Harusnya Richarlison cetak Hattrick. Apakah ini yang disebut VARsenal?
Everton sukses menandaskan perlawanan Arsenal dalam pekan ke-15 Liga Premier musim 2021-22, bermain di hadapan ribuan suporter sendiri, di Goodison Park, pada Selasa (07/12/2021) dini hari WIB.

Tim asuhan Rafael Benitez menang dengan skor 2-1. Meski seharusnya agregat gol bisa lebih banyak lagi kalau saja beberapa peluang dieksekusi dengan baik, dan yang terpenting dua gol dari
Richarlison tidak dianulir oleh VAR.

Ya, teknologi yang digadang-gadang untuk memudahkan pekerjaan wasit itu dalam posisi ini secara tak langsung sudah merugikan skuad The Toffes.

Andai saja semua gol yang dianggap offside itu disahkan, paling tidak Everton akan menang dengan skor 4-1, skor yang sama ketika mereka dikalahkan oleh Liverpool pelan lalu dalam tajuk derby Merseyside.

Dan tentu sosok yang paling dibuat jengkel akan hal ini adalah Richarlison.

Everton hampir memimpin di penghujung babak pertama ketika Richarlison menyundul bola hingga masuk dari skema tendangan bebas, namun sayang seribu sayang lewat tinjauan VAR, wasit segera menganulir gol tersebut karena offside.

Dan ada tamparan lebih lanjut di wajah tuan rumah, ketika Martin Odegaard membuka skor di akhir injury time. Jeda babak pertama, Everton tertinggal 0-1.

Tepat sebelum satu jam laga berjalan. sepertinya The Toffees menyamakan kedudukan, ketika Richarlison menerobos  pertahanan The Gunners untuk menerima bola terusan dari Abdoulaye Doucoure, dan dengan mudah striker asal Brasil itu menjebloskan bola melewati Aaron Ramsdale.



Dan para pemain The Toffees hanyut dalam perayaan tetapi para suporter yang juga bergembira  segera dibungkam oleh VAR yang memutuskan bahwa mantan penyerang Watford itu berada dalam posisi offside lagi.

Dan pada titik inilah, VAR benar-benar menjengkelkan, pasalnya Richarlison cuma berada tipis, bahkan sangat tipis diantara garis offside. Seolah-olah bagian kuku dan hidung juga masuk dalam hitungan.

Meksipun begitu, kalau boleh adil Everton juga mendapatkan keuntungan dari VAR, ketika Ben Godfrey tidak dianggap melakukan kesalahan, meskipun kebanyakan orang percaya dia telah menginjak wajah Takehiro Tomiyasu.

Kembali ke Richarlison. Ia akhirnya mendapatkan apa yang pantas ia dapatkan, saat ia menanduk bola untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-79, dan kali ini tidak ada pertanyaan tentang offside. Dan kegembiraan sepenuhnya jadi milik Everton ketika Demarai Gray mencetak gol di menit-menit akhir laga.



Dan begitulah, Everton menang comeback dengan cara yang luar biasa.