Padahal diminati oleh beberapa klub lain...
Jesse Lingard kian makin tidak jelas masa depannya di Manchester United. Lingard sebetulnya sempat tampil gemilang saat masa pinjaman di West Ham United, tetapi sekembalinya ke Old Trafford ia malah seperti disia-siakan.

Sejak musim lalu, Lingard sebetulnya akan dipermanenkan oleh West Ham namun Manchester United tak tertarik dan musim ini tawaran dari klub lain untuk memboyong Lingard tak henti-hentinya datang.

Yang paling disorot ialah ketertarikan Newcastle United yang dilaporkan sudah mengajukan tawaran untuk meminjam jasa winger asal Inggris tersebut. Namun, The Red Devils tampak mempersulit persyaratan yang ada dan itu membuat Lingard cukup kecewa.

Menurut laporan dari The Guardian, The Magpies perlu membayar lebih dari 15 juta poundsterling atau sekitar Rp. 289 miliar jika ingin mendatangkan Lingard selama sisa musim ini.

"Lingard yakin dia tidak mendapatkan rasa hormat yang layak dia dapatkan setelah 21 tahun di Man United. Dia merasa klub marah atas penolakannya untuk menandatangani kontrak baru," tulis The Guardian.

Lebih lanjut, Manchester United menuntut biaya pinjaman sekitar 2,5 juta poundsterling atau setara Rp. 48 miliar belum lagi gaji sang dan bonus sekitar 12 juta poundsterling atau sekitar Rp  231 miliar, hal itu bagian dari catatan jika klub milik Konosarium Kerajaan Arab Saudi itu lolos dari degradasi di musim ini.



Pemain 29 tahun itu telah dijanjikan oleh Ole Gunnar Solskjaer musim lalu, di mana juru taktik asal Norwegia tersebut mengatakan kalau Lingard akan mendapatkan lebih banyak menit bermain di tim utama. Nyatanya, Solskjaer dipecat dan ia bukanlah pilihan utama di bawah Ralf Rangnick.

Sejauh musim ini  Lingard baru bermain 273 menit di semua kompetisi untuk Manchester United  dan diperkirakan akan hengkang secara gratis pada akhir musim nanti. Namun, tampaknya Lingard tidak ingin menunggu selama itu untuk bisa bermain reguler lagi, terlebih Lingard mengincar tempat di skuad The Three Lions.



Lantas, akankah Jesse Lingard hengkang di bursa transfer musim dingin 2022? Atau malah memperpanjang riwayatnya untuk lebih lama duduk di bangku cadangan hingga akhir musim 2021/22?

Semua masih serba tanda tanya.