Sebuah sindiran untuk Lukaku dari mantan pelatihnya di Inter
Stampord Bridge akan menjadi tempat reuni bagi sejumlah pihak ketika pada Kamis (6/1) dini hari WIB , Chelsea berhadap-hadapan dengan Tottenham Hotspur di semifinal leg pertama Carabao Cup alias Piala Inggris.

Sebagaimana yang kita ketahui, pelatih Spurs saat ini, Antonio Conte, dulunya pernah mengarsiteki The Blues pada 2016 hingga 2018. Kala itu, juru taktik asal Italia itu berhasil menyumbangkan satu gelar Liga Premier dan Piala FA untuk Chelsea.

"Bagi saya tentu sangat menyenangkan kembali ke Stamford Bridge untuk pertama kalinya setelah meninggalkan Chelsea. Saya menghabiskan dua musim yang luar biasa dan memiliki banyak teman di klub," ujar Conte.

Namun laga yang bertajuk Derby London itu juga sekaligus akan mempertemukan Antonio Conte dengan striker The Blues, Romelu Lukaku, keduanya pernah bekerjasama saat memenangkan gelar Serie A bersama Inter Milan pada musim lalu.

Selama dua musim berseragam Nerrazurri, striker asal Belgia itu --- berdasarkan catatan dari Transfermarkt ---  tampil garang dengan catatan 51 gol. Sementara di Chelsea, performa Lukaku terbilang kendor, dengan hanya 7 gol dalam 17 penampilan lintas kompetisi.

Dan akibat residu dari performa yang demikian merosot, belum lama ini Lukaku menjadi sorotan karena terlibat sedikit konflik dengan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.



Dan dalam kapasitasnya sebagai mantan pelatih Lukaku, Antonio Conte mengomentari situasi tersebut dengan sangat berhati-hati.

Bagi Conte, tak elok rasanya membicarakan mantan pemainnya yang kini merumput bersama tim lain. 

"Jujur, saya tidak ingin berbicara tentang Lukaku karena dia merupakan pemain di tim lain. Saya pikir akan sangat tidak respek kalau saya berbicara mengenai dia dan Chelsea," ucap Conte dikutip dari TalkSport.



Namun, beriring dengan hal itu  Conte berharap Lukaku bisa bermain saat Chelsea melawan Tottenham Hotspur, dengan sedikit sindiran ia mengatakan.

"Saya pikir sangat baik bermain dengan tim yang semua pemainnya tersedia. Saya pikir semua orang ingin menonton pertandingan dan melihat pemain terbaik di atas lapangan," imbuhnya.

Dengan kata lain, juru taktik berusia 52 tahun itu berkata: Orang-orang ingin menonton pemain terbaik. Dan pertanyaannya, apakah Lukaku dalam balutan seragam Chelsea bisa dikatakan yang terbaik dan apakah Lukaku benar-benar dimainkan oleh Thomas Tuchel?  Layak untuk kita tunggu.