Ayo Garuda Pertiwi kasih keras!
Bola itu bundar. Sebuah kalimat pendek sarat makna. Ringkasnya, apapun bisa terjadi sepanjang 90 menit laga berjalan. Ada begitu banyak kisah tim kecil yang menjungkalkan tim besar. Dalam pada itu pelatih timnas Wanita Australia, Tony Gustavsson, tidak mau menganggap remeh timnas Wanita Indonesia.

Jelang laga perdana Grup B Piala Asia Wanita 2022 di Mumbai, India, Jumat (21/1), di Stadion Mumbai Football Arena, Mumbai.

( Indonesia tergabung dalam Grup neraka, bersama dengan Australia, Thailand, dan Filipina)




Juru taktik berusia 48 tahun itu menyebut bahwa skuadnya mewaspadai semangat dan motivasi besar Indonesia 

"Kami akan menghadapi Indonesia yang sangat termotivasi karena mereka mewakili negaranya dengan penuh kebanggaan. Mereka tentu akan bekerja keras di sini," ujar Gustavsson dikutip dari laman resmi AFC di Jakarta, Kamis (20/1).

Juru taktik asal Swedia itu juga akan lebih berhati-hati dalam menerapkan strategi, Gustavsson tidak ingin tim besutannya tergelincir karena mereka melakukan pendekatan yang keliru. 

Menurut pelatih skuad berjuluk Matildas itu para pemainnya harus senantiasa fokus sepanjang laga karena bisa saja Indonesia melakukan serangan balik tak terduga.

"Kami mesti bekerja keras untuk menghentikan serangan balik Indonesia. Akan menjadi hal buruk kalau kami kehilangan bola di area berbahaya."

Gustavsson juga menyebut Indonesia punya kecepatan yang bagus dan untuk itu Australia akan tetap tampil dengan segenap kemampuan terbaik.

"Indonesia dapat menyerang dengan teknik dan kecepatan mereka. Jadi kami wajib bermain dengan performa terbaik." ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gustavsson juga sangat salut atas keberhasilan Indonesia yang lolos ke Piala Asia Putri 2022, setelah perjuangan 33 tahun lamanya.

"Saya kagum dan gembira melihat perkembangan Indonesia. Saya mau mengucapkan selamat untuk mereka yang sudah bermain bagus di fase kualifikasi sehingga bisa melangkah ke turnamen ini," 



Timnas Australia sendiri merupakan salah satu favorit juara dalam turnamen ini. Bukan tanpa alasan, skuad mereka dihuni oleh pemain-pemain yang memperkuat klub-klub elit Eropa, diantaranya Arsenal, Manchester City, Chelsea dan Olympique Lyonnais.
 
Secara peringkat FIFA juga, kedua kesebelasan sangat jauh. Australia saat ini menghuni peringkat ke-11 sementara. Indonesia berada di posisi ke-94.

Namun seperti yang kami singgung di awal tulisan. Bola itu bundar. Apapun bisa terjadi