Utak-atik taktik ala Shin Tae-yong...
Yang patut kita syukuri dari dua laga awal penyisihan grup B Piala AFF 2020, tak lain adalah timnas Indonesia berhasil meraih 3 point penuh berturut-turut.

Tapi kalau boleh jujur, ada banyak catatan sana sini dari dua laga tersebut, terutama
tingkat kerapatan lini belakang skuad Garuda. Total ada 3 gol yang sudah bersarang ke gawang timnas Indonesia.

Dan yang lebih disayangkannya lagi ialah, semua gol itu berasal dari kesebelasan yang lemah, ya, dari Kamboja dan Laos. Negara yang tak punya tradisi agresivitas dan produktivitas di Piala AFF.

Evaluasi Lini Belakang Indonesia

Saat laga perdana melawan Kamboja pada 9 Desember yang lalu, Indonesia kebobolan dua gol lewat skema bola mati. Sadar akan hal itu Shin Tae-yong menjanjikan akan berbenah di laga kedua, terutama di lini belakang.



Hal itu benar dilakukan Shin Tae-yong dengan mengganti dua bek dalam starting line up saat melawan Laos pada Minggu 12 Desember mendatang. Alfeandra Dewangga yang sebelumnya diduetkan dengan Ryuji Utomo di bek tengah, dalam laga itu diduetkan dengan Rizky Ridho.

Sementara, Edo Febriansyah dimainkan di pos bek kiri menggantikan Pratama Arhan yang tidak fit. Sedangkan, Asnawi Mangkualam yang bermain apik masih tak tergantikan sebagai bek kanan.

Duet Alfeandra dan Ridho tak bertahan lama. Usai kebobolan di penghujung babak pertama, Shin buru-buru berbenah dengan memasukkan Elkan Baggott di awal babak kedua, lalu disusul Fachrudin Aryanto di menit ke-71.

Setelah memasukkan dua pemain itu, lini Indonesia relatif lebih kokoh. Elkan dan Fachrudin bermain apik dan kerja sama keduanya juga berjalan dengan lancar belaka.

Duet Antara Elkan Baggott dan Fachrudin Arianto

Berkaca dari penampilan singkat keduanya. Boleh jadi, duel antara Elkan dan Fachrudin adalah duet bek tengah yang bakal diandalkan Shin Tae-yong di dua laga berat selanjutnya saat melawan Vietnam dan Malaysia. 

Dan sebelum gelaran Piala AFF,  keduanya juga sudah membuktikan ketangguhan dan kekompakan mereka saat dimainkan di laga uji coba di Turki kala berhadapan dengan Afghanistan. 

Ketika itu, saat keduanya bermain, gawang timnas Indonesia sulit ditembus. 
Namun, saat Elkan ditarik keluar karena cedera, Afghanistan mampu mencuri gol di ujung laga.

Dari dua laga yang telah lalu, sejumlah hal masih menjadi catatan dari lini belakang di antaranya adalah kemampuan berduel udara serta kemampuan membaca gerak permainan lawan.

Dan Elkan Baggott juga Fachrudin Arianto jagonya dalam urusan itu. Elkan dengan postur yang tinggi punya kecakapan saat berduel di udara, dan Fachrudin dengan pengalaman bermain di Piala AFF dalam 4 edisi terakhir merupakan modal yang cukup untuk membuktikan kualitasnya.

Lebih jauh, keputusan ada di tangan Shin Tae-yong, dan kita cuma bisa menanti ketangguhan Elkan Baggott dan Fachrudin Arianto di lini belakang skuad Garuda.

Terdekat  kita akan melawan Vietnam, pada Rabu (15/12) mendatang. Lalu ditutup dengan melawan Malaysia tiga hari setelah itu.



Dengan modal 6 point dari 2 kemenangan dan produktivitas gol yang tinggi, langkah Indonesia untuk ke semifinal sangat realistis. Mari kita doakan.