaldo mendesak rekan-rekannya di Juventus untuk bisa bekerja lebih keras di babak kedua. Cuadrado kemudian kesal dengan ucapan Ronaldo dan membalikkan semua perkataan itu kepada megabintang asal Portugal tersebut.

"Kita harus bekerja lebih keras. Apa-apaan ini! Kalian tidak bermain sama sekali! Permainan kalian payah. Selalu seperti itu!" kata Ronaldo. "Tenang-tenang," kata Cuadrado membalas ucapan Ronaldo. "Sialan," balas Ronaldo.

"Kamu juga harus menjadi contoh bagi semua orang," kata Cuadrado lagi sambil mendebat di depan CR7. "Saya juga termasuk. Kami harus saling mengatakan yang sebenarnya, kami bermain buruk. Ini adalah pertandingan Liga Champions," bebar Ronaldo menimpali.



Adu mulut kedua pemain tersebut akhirnya berhenti setelah pelatih Juventus saat itu, Andrea Pirlo, melerai. Ketika perselisihan berakhir Juventus sempat bangkit dengan mencetak dua gol balasan lewat Federico Chiesa untuk membuat pertandingan sampai ke extra time.

Namun, Juventus bernasib malang di babak perpanjangan waktu karena Porto mampu menyamakan skor sebelum akhirnya dibalas Adrien Rabiot. Tapi, kemenangan 3-2 tidak cukup membuat Juventus melaju dan harus rela terdepak dari kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Kepahitan besar bagi La Vecchia Signora juga muncul dalam film dokumenter itu selepas laga. Cristiano Ronaldo kembali ke ruang ganti dengan air mata dan kemudian menangis di ruangan.