Liga Malaysia ingin batasi jumlah pemain asing, tiru indonesia...
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) merasa sudah terlambat untuk melakukan perubahan terkait kuota pemain asing untuk Liga Malaysia (M-League) musim ini.

Meski demikian, FAM siap berdiskusi dengan Malaysian Football League (MFL) selaku pengelola M-League untuk mengkaji lebih lanjut soal peraturan izin pendaftaran pemain asing, semua itu dilakukan dalam upaya meningkatkan standar para pemain lokal.

Sekjen FAM Mohd Saifuddin Abu Bakar, mengatakan perubahan kuota pemain asing aturannya baru bisa akan berjalan  dan dirasakan dampaknya paling lambat dua musim ke depan.

“Untuk saat ini tidak ada perubahan, namun saya kira Panitia Teknis yang diketuai oleh Datuk S. Sivasundaram akan membahas masalah ini dengan hati-hati apakah perlu mengurangi atau mempertahankan kuota pemain asing.



"Tapi yang pasti bukan musim ini karena sudah terlambat, kalau kita (ganti), mungkin (untuk) dua musim berikutnya," ujarnya saat ditemui di final Kuala Lumpur Women's Football Championship (KLWFC) 2021. di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Cheras, Minggu.

Di bawah aturan M-League, tim Liga Super dan Liga Premier diperbolehkan mendaftarkan maksimal lima dan empat pemain asing untuk masing-masing klub.

Pendaftaran lima pemain asing untuk kompetisi Liga Super Malaysia (kasta tertinggi) harus menyertakan satu slot pemain Asia dan Asia Tenggara dan tiga lainnya bisa dari mana saja, dengan masing-masing per tim sedangkan untuk Liga Utama Malaysia (kasta kedua) satu slot pemain Asia.

Sebagai pembanding, di Liga Indonesia hanya di kasta tertinggi saja pemain asing dibolehkan dengan rincian empat pemain yang terdiri dari tiga pemain asal negara mana saja san satu slot lagi harus berasal dari asiat.

Jadi bisa dibilang, langkah yang diambil Liga Malaysia mirip-mirip dengan Liga Indonesia.

Saat ini topik kuota pemain asing kembali 'panas' setelah kegagalan timnas Malaysia di Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura bulan lalu. Target Malaysia adalah final tetapi bahkan tidak sampai ke semifinal, dimana di laga terakhir penyisihan grup kandas dari Indonesia.



Kuota pemain asing dinilai menjadi salah satu penyebab utama turunnya performa Malaysia di kancah internasional, selain minimnya striker lokal berkualitas di skuat Malaysia, itu semua menyusul ketergantungan klub-klub liga untuk menggunakan pemain asing di posisi tersebut.

Hal tersebut tak hanya mendapat reaksi dari fans dan kritikus, namun ada juga pemain lokal yang menyarankan agar kuota pemain asinh dikurangi untuk memberi ruang lebih bagi pemain Malaysia untuk masuk starting line-up.