Perilaku yang tidak patut ditiru...
Timnas Malaysia sukses memenangi laga perdana mereka melawan Kamboja di Piala AFF 2020. Laga yang berlangsung di Bishan Stadium, Singapura, pada Senin (6/12/2021) sore WIB, itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Harimau Malaya.

Masing-masing gol dicetak dari titik penalti oleh Safawi Rasid di menit ke-23. Lalu, dua gol lainnya tercipta  di babak kedua melalui Akhyar Rashid ke-61 dan Kogileswaran Raj ke-79. Kamboja membalas satu gol juga lewat penalti Sath Rosib di menit ke-90.



Dalam laga itu, pelatih Tan Cheng Hoe memainkan skuad terbaiknya, sambil tidak lupa untuk melakukan rotasi yang dirasa perlu. Tapi tidak semua pemain memahami maksud dari pelatih

Salah satu pemain naturalisasi Malaysia,
Guilherme de Paula tampak kesal ketika harus ditarik keluar dan digantikan oleh pemain muda Luqman Hakim pada menit ke-65.

Pemain berusia 35 tahun itu tampak melempar botol minuman ke arah bench, itu tak lain ekspresi tidak terima karena meski tim-nya sudah unggul 2-0 ia harus diganti.

Sayangnya momen itu cuma terjadi sekilas dan cuma diabadikan lewat tweet oleh beberapa penggemar di Twitter dan semua hujatan warganet itu dikemas dalam video YouTube singkat dibawah ini:



Dan alhasil, Cheng Hoe yang memperhatikan perilaku  pemain kelahiran Brasil itu tak bisa menahan emosi nya juga. Ia lantas marah kepada Paula yang
seolah-olah berani menggugat taktiknya. 

Namun saat ditanyai media seusai pertandingan, Cheng Hoe menjawab kalem.

"Kami akan menangani ini secara internal. Mungkin, dia frustrasi karena tidak mencetak gol, tetapi De Paula cukup dewasa untuk menghadapi situasi dan memberi contoh yang baik," 

Cheng Hoe, yang memiliki waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan timnya menghadapi kompetisi dua tahunan itu, melakukan beberapa perubahan taktis selama pertandingan.

Pelatih melakukan pergantian awal dengan mengganti Junior Eldstal dengan Mukhairi Ajmal Mahadi pada menit ke-26 untuk menambah stabilitas di lini tengah.

“Itu adalah perubahan taktis untuk meningkatkan stabilitas tim. Langkah itu tidak ada hubungannya dengan permainan Eldstal.

"Dia hanya memberi kami kualitas ketika dia bermain.

"Akhyar Rashid juga memiliki permainan yang hebat, dan dinobatkan sebagai man-of-the-match.



"Sepak bola adalah tentang kerja tim, jadi tidak masalah siapa yang mencetak gol selama kami menang.

"Semua orang menunjukkan karakter yang kuat untuk memenangkan pertandingan.

Tentang apakah dia akan menggantikan pemain sayap Faisal Halim dan kiper Khairulazhan Khalid, yang dikarantina setelah dinyatakan positif Covid-19, Cheng Hoe mengatakan dia masih ragu-ragu.

“Kami masih dalam proses pembahasan soal itu.

“Kami akan puas dengan apa yang kami miliki jika kami memutuskan untuk tidak memanggil pemain baru,” pungkasnya.