Suporter dan pemain Inggris berduka untuk bocah laki-laki dari Solihull.
Liga Premier bukan hanya dikenal dengan klub-klub besar dan bergengsi, melainkan juga memiliki kepedulian dan menjujung tinggi kemanusiaan. Ini bisa kita lihat bagaimana para pemain dan pendukung memberikan penghormatan pada isu-isu kemanusiaan. 

Sepanjang akhir pekan lalu, penggemar sepakbola di Inggris telah memberikan penghormatan kepada seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun bernama Arthur Labinjo-Hughes. Siapa dia?

Awalnya, penghormatan datang dari suporter West Ham United dan Chelsea yang bersatu di London Stadium pada menit keenam untuk memberi penghormatan kepada Arthur. Wasit menghentikan pertandingan hanya untuk bertepuk tangan meriah dengan gambar Arthur terpampang di giant screen.

Kemudian, penghormatan yang sama dilakukan di laga lain, termasuk dalam pertandingan Aston Villa melawan Leicester City di Villa Park, Birmingham.



Langkah itu kemudain disusul pendukung sepakbola di seluruh Inggris. Mereka telah memberikan penghormatan kepada Arthur dengan kesedihan mendalam. Itu karena menjadi korban kejahatan dalam rumah tangga (KDRT). Dia dibunuh secara tragis dibunuh oleh ayah dan ibu tirinya setelah mengalami beberapa pelecehan.

Arthur ditemukan terbunuh pada 16 Juni 2020, setelah mengalami cedera kepala yang tidak dapat diselamatkan di tangan ibu tirinya, Emma Tustin, yang berusia 32 tahun. Bocah itu dibunuh di rumahnya di Solihull. Jasad sang bocah ditemukan memiliki total 130 luka. 



Kini, ibu tirinya telah dipenjara seumur hidup dengan jangka waktu pembebasan minimal 29 tahun. Sementara ayah Arthur, Thomas Hughes, dijatuhi hukuman 21 tahun karena membantu pembunuhan.

Julian Knight, yang merupakan anggota parlemen dari Partai Konservatif untuk daerah pemilihan Solihull, mengatakan itu sebagai tragadi kemanusiaan. "Solihull masih memiliki kesedihan kolektif atas pembunuhan Arthur Labinjo-Hughes," kata Knight, dilansir The Sun.

"Saya akan merujuk mereka untuk ditinjau oleh Jaksa Agung di bawah skema hukuman yang terlalu ringan. Ini pembunuhan yang keji dan seharusnya hukumannya jauh lebih berat," tambah Knight.